Jumat, 30 Oktober 2026
02:11 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Kesalahan pengobatan

efek samping perawatan yang dapat dicegah (" iatrogenesis "), baik yang nyata maupun merugikan pasien.

Bagikan:

Kesalahan pengobatan atau Kesalahan medis adalah efek samping perawatan yang dapat dicegah (" iatrogenesis "), baik yang nyata maupun merugikan pasien. Hal ini dapat mencakup diagnosis atau pengobatan yang tidak akurat atau tidak lengkap terhadap suatu penyakit, cedera, sindrom, perilaku, infeksi, atau gangguan lainnya.

Insiden kesalahan pengobatan bervariasi tergantung pada situasinya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan hasil yang merugikan akibat perawatan pasien yang tidak aman sebagai penyebab kecacatan dan kematian ke-14 di dunia, dengan perkiraan 1/300 orang mungkin mengalami kerugian akibat praktik pelayanan kesehatan di seluruh dunia.[1]

Definisi

Kesalahan pengobatan terjadi ketika penyedia layanan kesehatan memilih metode perawatan yang tidak tepat atau menjalankan metode perawatan yang tepat secara tidak tepat. Kesalahan medis sering digambarkan sebagai kesalahan manusia dalam layanan kesehatan.[2]

Terdapat banyak jenis kesalahan pengobatan, dari yang kecil sampai yang besar,[3] dan pemahaman kausalitas serta penilaian kemungkinan bahwa peristiwa atau faktor tertentu bertanggung jawab atas hasil negatif, seringkali tidak ditentukan dengan baik.[4][5]

Ada banyak taksonomi untuk mengklasifikasikan kesalahan pengobatan.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ World Health Organization (2019). "Patient safety - Health Topics". www.who.int (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-04-15.
  2. ↑ Zhang, J., Patel, V.L., & Johnson, T.R (2008). "Medical error: Is the solution medical or cognitive?". Journal of the American Medical Informatics Association. 6 (Supp1): 75–77. doi:10.1197/jamia.M1232. PMC 419424. PMID 12386188.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ Hofer, TP; Kerr, EA; Hayward, RA (2000). "What is an error?". Effective Clinical Practice. 3 (6): 261–9. PMID 11151522. Diarsipkan dari asli tanggal September 28, 2007. Diakses tanggal Juni 11, 2007.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Hayward, Rodney A.; Hofer, Timothy P. (Juli 25, 2001). "Estimating Hospital Deaths Due to Medical Errors: Preventability Is in the Eye of the Reviewer". JAMA. 286 (4): 415–20. doi:10.1001/jama.286.4.415. PMID 11466119.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Singh, Gunjan; Patel, Raj H.; Vaqar, Sarosh; Boster, Joshua (2025), "Root Cause Analysis and Medical Error Prevention", StatPearls, Treasure Island (FL): StatPearls Publishing, PMID 34033400, diakses tanggal 2025-04-15
  6. ↑ Kopec, D.; Tamang, S.; Levy, K.; Eckhardt, R.; Shagas, G. (2006). "The state of the art in the reduction of medical errors". Studies in Health Technology and Informatics. 121: 126–37. PMID 17095810.

Bacaan lanjutan

Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan