Biografi ini tidak memiliki referensi atau sumber sehingga isinya tidak dapat dipastikan. Bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus. Cari sumber: "Megah Idawati" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Megah Idawati (lahir 27 Juli 1945) adalah pemain bulu tangkis Indonesia pada era tahun 1960an. Ia bersama dengan Minarni, Retno Kustiah, Corry Kawilarang, dan Megah Inawati pernah memperkuat Tim Indonesia dalam perebutan Piala Uber 1966 di Wellington, Selandia Baru. Di final Indonesia kalah telak dari tim tangguh Jepang dengan score 7-0.
Megah Idawati besar dan tumbuh dalam keluarga pebulu tangkis. Sejak kecil ia sudah akrab dengan raket dan shuttle cock karena di belakang rumah orangtuanya terdapat lapangan bulu tangkis semi permanen. Ia bersama Megah Inawati (kakak) dan Liem Swie King (adik) sejak dini sudah dilatih bulu tangkis oleh ayahnya, Ng Thiam Poo.
Setelah beberapa tahun menjadi pemain nasional, Ia kemudian menikah dengan Agus Susanto yang juga pemain bulu tangkis nasional kala itu. Setelah menikah, kariernya sebagai pemain bulu tangkis meredup. Pasangan ini dikaruniai dua orang putra. Darah bulu tangkis mengalir pada putra sulungnya, Hermawan Susanto, yang juga mengikuti jejak orangtuanya sebagai pemain bulu tangkis nasional.