Berikut ini adalah daftar fam Sula yang merupakan himpunan nama keluarga (fam atau marga) tradisional suku Sula dan suku Mangole yang mendiami Kabupaten Kepulauan Sula, khususnya di Pulau Sulabesi dan Pulau Mangoli, Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Dalam tatanan adat kemasyarakatan kepulauan ini, fam-fam tersebut terhimpun ke dalam persekutuan teritorial dan genealogis, di antaranya sistem empat sayap adat Soa Gareha di Sulabesi serta persekutuan sembilan marga Umasoa Gatasia di Desa Mangoli, Pulau Mangoli.[1][2]
Sistem penamaan dan kekerabatan marga di Kepulauan Sula memiliki kekhasan linguistik yang menonjol, di antaranya tingginya frekuensi marga berawalan Uma- (yang berakar dari konsep rumah adat klan patrilineal), toponimi pulau seperti Umawaitina (dari Desa Waitina) dan Capalulu (dari Selat Capalulu), serta jejak kontak maritim yang intens dengan Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, masyarakat daratan utara Halmahera (seperti suku Galela dan Tobelo), serta komunitas perantau dari Bugis, Makassar, Buton, Jawa, Arab, dan Tionghoa.[3][4]
Latar belakang sosio-kultural

Konfederasi adat Soa Gareha (Pulau Sulabesi)

Struktur sosial tradisional masyarakat suku Sula di Pulau Sulabesi bertumpu pada konsep Soa Gareha (Empat Soa), yaitu persekutuan teritorial dan kekerabatan yang membagi pulau ke dalam empat kelompok besar:[5]
- Soa Fagudu: Wilayah bagian selatan Sulabesi, memiliki peranan kepemimpinan spiritual Islam dan hukum adat.
- Soa Falahu (atau Faahu): Wilayah bagian utara Sulabesi, berperan dalam hubungan diplomatik antarpulau.
- Soa Fatcei: Wilayah bagian barat Sulabesi, terkenal dengan ketangkasan bahari dan keprajuritan.
- Soa Mangon: Wilayah bagian timur Sulabesi, memiliki pertalian darah dan historis langsung dengan penduduk Pulau Mangoli.
Secara tradisional, setiap soa dipimpin oleh seorang pemimpin spiritual dan adat yang bergelar imam (dikenal sebagai Imam Soa), serta seorang kepala pemerintahan adat kampung yang disebut fanyira.[1] Keempat sayap adat ini bermusyawarah di sebuah rumah adat agung bersama yang dinamakan Uma Ya Fai Gareha. Komitmen persatuan seluruh klan dan pendatang di Kepulauan Sula disatukan oleh falsafah moral luhur: "Dad Hia Ted Sua" (secara harfiah bermakna "Bersatu Membangun Sula").[1]
Pranata sembilan marga (Umasoa Gatasia) di Mangoli Tengah
Di Pulau Mangoli, khususnya di Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah, struktur kemasyarakatan adat bertumpu pada pranata lokal yang disebut Umasoa Gatasia (secara harfiah bermakna "Sembilan Rumah Marga Adat", di mana kata Gatasia berarti sembilan dalam bahasa daerah Sula/Mangoli).[2][6]
Kesembilan marga adat tersebut memiliki urutan kehormatan silsilah (senioritas adat) sebagai berikut:[2]
- Umasoa Umasangaji (garis kepemimpinan Sangadji di Mangoli)
- Umasoa Masuku (marga tertua pesisir Mangoli Tengah)
- Umasoa Sillia / Silia (marga komunitas pemukim mula-mula)
- Umasoa Waisale (marga toponimi hidrologis di muara sungai)
- Umasoa Umacina (jejak asimilasi historis garis keturunan Tionghoa)
- Umasoa Tukuboya / Tukaboya (marga tradisional daratan Mangoli)
- Umasoa Kufau / Kafau (rumpun keluarga perbukitan Mangoli)
- Umasoa Soamangon (marga penghubung dengan pilar Soa Mangon di Sulabesi)
- Umasoa Mafa (jejak perniagaan maritim dengan pesisir Halmahera Selatan)
Masing-masing dari kesembilan marga ini dipimpin oleh seorang kepala klan yang bergelar Mata Oga, di bawah pimpinan pucuk adat desa yang bergelar Sangaji. Pranata ini tampil secara terpadu dalam tradisi Bamapu Adat (memasak adat gotong royong) dan pengantaran hidangan ke masjid saat upacara Khatam Al-Qur'an adat.[2]
Sistem patrilineal dan matarumah
Serupa dengan suku-suku lain di Kepulauan Maluku, masyarakat Sula menganut sistem kekerabatan patrilineal.[3] Garis keturunan dan hak pewarisan fam diturunkan melalui pihak ayah (laki-laki). Satuan keluarga batih yang berasal dari satu nenek moyang bersama membentuk rumpun kekerabatan yang disebut matarumah.[catatan 1]
Dalam kehidupan sehari-hari, sistem fam menjadi fondasi bagi tradisi tolong-menolong (walima) dan kerja gotong royong (ambil tangan), baik dalam upacara pernikahan, pembangunan rumah, pembukaan kebun, hingga pengurusan jenazah.[3] Di tanah perantauan (seperti di Kota Ternate, Ambon, atau Jakarta), ikatan fam tetap dipertahankan sebagai sarana menjaga kohesi sosial dan perlindungan kekerabatan antar-warga Sula.[3]
Tipologi nama fam
Berdasarkan morfologi bahasa dan latar belakang sejarahnya, 151 fam yang tercatat dalam khazanah masyarakat Sula dan Mangoli dikelompokkan ke dalam 5 tipologi utama:
1. Kluster prefiks Uma- (Klan Matarumah)
Sebanyak 23 fam (sekitar 15,2% dari total fam) diawali oleh morfem Uma-. Dalam rumpun bahasa Austronesia di Maluku, kata uma serumpun dengan kata ruma yang bermakna "rumah", merujuk pada identitas rumah adat atau klan asal usul keluarga patrilineal:[4]
- Umagapi: Keluarga pembesar/petinggi adat terkemuka.
- Umasugi: Secara semantik bermakna keluarga yang makmur/kaya.
- Umasangadji: Garis keturunan pemegang mandat kepala wilayah Sangadji.
- Umaternate: Rumpun klan yang memiliki pertalian darah langsung dengan bangsawan Kesultanan Ternate.
- Umawaitina: Klan yang berakar langsung dari toponimi Desa Waitina di Kecamatan Mangoli Timur.
- Serta fam: Umaaya, Umabaihi, Umacina, Umafagur, Umagap, Umagapit, Umage, Umahuk, Umakaapa, Umakamea, Umalekhay, Umalekhoa, Umamit, Umanahu, Umanailo, Umarama, Umasoa, Umatui.
2. Kluster morfem lokal khas (-pon dan -mona)
Kekhasan fonologi bahasa daerah Sula tecermin pada marga-marga yang memiliki akhiran terikat: Sufiks -pon (9 fam): Aupon, Banapon, Fatcepon, Fatgehipon, Fayaupon, Kanaupon, Naipon, Saniapon, Teapon. (Fam Aupon berkaitan erat dengan pemukiman Auponhia di Mangoli). Sufiks -mona (5 fam): Bilmona, Buamona, Fatmona, Gelamona, Lidamona. Morfem ini umumnya berakar dari toponim wilayah daratan atau perbukitan.
3. Kluster toponimik dan asimilasi maritim

Sebagai wilayah pelabuhan singgah di jalur rempah antara Laut Maluku dan Laut Banda, Sula menerima kedatangan pedagang dan utusan politik dari berbagai penjuru, yang kemudian berakulturasi penuh dan diakui sebagai fam lokal:[7]
- Asimilasi Maluku Utara: Bacan, Tidore, Makian, Maloko, Galela, Mayau, Mafa.
- Asimilasi Sulawesi & Sekitarnya: Bone, Buton, Makasar, Silayar, Gorontalo.
- Asimilasi Maluku Tengah: Marasabessy, Makatita, Lumbessy, Salawane, Rumuar, Riry.
- Asimilasi Jawa, Timur Tengah, dan Tionghoa: Jawa, Pauwah, Haimia, Haitami, Samuda, Sahlan, Tan, Thes.[catatan 2]
4. Kluster gelar kepemimpinan adat
Fam yang berasal dari gelar jabatan struktural pada masa pengaruh Kesultanan Ternate dan pemerintahan swatantra lokal:
- Sangadji, Joisangadji, Yoisangadji, Umasangadji: Garis keturunan kepala wilayah otonom adat.
- Marsaoly: Gelar perwira militer / panglima laut Kesultanan Ternate yang ditempatkan di Sanana.
- Capalulu: Gelar kehormatan adat yang bertalian erat dengan toponimi Desa Capalulu dan Selat Capalulu di Mangoli Tengah.
- Manyira: Variasi penulisan dari jabatan fanyira atau kepala kampung adat.
5. Marga tradisional reguler
Mencakup 82 fam tradisional masyarakat kepulauan Sula dan Mangoli yang diturunkan melalui garis ayah (patrilineal) sesuai hukum adat (seperti Duwila, Buamona, Sapsuha, Gai, Gailea, Masuku, Tuguis, Pora, Ipa, Norau).
Profil rumpun marga terkemuka
- Rumpun Umagapi: Salah satu klan paling terkemuka di Pulau Sulabesi. Kata gapi dalam bahasa daerah merujuk pada kedudukan terhormat atau bangsawan. Para tokoh marga ini secara turun-temurun memegang peranan penting dalam struktur dewan adat dan kepemimpinan daerah.
- Rumpun Marsaoly: Berakar dari gelar panglima laut (kapita) utusan Kesultanan Ternate yang ditugaskan mengamankan perairan Kepulauan Sula dari serangan bajak laut dan mengoordinasikan penyerahan upeti rempah. Keturunannya melebur menjadi salah satu marga bangsawan Sula terpandang.
- Rumpun Duwila, Buamona, dan Sapsuha: Tiga marga dengan populasi warga adat terbesar yang tersebar di hampir seluruh desa di Sulabesi dan pesisir Pulau Mangoli, banyak melahirkan tokoh adat, pendidik, dan pejabat pemerintahan.
- Rumpun Umawaitina dan Capalulu: Representasi klan berakar kuat dari daratan Pulau Mangoli. Umawaitina berakar dari Desa Waitina (Mangoli Timur), sementara Capalulu berkaitan erat dengan Desa Capalulu dan perairan legendaris Selat Capalulu.
Tabel ensiklopedis 151 fam Sula dan Mangoli
Berikut adalah tabel komprehensif 151 fam tradisional Kepulauan Sula (Sulabesi dan Mangoli) yang disusun secara alfabetis dan dapat diurutkan berdasarkan nomor urut, abjad, kategori, serta wilayah persebaran:[catatan 3]
| No | Nama Fam | Abjad | Kategori Tipologi | Analisis Morfem | Persebaran Wilayah | Keterangan Budaya & Dialek |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Apal | A | Marga Tradisional Reguler | Apal | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 2 | Aufat | A | Marga Tradisional Reguler | Aufat | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 3 | Aunaka | A | Marga Tradisional Reguler | Aunaka | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 4 | Aupon | A | Kluster Morfem Lokal (-pon) | Au + pon | Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) | Berakar dari toponimi pemukiman Auponhia di Pulau Mangoli |
| 5 | Bacan | B | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Bacan | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Kesultanan Bacan, Maluku Utara |
| 6 | Baihi | B | Marga Tradisional Reguler | Baihi | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 7 | Banapon | B | Kluster Morfem Lokal (-pon) | Bana + pon | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon). |
| 8 | Basahona | B | Marga Tradisional Reguler | Basahona | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 9 | Bilmona | B | Kluster Morfem Lokal (-mona) | Bil + mona | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga dengan sufiks morfem khas lokal (-mona). |
| 10 | Bone | B | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Bone | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Kerajaan Bone / Bugis, Sulawesi Selatan |
| 11 | Buabes | B | Marga Tradisional Reguler | Buabes | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 12 | Buamona | B | Kluster Morfem Lokal (-mona) | Bua + mona | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga dengan sufiks morfem khas lokal (-mona). |
| 13 | Buamonabot | B | Marga Tradisional Reguler | Buamonabot | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 14 | Buton | B | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Buton | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Kesultanan Buton, Sulawesi Tenggara |
| 15 | Capalulu | C | Kluster Gelar & Jabatan Adat | Capalulu | Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) | Berakar dari toponimi Desa Capalulu & Selat Capalulu di Mangoli Tengah |
| 16 | Dokolamo | D | Marga Tradisional Reguler | Dokolamo | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 17 | Drakel | D | Marga Tradisional Reguler | Drakel | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 18 | Duwila | D | Marga Tradisional Reguler | Duwila | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 19 | Embisa | E | Marga Tradisional Reguler | Embisa | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 20 | Esar | E | Marga Tradisional Reguler | Esar | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 21 | Faayai | F | Marga Tradisional Reguler | Faayai | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 22 | Fahudu | F | Marga Tradisional Reguler | Fahudu | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 23 | Fataruba | F | Marga Tradisional Reguler | Fataruba | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 24 | Fatcepon | F | Kluster Morfem Lokal (-pon) | Fatce + pon | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon). |
| 25 | Fatgehipon | F | Kluster Morfem Lokal (-pon) | Fatgehi + pon | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon). |
| 26 | Fatmona | F | Kluster Morfem Lokal (-mona) | Fat + mona | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga dengan sufiks morfem khas lokal (-mona). |
| 27 | Faudu | F | Marga Tradisional Reguler | Faudu | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 28 | Fayaupon | F | Kluster Morfem Lokal (-pon) | Fayau + pon | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon). |
| 29 | Fokaaya | F | Marga Tradisional Reguler | Fokaaya | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 30 | Fokatea | F | Marga Tradisional Reguler | Fokatea | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 31 | Fukweu | F | Marga Tradisional Reguler | Fukweu | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 32 | Gai | G | Marga Tradisional Reguler | Gai | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 33 | Gailea | G | Marga Tradisional Reguler | Gailea | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 34 | Galela | G | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Galela | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Suku Galela, Halmahera Utara |
| 35 | Gelamona | G | Kluster Morfem Lokal (-mona) | Gela + mona | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga dengan sufiks morfem khas lokal (-mona). |
| 36 | Gorontalo | G | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Gorontalo | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Semenanjung Gorontalo, Sulawesi Utara |
| 37 | Haimia | H | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Haimia | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Keturunan Arab / Timur Tengah berasimilasi |
| 38 | Haitami | H | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Haitami | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Keturunan Arab / Timur Tengah berasimilasi |
| 39 | Ipa | I | Marga Tradisional Reguler | Ipa | Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) | Tersebar di Pulau Mangoli dan Sulabesi |
| 40 | Jainahu | J | Marga Tradisional Reguler | Jainahu | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 41 | Jawa | J | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Jawa | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Jawa / pelaut & pedagang pesisir |
| 42 | Joisangadji | J | Kluster Gelar & Jabatan Adat | Joisangadji | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Varian gelar keturunan Sangadji (Yoisangadji) |
| 43 | Kailul | K | Marga Tradisional Reguler | Kailul | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 44 | Kanaupon | K | Kluster Morfem Lokal (-pon) | Kanau + pon | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon). |
| 45 | Kaslub | K | Marga Tradisional Reguler | Kaslub | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 46 | Kaufua | K | Marga Tradisional Reguler | Kaufua | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 47 | Kaunar | K | Marga Tradisional Reguler | Kaunar | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 48 | Kedafota | K | Marga Tradisional Reguler | Kedafota | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 49 | Kemhay | K | Marga Tradisional Reguler | Kemhay | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 50 | Kharie | K | Marga Tradisional Reguler | Kharie | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 51 | Koja | K | Marga Tradisional Reguler | Koja | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 52 | Koroy | K | Marga Tradisional Reguler | Koroy | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 53 | Kufau | K | Marga Tradisional Reguler | Kufau | Sulabesi & Mangoli | Umasoa Kufau / Kafau (Urutan 7 Umasoa Gatasia Desa Mangoli) |
| 54 | Leib | L | Marga Tradisional Reguler | Leib | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 55 | Lek | L | Marga Tradisional Reguler | Lek | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 56 | Leko | L | Marga Tradisional Reguler | Leko | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 57 | Liamanu | L | Marga Tradisional Reguler | Liamanu | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 58 | Liambana | L | Marga Tradisional Reguler | Liambana | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 59 | Lidagatel | L | Marga Tradisional Reguler | Lidagatel | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 60 | Lidamona | L | Kluster Morfem Lokal (-mona) | Lida + mona | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga dengan sufiks morfem khas lokal (-mona). |
| 61 | Limagap | L | Marga Tradisional Reguler | Limagap | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 62 | Lossen | L | Marga Tradisional Reguler | Lossen | Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) | Tercatat dalam sensus adat pedalaman Mangoli dan Sulabesi |
| 63 | Lumbessy | L | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Lumbessy | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Asimilasi marga Maluku Tengah |
| 64 | Mafa | M | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Mafa | Sulabesi & Mangoli | Umasoa Mafa (Urutan 9 Umasoa Gatasia Desa Mangoli) |
| 65 | Makasar | M | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Makasar | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Makassar / Gowa-Tallo, Sulawesi Selatan |
| 66 | Makatita | M | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Makatita | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Asimilasi marga Maluku Tengah / Ambon |
| 67 | Makian | M | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Makian | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Pulau Makian, Maluku Utara |
| 68 | Maloko | M | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Maloko | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Maluku / Lingkup Ternate |
| 69 | Manaf | M | Kluster Gelar & Jabatan Adat | Manaf | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Gelar / nama kehormatan Islam tradisional |
| 70 | Manyira | M | Marga Tradisional Reguler | Manyira | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 71 | Marasabessy | M | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Marasabessy | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Asimilasi marga Kepulauan Lease / Maluku Tengah |
| 72 | Marsaoly | M | Kluster Gelar & Jabatan Adat | Marsaoly | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Gelar kehormatan panglima / kapita masa Kesultanan Ternate |
| 73 | Masuku | M | Marga Tradisional Reguler | Masuku | Sulabesi & Mangoli | Umasoa Masuku (Urutan 2 Umasoa Gatasia Desa Mangoli) |
| 74 | Mayau | M | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Mayau | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Pulau Mayau, Kepulauan Batang Dua |
| 75 | Mus | M | Marga Tradisional Reguler | Mus | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 76 | Naipon | N | Kluster Morfem Lokal (-pon) | Nai + pon | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon). |
| 77 | Norau | N | Marga Tradisional Reguler | Norau | Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) | Tersebar di perkampungan Pulau Mangoli |
| 78 | Olong | O | Marga Tradisional Reguler | Olong | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 79 | Panigfat | P | Marga Tradisional Reguler | Panigfat | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 80 | Papalia | P | Marga Tradisional Reguler | Papalia | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 81 | Pauwah | P | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Pauwah | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Keturunan Arab Hadramaut yang berasimilasi di Sanana |
| 82 | Pohe | P | Marga Tradisional Reguler | Pohe | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 83 | Pora | P | Marga Tradisional Reguler | Pora | Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) | Tersebar di perkampungan Pulau Mangoli dan Sulabesi |
| 84 | Riry | R | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Riry | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Asimilasi marga Maluku Tengah |
| 85 | Rumuar | R | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Rumuar | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Asimilasi marga Maluku Tenggara / Seram Timur |
| 86 | Ruray | R | Marga Tradisional Reguler | Ruray | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 87 | Sahlan | S | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Sahlan | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Asimilasi pengaruh Islam pesisir |
| 88 | Salakahan | S | Marga Tradisional Reguler | Salakahan | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 89 | Salawane | S | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Salawane | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Asimilasi marga Maluku Tengah / Seram |
| 90 | Samuda | S | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Samuda | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Keturunan Arab Hadramaut / pesisir berasimilasi |
| 91 | Sanaba | S | Marga Tradisional Reguler | Sanaba | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 92 | Sanela | S | Marga Tradisional Reguler | Sanela | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 93 | Sangadji | S | Kluster Gelar & Jabatan Adat | Sangadji | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Gelar kepala daerah swatantra di bawah Kesultanan Ternate |
| 94 | Sania | S | Marga Tradisional Reguler | Sania | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 95 | Saniapon | S | Kluster Morfem Lokal (-pon) | Sania + pon | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon). |
| 96 | Sapsuha | S | Marga Tradisional Reguler | Sapsuha | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 97 | Selmul | S | Marga Tradisional Reguler | Selmul | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 98 | Selpia | S | Marga Tradisional Reguler | Selpia | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 99 | Sibela | S | Marga Tradisional Reguler | Sibela | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 100 | Siko | S | Marga Tradisional Reguler | Siko | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 101 | Silayar | S | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Silayar | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan |
| 102 | Silia | S | Marga Tradisional Reguler | Silia | Sulabesi & Mangoli | Umasoa Sillia (Urutan 3 Umasoa Gatasia Desa Mangoli) |
| 103 | Soamangon | S | Marga Tradisional Reguler | Soamangon | Sulabesi & Mangoli | Umasoa Soamangon / Suamangon (Urutan 8 Umasoa Gatasia Desa Mangoli) |
| 104 | Soamole | S | Marga Tradisional Reguler | Soamole | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 105 | Subena | S | Marga Tradisional Reguler | Subena | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 106 | Tabaika | T | Marga Tradisional Reguler | Tabaika | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 107 | Tabona | T | Marga Tradisional Reguler | Tabona | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 108 | Tan | T | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Tan | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Keturunan Tionghoa yang berasimilasi dalam adat Sula |
| 109 | Taohi | T | Marga Tradisional Reguler | Taohi | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 110 | Tauda | T | Marga Tradisional Reguler | Tauda | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 111 | Teapon | T | Kluster Morfem Lokal (-pon) | Tea + pon | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon). |
| 112 | Thes | T | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Thes | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Keturunan Tionghoa yang berasimilasi dalam masyarakat Sanana |
| 113 | Tidore | T | Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim | Tidore | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Kesultanan Tidore, Maluku Utara |
| 114 | Titdoi | T | Marga Tradisional Reguler | Titdoi | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 115 | Tuara | T | Marga Tradisional Reguler | Tuara | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 116 | Tuguis | T | Marga Tradisional Reguler | Tuguis | Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) | Populasi signifikan di perkampungan Pulau Mangoli |
| 117 | Tukaboya | T | Marga Tradisional Reguler | Tukaboya | Sulabesi & Mangoli | Umasoa Tukuboya (Urutan 6 Umasoa Gatasia Desa Mangoli) |
| 118 | Umaaya | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + aya | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 119 | Umabaihi | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + baihi | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 120 | Umacina | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + cina | Sulabesi & Mangoli | Umasoa Umacina (Urutan 5 Umasoa Gatasia Desa Mangoli) |
| 121 | Umafagur | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + fagur | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 122 | Umagap | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + gap | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 123 | Umagapi | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + gapi | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 124 | Umagapit | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + gapit | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 125 | Umage | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + ge | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 126 | Umahuk | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + huk | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 127 | Umakaapa | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + kaapa | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 128 | Umakamea | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + kamea | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 129 | Umalekhay | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + lekhay | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 130 | Umalekhoa | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + lekhoa | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 131 | Umamit | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + mit | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 132 | Umanahu | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + nahu | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 133 | Umanailo | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + nailo | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 134 | Umarama | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + rama | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 135 | Umasangadji | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + sangadji | Sulabesi & Mangoli | Umasoa Umasangaji (Urutan 1 Umasoa Gatasia Desa Mangoli) |
| 136 | Umasoa | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + soa | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 137 | Umasugi | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + sugi | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 138 | Umaternate | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + ternate | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 139 | Umatui | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + tui | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal). |
| 140 | Umawaitina | U | Kluster Uma Matarumah | Uma + waitina | Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) | Berakar dari toponimi Desa Waitina di Kecamatan Mangoli Timur |
| 141 | Upara | U | Marga Tradisional Reguler | Upara | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 142 | Usia | U | Marga Tradisional Reguler | Usia | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 143 | Waibot | W | Marga Tradisional Reguler | Waibot | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 144 | Waiola | W | Marga Tradisional Reguler | Waiola | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 145 | Waisale | W | Marga Tradisional Reguler | Waisale | Sulabesi & Mangoli | Umasoa Waisale (Urutan 4 Umasoa Gatasia Desa Mangoli) |
| 146 | Wambes | W | Marga Tradisional Reguler | Wambes | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 147 | Wanboko | W | Marga Tradisional Reguler | Wanboko | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 148 | Weu | W | Marga Tradisional Reguler | Weu | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 149 | Yakseb | Y | Marga Tradisional Reguler | Yakseb | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 150 | Yoioga | Y | Marga Tradisional Reguler | Yoioga | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku. |
| 151 | Yoisangadji | Y | Kluster Gelar & Jabatan Adat | Yoisangadji | Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) | Gelar bangsawan / keturunan Sangadji di Kepulauan Sula |
Catatan penjelas
- ↑ Meskipun secara konseptual fam-fam Sula berakar dari salah satu soa tertentu, dinamika migrasi antardesa, perkawinan silang, serta pembentukan matarumah baru menyebabkan beberapa marga besar kini memiliki persebaran keluarga di kedua pulau utama (Sulabesi dan Mangoli).
- ↑ Fam seperti Thes (varian ejaan Belanda dari marga The) dan Tan merepresentasikan pembauran historis komunitas pedagang Tionghoa yang telah beranak-pinak dan melebur dalam pranata sosial Sanana sejak era VOC.
- ↑ Daftar ini dihimpun dari inventarisasi literatur budaya, dokumen kependudukan resmi Kabupaten Kepulauan Sula, serta naskah ensiklopedia terbitan sebelumnya. Kemungkinan adanya variasi fonetik lokal (seperti peluluhan konsonan atau pertukaran vokal) diakui sebagai bagian dari dinamika dialek lisan setempat.
Lihat pula
- Suku Sula
- Suku Mangole
- Pulau Mangole
- Pulau Sulabesi
- Kabupaten Kepulauan Sula
- Benteng De Verwachting
- Daftar fam Maluku
- Daftar fam Ambon
Referensi
- 1 2 3 "21 Tahun Perjalanan Sula Dad Hia Ted Sua: Refleksi Sejarah dan Kekerabatan Empat Soa". www.koranmalut.co.id. Koran Malut. 31-05-2024. Diakses tanggal 10-07-2024.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|access-date=and|date= - 1 2 3 4 "Tradisi Bamapu Adat dan Umasoa Gatasia di Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah". tandaseru.com. Tanda Seru Maluku Utara. 2023. Diakses tanggal 22-10-2024.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|access-date= - 1 2 3 4 Said, Rasna (2022). "Fungsi Sistem Marga pada Kekerabatan Masyarakat Sula di Kota Ternate Kelurahan Salahuddin" (PDF). Fakultas Ilmu Budaya Antropologi. Ternate, Indonesia: Universitas Khairun. Diakses tanggal 10-07-2024.
{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam:|access-date= - 1 2 van Hulstijn, P. (1918). Memorie over de Soela-eilanden. Mededeelingen van het Encyclopaedisch Bureau, Aflevering XV (dalam bahasa Belanda). Weltevreden: Boekhandel Visser & Co.
- ↑ van Fraassen, Christiaan Frans (1987). Ternate, de Molukken en de Indonesische Archipel: Van soa-organisasi en vierdeling: een studie van traditionele samenleving en cultuur in Indonesië (dalam bahasa Belanda). Leiden: Rijksuniversiteit Leiden.
- ↑ "Tradisi Bamapu Adat Sembilan Umasoa dalam Perayaan Khatam Al-Qur'an di Desa Mangoli". Halmahera Raya. 2023. Diakses tanggal 22-10-2024.
{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam:|access-date= - ↑ Andaya, Leonard Y. (1993). The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period. Honolulu: University of Hawaii Press. ISBN 978-0-8248-1490-8.
Bacaan lanjutan
- van Hulstijn, P. (1918), Memorie over de Soela-eilanden (dalam bahasa Belanda), Weltevreden: Boekhandel Visser & Co.
- Andaya, Leonard Y. (1993), The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period (dalam bahasa Inggris), Honolulu: University of Hawaii Press
- van Fraassen, Ch. F. (1987), Ternate, de Molukken en de Indonesische Archipel (dalam bahasa Belanda), Leiden: Rijksuniversiteit Leiden