Jumat, 23 Oktober 2026
21:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Masjid Tokyo

Masjid Tokyo

masjid di Jepang

Bagikan:
Masjid Tokyo
330px-Tokyo_Camii_2009.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Agama
AfiliasiIslam
Lokasi
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Masjid_Tokyo&revid=29975678&groups=_18f570a4599b530a6e23f50d545f8f9248a18855&parser=parsoid
Peta interaktif Masjid Tokyo
Lokasi1-19 Ōyamachō, Shibuya, Tokyo, Jepang
Koordinat35°40′05″N 139°40′35″E / 35.66814°N 139.6765°E / 35.66814; 139.6765
Arsitektur
ArsitekMuharrem Hilmi Senalp
TipeMasjid
Peletakan batu pertama1998
Rampung30 Juni 2000
Biaya konstruksi1,5 juta Yen
Spesifikasi
Kubah1
Menara1
Tinggi menara41,48 meter

Masjid Tokyo, Tōkyō-jāmii (東京ジャーミイ) juga dikenal sebagai Tokyo Camii, adalah sebuah masjid dengan sebuah pusat budaya Turki yang berada di dekatnya yang terletak di distrik Ōyama-chō, kawasan Shibuya, Tokyo, Jepang. Masjid tersebut adalah masjid terbesar di Jepang. Masjid tersebut awalnya berdiri dengan sebuah sekolah yang berdekatan dengannya pada 12 Mei 1938 oleh para imigran Bashkir dan Tatar asal Rusia yang datang ke Jepang setelah Revolusi Oktober. Masjid Tokyo sempat dirobohkan pada tahun 1986 karena struktur masjid yang sudah mulai rusak.[1] Pada tanggal 30 Juni 2000, masjid ini dibuka kembali dengan arsitektur baru rancangan arsitek Turki Muharrem Hilmi Senalp.[2]

Sejarah

Awalnya, Masjid Tokyo dibangun oleh orang Turki keturunan Bashkir dan Tatar yang melarikan diri ke Jepang setelah Revolusi Oktober. Pembangunannya berada di bawah pengarahan Abdurreshid Ibrahim, Imam pertama dari masjid tersebut, dan Abdülhay Kurban Ali. Masjid Tokyo akhirnya berdiri pada tahun 1938.[2][3]

Masjid Tokyo sempat dirobohkan pada tahun 1986 karena konstruksi bangunan masjid telah mengalami kerusakan yang berat. Pembangunan kembali Masjid Tokyo diprakarsai oleh pemerintah Turki melalui Kementerian Agama Turki. Pada tahun 1998, pembangunan Masjid Tokyo diinisiasi Tokyo Camii Foundation dan selesai pada tahun 2000.[4][1] Masjid ini dibuka kembali pada tanggal 30 Juni 2000.[2] Pembangunan Masjid Tokyo baru menghabiskan dana sekitar 1,5 juta Yen.[2]

Penamaan 'Camii' pada nama masjid berasal dari bahasa Turki turunan bahasa Arab, yang memiliki arti tempat orang berkumpul untuk salat Jumat.[3]

Arsitektur

Masjid Tokyo didirikan pada lahan seluas 1.477 m² dengan luas bangunan 734 m². Masjid ini memiliki 4 lantai, dengan satu lantai bawah tanah. Masjid ini ditopang oleh 6 buah pilar dan memiliki kubah setinggi 23,25 meter serta sebuah menara setinggi 41,48 meter.[2]

250px-Inside_Tokyo_Camii_windows_roof_Dec_2015.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dalam Tokyo Camii

Referensi

  1. 1 2 "New Tokyo Mosque opens". The Japan Times. 1 Juli 2000. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Januari 2014.
  2. 1 2 3 4 5 "Sejarah Masjid Camii Jepang untuk Akad Nikah Reino Barack-Syahrini". tirto.id. Diakses tanggal 2020-06-06.
  3. 1 2 "Tokyo Camii: Japan's Biggest Mosque". nippon.com (dalam bahasa Inggris). 2013-06-19. Diakses tanggal 2020-06-06.
  4. ↑ "History of Tokyo Camii – 東京ジャーミイ・トルコ文化センター | Tokyo Camii Turkish Culture Center" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-06-06.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tokyo Mosque.
Ikon rintisan

Artikel bertopik masjid ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

35°40′05″N 139°40′35″E / 35.66806°N 139.67639°E / 35.66806; 139.67639

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan