Sabtu, 10 Oktober 2026
02:33 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Mari longa

Pahlawan Indonesia dari Ende

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022)
Mari Longa
Leba Longa
Lahir1855
Meninggal1907 (usia 52)
Penyebab kematian
Gugur dalam perang melawan Belanda
PekerjaanPahlawan dalam perjuangan melawan Belanda
Masa aktif1890—1907
LawanBelanda Belanda
Pasangan menikahNderu Ndoki
Kapi Mbipi
Weti Nduru
Fai Bilo
Weti Atu
Tidhu
Aru Atu
Bela Badjo
AnakNduru Mari
Orang tuaLonga Rowa (ayah)
Kemba Kore (ibu)

Mari Longa (skt.1855—1907) adalah seorang pejuang besar bangsa Indonesia yang dengan tegas melawan penjajah Belanda. Darah pemimpin dan kesatria mengalir dari ayahnya, Longa Rowa. Longa Rowa merupakan seorang panglima besar dan penjaga perbatasan Tanah Persekutuan Lio Nida. Mari Longa dilahirkan dari rahim seorang ibu bernama Kemba Kore di Watunggere, Lio Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Pada awalnya, Mari Longa diberi nama Leba Longa oleh ayahnya. Dalam bahasa Lio, leba adalah nama sayur pare yang sangat pahit rasanya. Ayah Mari Longa memilih nama Leba yang bermakna pahit, berharap anaknya dapat memiliki sifat yang tegas. Namun, seiring berjalan waktu, Leba Longa mengalami sakit-sakitan dan selalu cengeng. Suatu malam, Longa Rowa bermimpi bahwa anaknya harus diganti namanya menjadi Mari. Mari adalah sejenis pohon yang kulitnya sangat pahit dan keras kayunya. Dengan dihadiri oleh tokoh adat setempat, Leba secara resmi diganti namanya menjadi Mari Longa. Sejak saat itu, Mari Longa tumbuh dengan sangat sehat.[1]

Sejak usianya yang sekitar empat tahun, Mari Longa sudah belajar memanah. Kepemimpinan Mari Longa sudah terlihat ketika Ia bermain perang-perangan bersama teman-temannya. Pada usia delapan tahun, Mari Longa sudah terbiasa ikut berburu di hutan bersama orang-orang desa. Mari Longa juga dikenal sebagai seorang pengembara. Ia mengembara dari ujung Flores, bahkan sampai ke beberapa pulau terdekat Flores. Pengalamannya sejak kecil membuat cara pandang dan wawasannya semakin luas.[1]

Selama melakukan perjalanan, Mari Longa melihat dengan matanya sendiri penderitaan orang Flores dari ujung barat hingga timur. Bagi yang melawan Belanda, mereka ditangkap, dipukul, ditendang, bahkan dimasukkan ke dalam bui. Dengan modal kepemimpinan dan keberaniannya, Mari Longa bertekad untuk melakukan revolusi menentang Belanda. Langkah awalnya adalah mencari simpatisan dengan mengadakan gerakan moral dari kampung ke kampung.[1]

Mari Longa sangat disegani oleh masyarakat Lio karena ia juga memiliki rasa sosial yang tinggi terhadap sesama manusia. Ia suka menolong dan mendahulukan kepentingan orang banyak. Mari Longa bergaul dengan siapa saja, tanpa memandang bulu, tidak ada perbedaan perlakuan antara satu orang dengan orang lainnya. Hal inilah yang membuat Mari Longa dapat diakui sebagai sosok pemimpin yang tangguh dan menjadi idola masyarakat saat itu. Mari Longa tiba di ujung masa pengembaraannya ketika ia bertemu dengan Nderu Ndoki yang menjadi istrinya. Selain Nderu Ndoki, Mari Longa juga memiliki enam orang selir yaitu Kapi Mbipi, Weti Nduru, Fai Bilo, Weti Atu, Tidhu, Aru Atu, dan Bela Badjo.[1]

Gugur

Pada tahun 1907, Mari Longa gugur di tangan Kapten Christoffel di depan Benteng Watunggere. Kini, kisah Mari Longa dengan masa kejayaannya tinggal cerita lusuh dan usang. Kesaktian dan kepemimpinan Mari Longa hanya selembar sejarah yang kini masih terlukis pada nama salah satu jalan di Kota Ende, Jalan Mari Longa. Ia memberikan roh dan semangat bagi generasi penerusnya untuk terus membangun negeri ini dengan semboyan “topo doga, ae bere iwa sele“ (tanpa menyerah dan tak kenal lelah).

Pertempuran/Perang

Perang Mari Longa

Perlawanan Suku Lio Terhadap Kolonial Belanda Dibawah Kepemimpinan Mari Longa (1870-an—1880-an)

Perang melawan orang Mego dan suku-suku lainnya yang ada di Nusa Tenggara Timur
Tanggal1870-an - 1880-an
Lokasi
Hasil Kemenangan suku Ende
• Suku Mego, Lise Lande, Londi Lala, Detukeli, dan Diko Lawi bersatu
Pihak yang terlibat
Suku Ende Suku Mego, Lise Lande, Londi Lala, Detukeli, dan Diko Lawi
Belanda Belanda
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Mari Longa
Kekuatan
Tentara-tentara Ende Tentara-tentara dan pasukan suku Mego, Lise Lande, Londi Lala, Detukeli, dan Diko Lawi
Tentara-tentara Belanda

Perang melawan Belanda (1890—1907)

Perang Mari Longa
Tanggal1890-1902,1905-1907
Lokasi
Hasil Perang Koloni I:
• Kemenangan Mari Longa
Perang Koloni II:
• Kemenangan Mari Longa
Perang Koloni III:
• Kemenangan Mari Longa
Perang Koloni IV:
• Kemenangan Mari Longa
Perang Koloni V:
• Gugurnya Mari Longa
• Kemenangan Belanda
Pihak yang terlibat
Belanda Belanda Mari Longa dengan pasukan dan tentara-tentara Ende
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Belanda Kapten Hans Christoffel Mari Longa  †
Bhara Nuri
Nduru Mari  (WIA)
Kekuatan
Serdadu-serdadu Belanda Rakyat-rakyat Ende
Korban jiwa dan kerugian
Banyak korban tewas dan terluka Tidak diketahui

Referensi

  1. 1 2 3 4 Patty, Lasa, Wake, Servas, Frans, Piet (2001). Perang Mari Longa (1893-1907). Ende: Yayasan Servas Mario. hlm. 59. ISBN 979-9547-10-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan