Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional. |

Kematian otak atau brain death mengacu kepada kondisi tiadanya distribusi darah dan oksigen (O2 ) ke otak yang menyebabkan seluruh sistem otak (termasuk batang otak, saraf dan bagian-bagian otak lain yang mengatur aktivitas-aktivitas penghidupan seperti pernapasan dan denyut jantung) tidak lagi bekerja dengan sempurna dan keseluruhan.[1][2][3] Bila tubuh kehilangan kemampuan untuk mengorganisasi dan regulasi, maka tubuh hanyalah sekumpulan organ yang dapat hidup dan berfungsi dengan bantuan dari luar (berupa alat). Seluruh tanda kehidupan tersebut dapat menghilang jika bantuan dari luar tersebut dihentikan. Kehilangan fungsi otak ini umumnya tidak lagi dapat dipulihkan, akhirnya membawa kepada masalah kematian otak. Untuk segelintir pasien, kematian otak dapat terjadi sebelum denyut jantung mereka berhenti sepenuhnya.
Hal ini mungkin terjadi apabila pasien itu mengalami koma akibat kondisi-kondisi seperti yang disebutkan berikut dan telah mendapat perawatan bantuan pernapasan dari mesin khusus pernafasan (ventilator) seperti yang terjadi di unit perawatan rapi:
- Cedera otak yang menyebabkan bengkak otak,
- Pendarahan otak yang parah terjadi secara spontan,
- Otak bengkak yang parah karena diserang jangkitan kuman,
- Strok yang akut ataupun teruk.
Terdapat tiga tanda utama mati otak, yaitu koma atau tidak merespons (unresponsiveness), hilangnya refleks batang otak, dan apneu.
Referensi
- ↑ "Brain death". Encyclopedia of Death and Dying. Diakses tanggal 25 Maret 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Young, G Bryan. "Diagnosis of brain death". UpToDate. Diakses tanggal 25 Maret 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Goila, A.; Pawar, M. (2009). "The diagnosis of brain death". Indian Journal of Critical Care Medicine. 13 (1): 7–11. doi:10.4103/0972-5229.53108. PMC 2772257. PMID 19881172.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |