Senin, 28 September 2026
16:49 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan

Megah Idawati

pemain bulu tangkis asal Indonesia

Biografi ini tidak memiliki referensi atau sumber sehingga isinya tidak dapat dipastikan. Bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus.
Cari sumber: "Megah Idawati" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Megah Idawati (lahir 27 Juli 1945) adalah pemain bulu tangkis Indonesia pada era tahun 1960an. Ia bersama dengan Minarni, Retno Kustiah, Corry Kawilarang, dan Megah Inawati pernah memperkuat Tim Indonesia dalam perebutan Piala Uber 1966 di Wellington, Selandia Baru. Di final Indonesia kalah telak dari tim tangguh Jepang dengan score 7-0.

Megah Idawati besar dan tumbuh dalam keluarga pebulu tangkis. Sejak kecil ia sudah akrab dengan raket dan shuttle cock karena di belakang rumah orangtuanya terdapat lapangan bulu tangkis semi permanen. Ia bersama Megah Inawati (kakak) dan Liem Swie King (adik) sejak dini sudah dilatih bulu tangkis oleh ayahnya, Ng Thiam Poo.

Setelah beberapa tahun menjadi pemain nasional, Ia kemudian menikah dengan Agus Susanto yang juga pemain bulu tangkis nasional kala itu. Setelah menikah, kariernya sebagai pemain bulu tangkis meredup. Pasangan ini dikaruniai dua orang putra. Darah bulu tangkis mengalir pada putra sulungnya, Hermawan Susanto, yang juga mengikuti jejak orangtuanya sebagai pemain bulu tangkis nasional.


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan