Minggu, 01 November 2026
06:52 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Dunia Barat

Dunia Barat

julukan untuk negara-negara yang berada di Eropa, Amerika, dan Australasia

Bagikan:
250px-Gambar_Peta_Dunia_Barat.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Negara Barat digambarkan dalam biru tua (Australia, Kanada, Eropa, Israel, Protestan, Katolik, Yahudi, Selandia Baru, Amerika Serikat) berdasarkan tulisan Clash of Civilizations oleh Samuel P. Huntington pada 1996. Warna pirus untuk negara Eropa ortodoks dan Amerika Latin.[1]

Dunia Barat (atau sering disebut Barat saja) merujuk kepada negara-negara yang berada di benua Eropa, Amerika, dan Australasia.[2] Dunia Barat dibedakan dari dunia Timur yang digunakan untuk merujuk kepada Timur Jauh. Meskipun begitu, pada umumnya kata ini lebih sering diasosiasikan terhadap negara-negara yang mempunyai mayoritas penduduk berkulit putih. Oleh karena itu, Israel, Australia, Turki dan Selandia Baru juga sering dianggap sebagai bagian dari dunia Barat. Meskipun secara geografis terletak di Barat, Amerika Latin biasanya tidak dianggap sebagai bagian dari dunia Barat, melainkan wilayah terpisah yang terkait dengan dunia Barat karena alasan budaya dan sejarah.

Bagi penduduk Timur yang masih menjunjung nilai-nilai tradisional dan tatakrama kebudayaan mereka, kehidupan di dunia Barat yang biasanya lebih terbuka kadang menyebabkan konotasi negatif terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia Barat. Orang Timur yang telah menyerap sebagian dari gaya hidup Barat biasanya dikatakan sebagai kebarat-baratan oleh kalangan tersebut. Meskipun demikian, pengaruh negara-negara adidaya yang terletak di Barat seperti Amerika Serikat yang semakin besar terhadap dunia secara keseluruhan telah membuat kesenjangan antara Barat dan Timur semakin memudar.

Pokok pemikiran

Liberalisme sekuler

Liberalisme sekuler merupakan pemikiran yang utamanya dianut di dunia Barat pada era modern. Paham ini kemudian disebarluaskan oleh dunia Barat secara global hingga ke dunia Islam. Penganutan liberalisme sekuler disebabkan oleh tiga faktor penting, yaitu trauma sejarah dominasi Kristen masa Abad Pertengahan, permasalahan tekstual Alkitab dan permasalahan teologi Alkitab. Ketiga faktor tersebut menghasilkan trauma kepada agama. Trauma ini kemudian menghasilkan sikap berpikir liberal yang sekuler bagi pemikiran di dunia Barat pada era modern.[3]

Rujukan

  1. ↑ "The World of Civilizations". web.archive.org. 2007-03-12. Diarsipkan dari versi asli pada 2007-03-12. Diakses tanggal 31 Desember 2020.
  2. ↑ Kurth, James (8 Oktober 2003). "Western Civilization, Our Tradition". Intercollegiate Studies Institute (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 30 Desember 2020.
  3. ↑ Husaini, Adian (2005). Wajah Peradaban Barat: Dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler Liberal. Jakarta: Gema Insani. hlm. 29–30. ISBN 978-602-250-517-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan