Minggu, 27 September 2026
09:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Maasai

Maasai

suku bangsa di Kenya

Maasai
330px-Masai_women.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jumlah populasi
883.000
Daerah dengan populasi signifikan
 Kenya
        (perkiraan bervariasi)
377.089
atau 453.000[1]
[2]
 Tanzania (sebelah utara)430.000
[2]
Bahasa
Maa (ɔl Maa)
Agama
Monotheisme
termasuk Kristen
Kelompok etnik terkait
Samburu

Maasai adalah kelompok suku asli dari Afrika yang memiliki pola hidup semi-nomaden di Kenya dan Tanzania. Mereka adalah salah satu kelompok suku Afrika Timur yang paling dikenal di dunia luar karena kebudayaannya yang unik serta karena mereka bertempat tinggal dekat dengan banyak cagar alam dan taman nasional di Afrika Timur.[3]

Mereka berbicara dalam bahasa Maasai (Maa), yang masih berhubungan dengan keluarga bahasa Nilo-Sahara - yaitu bahasa bahasa Dinka, Nuer, Turkana dan Songhai. Populasi orang Maasai bervariasi antara 377.089 dari sensus tahun 1989 [1] sampai 453.000 jiwa tinggal di Kenya pada tahun 1994[2] dam 430.000 di Tanzania pada tahun 1993[2] dengan total mencapai 900.000 jiwa. "[3]

Perkiraan jumlah populasi yang sebenarnya di kedua negara masih kabur karena mereka tersebar di banyak wilayah terpencil serta karena pola hidup mereka yang berpindah-pindah.

Walaupun pemerintah Tanzania dan Kenya telah memberikan program pendidikan bagi etnis Maasai untuk meninggalkan pola kehidupan mereka yang semi-nomaden, namun mereka tetap berpegang pada tradisi kuno mereka.[4]

Referensi

  1. 1 2 Kenya - Population Distribution rcbowen.com, '1989 Census, ... Kenya Factbook, 15th Edition, 1997-1998. Kul Bhushan, Newspread International'
  2. 1 2 3 4 Ethnologue report for language code:mas ethnologue.com, '453,000 in Kenya (1994 I. Larsen BTL) ... 430,000 in Tanzania (1993)', Gordon, Raymond G., Jr. (ed.), 2005. Ethnologue: Languages of the World, Fifteenth edition. Dallas, Tex.: SIL International
  3. 1 2 Maasai - Introduction Jens Fincke, 2000-2003
  4. ↑ The Last of the Maasai. Mohamed Amin, Duncan Willetts, John Eames. 1987. Page 122. Camerapix Publishers International. ISBN 1-874041-32-6

Pranala luar

Photograf

Video

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan