Minggu, 01 November 2026
16:59 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Mehdi Bazargan

Mehdi Bazargan

Bagikan:
Infobox orangMehdi Bazargan
250px-PM_Bazargan_photographed_during_a_Television_program_-_1979.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran(fa) مهدی بن عباسقلی تجارتی تبریزی Suntingan nilai di Wikidata
1 September 1907 Suntingan nilai di Wikidata
Teheran Suntingan nilai di Wikidata
Kematian20 Januari 1995 Suntingan nilai di Wikidata (87 tahun)
Zürich Suntingan nilai di Wikidata
Penyebab kematianSerangan jantung Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanQom Suntingan nilai di Wikidata
Member of the Islamic Consultative Assembly (en) Terjemahkan
28 Mei 1980 – 28 Mei 1984
Daftar Menteri Luar Negeri Iran
1 April 1979 – 12 April 1979
← Karim Sanjabi (en) Terjemahkan – Ebrahim Yazdi →
Prime Minister of Iran (en) Terjemahkan
4 Februari 1979 – 6 November 1979
← Shapour Bakhtiar – Mohammad Ali Rajai →
Member of the Islamic Consultative Assembly (en) Terjemahkan


Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
Kelompok etnikSuku Azerbaijan di Iran Suntingan nilai di Wikidata
AgamaIslām dan Syiah Dua Belas Imam Suntingan nilai di Wikidata
PendidikanÉcole Centrale Paris (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiIslām dan politik Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanpolitikus,Cendekiawan,insinyur,kepala pemerintahan Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diUniversitas Teheran Suntingan nilai di Wikidata
Partai politikFreedom Movement of Iran (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Murid dariAbolhassan Foroughi (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Lain-lain
AnakAbdolali Bazargan (en) Terjemahkan,Fereshteh Bazargan (en) Terjemahkan,Mohammad-Navid Bazargan Suntingan nilai di Wikidata
Dinyatakan bersalah atasAction against national security (en) Terjemahkan (1963)
Opposition to constitutional monarchy (en) Terjemahkan (1963) Suntingan nilai di Wikidata
Tanda tangan

Mehdi Bazargan (مهدی بازرگان dalam bahasa Persia) (September 1907? - 20 Januari 1995) (kadang juga dieja Mahdi Bazargan) adalah pemimpin pemerintahan sementara Iran, dan akhirnya menjadi sebagai perdana menteri pertama Iran setelah revolusi Iran 1979. Ia adalah salah satu arsitek revolusi Iran.

Bazargan belajar dalam bidang termodinamika dan teknik di École Centrale des Arts et Manufactures di Paris, dan di sana ia juga bergabung dengan Tentara Prancis dan berjuang melawan Jerman Nazi.

Bazargan adalah seorang aktivis pro-demokrasi. Ia kembali dari Prancis dan menjadi kepala departemen teknik pertama dari Universitas Tehran pada akhir 1940-an. Pada 1951 di bawah pimpinan Dr. Mossadegh, parlemen Iran menasionalisasi industri minyak Iran (Perusahaan Minyak Nasional Iran) dan mengeluarkannya dari kontrol Inggris. Bazargan menjabat sebagai kepala Perusahaan Minyak Nasional Iran yang berkebangsaan Iran pertama di bawah pemerintahan Perdana Menteri Mossadegh.

Setelah jatuhnya pemerintahan Mossadegh, ia ikut mendirikan Gerakan Pembebasan Iran dan beberapa kali dipenjarakan oleh Shah Mohammed Reza Pahlavi.

Bazargan ditunjuk sebagai Perdana Menteri oleh Ayatollah Khomeini pada 5 Februari 1979 setelah revolusi memaksa Shah meninggalkan Iran. Bazargan dipandang sebagai salah seorang tokoh perjuangan demokratis dan liberal. Perbedaannya dengan para pemimpin agama, termasuk pemimpin revolusi Ayatollah Khomeini kian menajam. Ia menentang pembentukan Dewan Pakar dan menentang penggunaan nama Republik Islam.

Bazargan mengundurkan diri bersama kabinetnya pada 5 November 1979, segera setelah pengambilalihan Kedubes AS dan penyanderaan pada 4 November. Meskipun hal itu dianggap sebagai protes terhadap krisis penyanderaan, dari sini juga jelas bahwa pandangan-pandangan liberal dan perlawanannya terhadap kaum alim-ulama telah meyakinkannya bahwa ia tidak dapat menciptakan perubahan-perubahan demokratis yang telah direncanakannya.

Bazargan adalah seorang anggota dari Parlemen (Majles) dari Republik Islam yang baru terbentuk. Ia meninggal pada 20 Januari 1995 dalam perjalanan dari Tehran ke Zürich, Swiss karena serangan jantung.

Penelitian dan pandangan

Pada 1992, Mehdi Bazargan mengungkapkan suatu pandangan teologis yang baru tentang salah satu masalah terpenting yang menjadi keprihatinan para pemikir Muslim dan penafsir Al-Quran: Maksud misi para nabi. Katanya, satu-satunya tujuan misi kenabian adalah memberitahukan orang tentang Allah dan kehidupan setelah mati kelak, dan bahwa agama dimaksudkan untuk mengamankan kebahagiaan manusia dalam kehidupan yang mendatang.

Produksi intelektual Bazargan dapat dibagi ke dalam dua periode. DAlam periode pertama ia berusaha membuktikan bahwa misi utama dari para nabi adalah mengarahkan urusan-ursan manusia di dalam dunia. Pada periode kedua, yang terdiri atas delapan tahun terakhir hidupnya, Bazargan berubah pikiran dan mengambil pandangan berikut: misi utama para nabi adalah memberitahukan kepada manusia tentang Allah dan kehidupan setelah kematian. Misi para nabi bukanlah mengajarkan manusia bagaimana mengelola masyarakat, atau jenis pemerintahan apa yang harus mereka miliki. Artinya, umat Muslim tidak harus merujuk kepada al-Quran untuk menemukan hukum-hukum untuk politik, ekonomi dan masyarakat, atau teori-teori matematika atau ilmu alamiah, dst. Untuk menemukan hukum-hukum ini, umat Muslim, seperti halnya kaum non-Muslim, harus merujuk kepada nalar kolektif; artinya, mengandalkan keberhasilan-keberhasilan di bidang sains dan filsafat.

Kutipan dari Mehdi Bazargan

Imam [Khomeini] menginginkan Iran untuk Islam sementara kita menginginkan Islam untuk Iran.

Lihat pula

Didahului oleh:
Shapour Bakhtiar
Perdana Menteri Iran
1979
Diteruskan oleh:
Mohammad Ali Rajai
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan