Kamis, 29 Oktober 2026
13:31 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Maria dari Montpellier

Maria dari Montpellier

Bagikan:
250px-Pedro2_marie.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Maria dari Montpellier (bahasa Oksitan:Maria de Montpelhièr; 1182 – 18 April 1213) adalah puterinda Guilhèm VIII dari Montpellier dan Eudokia Komnene. Persyaratan pernikahan adalah anak pertama, baik lelaki atau perempuan, akan meneruskan kepemimpinan Montpellier setelah Guilhèm wafat.

Maria menikah dengan Raymond Geoffroy II dari Marseille pada tahun tahun 1192 namun tak lama sebelumnya ia telah menjadi janda pada tahun tersebut. Pernikahan keduanya, pada tahun 1197, dengan Bernard IV dari Comminges, dan ayahnya sekarang memaksanya untuk menyerahkan hak atas warisannya di Montpellier. Maria memiliki 2 orang putri dengan Bernard, Mathilde dan Petronille. Pernikahan tersebut adalah sebuah pernikahan poligami. Bernard memiliki 2 orang istri lainnya. Pernikahan itu dibatalkan (beberapa berpendapat bahwa Marie yang bersikeras, beberapa yang lainnya berpendapat bahwa Pero II dari Aragon) dan pembatalan berarti ia akan kembali menjadi pewaris Montpellier.

Guilhèm VIII wafat pada tahun 1202. Adik tiri Maria, putra Guilhèm VIII dengan Inés dari Kastilia, Guilhèm IX, telah mengambil alih kota, tetapi Maria menegaskan haknya atas kota tersebut. Pada tanggal 15 Juni 1204 ia menikah dengan Pero II dan dikenal sebagai Puteri Montpellier. Putranya dengan Pero, Chaime I, yang kelak dikenal dengan julukan si Penakluk, dilahirkan pada tanggal 1 Februari 1208. Pero secepatnya berusaha untuk menceraikannya, dan berharap untuk menikah dengan Maria dari Montferrat, Raja Yerusalem, dan menuntut Montpellier untuk dirinya sendiri. Tahun-tahun terakhir Maria dihabiskan dengan bertempur atas politik dan manuver pernikahan. Paus Innosensius III akhirnya memutuskan untuk menolak permohonan perceraian. Baik Maria dan Pero wafat pada tahun 1213; Chaime mewarisi Aragon dan Montpellier.

Sumber

Bibliografi

  • J. M. Lacarra, L. Gonzalez Anton, 'Les testaments de la reine Marie de Montpellier' in Annales du Midi vol. 90 (1978) pp. 105–120.
  • M. Switten, 'Marie de Montpellier: la femme et le pouvoir en Occitanie au douzième siècle' in Actes du Premier Congrès International de l'Association d'Etudes Occitanes ed. P. T. Ricketts (London: Westfield College, 1987) pp. 485–491.
  • K. Varzos, I genealogia ton Komninon (Thessalonica, 1984) vol. 2 pp. 346–359.
Maria dari Montpellier
Lahir: sekitar 1182 Meninggal: 18 April 1213
Bangsawan Prancis
Didahului oleh:
Guilhèm IX
Puteri Montpellier
1204–1213
Diteruskan oleh:
Chaime I
Gelar penyandang kekuasaan
Didahului oleh:
Sancha
Ratu Aragon
1204-1213
Diteruskan oleh:
Leonor
Adipati Barcelona, Girona, Osona dan Besalú
1204-1213
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan