Senin, 19 Oktober 2026
07:19 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Mebel antik

Mebel antik

Bagikan:
250px-Marche_Biron1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stand yang memamerkan berbagai mebel antik di Marche Biron, pasar barang antik di Saint-Ouen-sur-Seine, Prancis (2024).

Mebel antik merupakan bagian dari barang antik berupa perabotan kuno yang masih memiliki nilai. Mebel antik merujuk pada benda-benda berusia tua yang berfungsi sebagai sarana yang membantu manusia melakukan berbagai kegiatan. Selain bernilai praktis, mebel antik juga biasanya memiliki nilai estetika dan makna.[1] Pada dasarnya, barang antik mencirikan suatu kebudayaan atau merupakan hasil karya seni, sehingga memiliki nilai sejarah maupun artistik yang membuatnya berharga untuk dikoleksi. Mebel antik dapat berupa bangku, kabinet, lemari buku, partisi, meja, bingkai, maupun ukiran-ukiran hiasan.[2]

Karakteristik

Terdapat beberapa karakteristik mebel antik yang membedakannya dengan perabotan modern, terutama dari segi usia, yaitu mebel antik berusia lebih dari 100 tahun.[3] Dari segi desain, bentuk mebel antik umumnya merepresentasikan model arsitektur dan gaya seni pada masanya, seperti Rokoko, Victorian, Empire, maupun Beidermeir.[4] Selain itu, desain mebel antik biasanya dilengkapi dengan keunikan estetis berupa detail ukiran dan ornamen yang rumit.[1]

Mebel antik sering kali difungsikan sebagai keperluan dekorasi maupun sebagai koleksi ketimbang untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Meskipun demikian, mebel antik umumnya dibuat dengan kayu solid tanpa sambungan yang memberikan daya tahan cukup baik, sehingga mebel antik dapat berusia tua hingga ratusan tahun. Tanda-tanda penuaan pada mebel antik biasanya ditunjukkan dari goresan atau perubahan pada warna kayu.[5]

Karena memiliki nilai estetis dan historis, mebel antik dianggap sebagai investasi jangka panjang karena nilainya yang cenderung meningkat seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu pula, mebel antik dikoleksi dan menjadi salah satu perwujudan simbol status sosial.[6]

Referensi

  1. 1 2 "Melayu Arts and Performance Journal". journal.isi-padangpanjang.ac.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-12-08.
  2. ↑ Nediari, Amarena (2010-10-31). "Koleksi Mebel Antik Museum Sejarah Jakarta". Humaniora (dalam bahasa Inggris). 1 (2): 512–521. doi:10.21512/humaniora.v1i2.2892. ISSN 2476-9061.
  3. ↑ "An A-Z of furniture: our guide to what you need to know when buying at auction". Christie's. 2024-06-17. Diakses tanggal 2024-12-08.
  4. ↑ Fatimah Febry Maharlika, Dina (2014-10-23). "ANALISIS PENERAPAN GAYA DESAIN DAN EKSPLORASI BENTUK YANG DIGUNAKAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH DESAIN MEBEL I". Majalah Ilmiah UNIKOM (dalam bahasa Inggris). Volume. ISSN 1411-9374.{{cite journal}}: |volume= memiliki teks tambahan
  5. ↑ Jones (2014-01-31). "Begini... Ciri-ciri Dasar Perbedaan Furnitur Antik dan Repro!". Kompas. Diakses tanggal 2024-12-08.
  6. ↑ "Furniture Vintage vs Modern: Mana yang Cocok untuk Rumah Anda?". Idemu. 2024-06-11. Diakses tanggal 2024-12-08.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan