Selasa, 03 November 2026
14:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Daftar fam Sula

Bagikan:

Berikut ini adalah daftar fam Sula yang merupakan himpunan nama keluarga (fam atau marga) tradisional suku Sula dan suku Mangole yang mendiami Kabupaten Kepulauan Sula, khususnya di Pulau Sulabesi dan Pulau Mangoli, Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Dalam tatanan adat kemasyarakatan kepulauan ini, fam-fam tersebut terhimpun ke dalam persekutuan teritorial dan genealogis, di antaranya sistem empat sayap adat Soa Gareha di Sulabesi serta persekutuan sembilan marga Umasoa Gatasia di Desa Mangoli, Pulau Mangoli.[1][2]

Sistem penamaan dan kekerabatan marga di Kepulauan Sula memiliki kekhasan linguistik yang menonjol, di antaranya tingginya frekuensi marga berawalan Uma- (yang berakar dari konsep rumah adat klan patrilineal), toponimi pulau seperti Umawaitina (dari Desa Waitina) dan Capalulu (dari Selat Capalulu), serta jejak kontak maritim yang intens dengan Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, masyarakat daratan utara Halmahera (seperti suku Galela dan Tobelo), serta komunitas perantau dari Bugis, Makassar, Buton, Jawa, Arab, dan Tionghoa.[3][4]

Latar belakang sosio-kultural

250px-UvA-BC_300.112_-_Siboga_-_voorvechters_te_Sanana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Empat kesatria Sula dengan perisai salawaku dan tombak adat di Sanana (Ekspedisi Siboga 1899–1900).

Konfederasi adat Soa Gareha (Pulau Sulabesi)

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Prauwen_en_hutten_langs_het_strand_bij_Sanana_TMnr_10018528.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perahu cadik dan perkampungan pesisir tradisional di Sanana, salah satu pusat kediaman marga-marga di bawah naungan Soa Gareha (koleksi Tropenmuseum, 1899–1900).

Struktur sosial tradisional masyarakat suku Sula di Pulau Sulabesi bertumpu pada konsep Soa Gareha (Empat Soa), yaitu persekutuan teritorial dan kekerabatan yang membagi pulau ke dalam empat kelompok besar:[5]

  1. Soa Fagudu: Wilayah bagian selatan Sulabesi, memiliki peranan kepemimpinan spiritual Islam dan hukum adat.
  2. Soa Falahu (atau Faahu): Wilayah bagian utara Sulabesi, berperan dalam hubungan diplomatik antarpulau.
  3. Soa Fatcei: Wilayah bagian barat Sulabesi, terkenal dengan ketangkasan bahari dan keprajuritan.
  4. Soa Mangon: Wilayah bagian timur Sulabesi, memiliki pertalian darah dan historis langsung dengan penduduk Pulau Mangoli.

Secara tradisional, setiap soa dipimpin oleh seorang pemimpin spiritual dan adat yang bergelar imam (dikenal sebagai Imam Soa), serta seorang kepala pemerintahan adat kampung yang disebut fanyira.[1] Keempat sayap adat ini bermusyawarah di sebuah rumah adat agung bersama yang dinamakan Uma Ya Fai Gareha. Komitmen persatuan seluruh klan dan pendatang di Kepulauan Sula disatukan oleh falsafah moral luhur: "Dad Hia Ted Sua" (secara harfiah bermakna "Bersatu Membangun Sula").[1]

Pranata sembilan marga (Umasoa Gatasia) di Mangoli Tengah

Di Pulau Mangoli, khususnya di Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah, struktur kemasyarakatan adat bertumpu pada pranata lokal yang disebut Umasoa Gatasia (secara harfiah bermakna "Sembilan Rumah Marga Adat", di mana kata Gatasia berarti sembilan dalam bahasa daerah Sula/Mangoli).[2][6]

Kesembilan marga adat tersebut memiliki urutan kehormatan silsilah (senioritas adat) sebagai berikut:[2]

  1. Umasoa Umasangaji (garis kepemimpinan Sangadji di Mangoli)
  2. Umasoa Masuku (marga tertua pesisir Mangoli Tengah)
  3. Umasoa Sillia / Silia (marga komunitas pemukim mula-mula)
  4. Umasoa Waisale (marga toponimi hidrologis di muara sungai)
  5. Umasoa Umacina (jejak asimilasi historis garis keturunan Tionghoa)
  6. Umasoa Tukuboya / Tukaboya (marga tradisional daratan Mangoli)
  7. Umasoa Kufau / Kafau (rumpun keluarga perbukitan Mangoli)
  8. Umasoa Soamangon (marga penghubung dengan pilar Soa Mangon di Sulabesi)
  9. Umasoa Mafa (jejak perniagaan maritim dengan pesisir Halmahera Selatan)

Masing-masing dari kesembilan marga ini dipimpin oleh seorang kepala klan yang bergelar Mata Oga, di bawah pimpinan pucuk adat desa yang bergelar Sangaji. Pranata ini tampil secara terpadu dalam tradisi Bamapu Adat (memasak adat gotong royong) dan pengantaran hidangan ke masjid saat upacara Khatam Al-Qur'an adat.[2]

Sistem patrilineal dan matarumah

Serupa dengan suku-suku lain di Kepulauan Maluku, masyarakat Sula menganut sistem kekerabatan patrilineal.[3] Garis keturunan dan hak pewarisan fam diturunkan melalui pihak ayah (laki-laki). Satuan keluarga batih yang berasal dari satu nenek moyang bersama membentuk rumpun kekerabatan yang disebut matarumah.[catatan 1]

Dalam kehidupan sehari-hari, sistem fam menjadi fondasi bagi tradisi tolong-menolong (walima) dan kerja gotong royong (ambil tangan), baik dalam upacara pernikahan, pembangunan rumah, pembukaan kebun, hingga pengurusan jenazah.[3] Di tanah perantauan (seperti di Kota Ternate, Ambon, atau Jakarta), ikatan fam tetap dipertahankan sebagai sarana menjaga kohesi sosial dan perlindungan kekerabatan antar-warga Sula.[3]

Tipologi nama fam

Berdasarkan morfologi bahasa dan latar belakang sejarahnya, 151 fam yang tercatat dalam khazanah masyarakat Sula dan Mangoli dikelompokkan ke dalam 5 tipologi utama:

1. Kluster prefiks Uma- (Klan Matarumah)

Sebanyak 23 fam (sekitar 15,2% dari total fam) diawali oleh morfem Uma-. Dalam rumpun bahasa Austronesia di Maluku, kata uma serumpun dengan kata ruma yang bermakna "rumah", merujuk pada identitas rumah adat atau klan asal usul keluarga patrilineal:[4]

  • Umagapi: Keluarga pembesar/petinggi adat terkemuka.
  • Umasugi: Secara semantik bermakna keluarga yang makmur/kaya.
  • Umasangadji: Garis keturunan pemegang mandat kepala wilayah Sangadji.
  • Umaternate: Rumpun klan yang memiliki pertalian darah langsung dengan bangsawan Kesultanan Ternate.
  • Umawaitina: Klan yang berakar langsung dari toponimi Desa Waitina di Kecamatan Mangoli Timur.
  • Serta fam: Umaaya, Umabaihi, Umacina, Umafagur, Umagap, Umagapit, Umage, Umahuk, Umakaapa, Umakamea, Umalekhay, Umalekhoa, Umamit, Umanahu, Umanailo, Umarama, Umasoa, Umatui.

2. Kluster morfem lokal khas (-pon dan -mona)

Kekhasan fonologi bahasa daerah Sula tecermin pada marga-marga yang memiliki akhiran terikat: Sufiks -pon (9 fam): Aupon, Banapon, Fatcepon, Fatgehipon, Fayaupon, Kanaupon, Naipon, Saniapon, Teapon. (Fam Aupon berkaitan erat dengan pemukiman Auponhia di Mangoli). Sufiks -mona (5 fam): Bilmona, Buamona, Fatmona, Gelamona, Lidamona. Morfem ini umumnya berakar dari toponim wilayah daratan atau perbukitan.

3. Kluster toponimik dan asimilasi maritim

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_zeilschip_voor_de_kust_van_Sanana_Soelabesi_residentie_Ternate_TMnr_10010879.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapal layar niaga di lepas pantai Sanana (1899–1900), merefleksikan jejaring pelayaran bahari yang melahirkan marga-marga asimilasi maritim di Kepulauan Sula.

Sebagai wilayah pelabuhan singgah di jalur rempah antara Laut Maluku dan Laut Banda, Sula menerima kedatangan pedagang dan utusan politik dari berbagai penjuru, yang kemudian berakulturasi penuh dan diakui sebagai fam lokal:[7]

  • Asimilasi Maluku Utara: Bacan, Tidore, Makian, Maloko, Galela, Mayau, Mafa.
  • Asimilasi Sulawesi & Sekitarnya: Bone, Buton, Makasar, Silayar, Gorontalo.
  • Asimilasi Maluku Tengah: Marasabessy, Makatita, Lumbessy, Salawane, Rumuar, Riry.
  • Asimilasi Jawa, Timur Tengah, dan Tionghoa: Jawa, Pauwah, Haimia, Haitami, Samuda, Sahlan, Tan, Thes.[catatan 2]

4. Kluster gelar kepemimpinan adat

Fam yang berasal dari gelar jabatan struktural pada masa pengaruh Kesultanan Ternate dan pemerintahan swatantra lokal:

  • Sangadji, Joisangadji, Yoisangadji, Umasangadji: Garis keturunan kepala wilayah otonom adat.
  • Marsaoly: Gelar perwira militer / panglima laut Kesultanan Ternate yang ditempatkan di Sanana.
  • Capalulu: Gelar kehormatan adat yang bertalian erat dengan toponimi Desa Capalulu dan Selat Capalulu di Mangoli Tengah.
  • Manyira: Variasi penulisan dari jabatan fanyira atau kepala kampung adat.

5. Marga tradisional reguler

Mencakup 82 fam tradisional masyarakat kepulauan Sula dan Mangoli yang diturunkan melalui garis ayah (patrilineal) sesuai hukum adat (seperti Duwila, Buamona, Sapsuha, Gai, Gailea, Masuku, Tuguis, Pora, Ipa, Norau).

Profil rumpun marga terkemuka

  • Rumpun Umagapi: Salah satu klan paling terkemuka di Pulau Sulabesi. Kata gapi dalam bahasa daerah merujuk pada kedudukan terhormat atau bangsawan. Para tokoh marga ini secara turun-temurun memegang peranan penting dalam struktur dewan adat dan kepemimpinan daerah.
  • Rumpun Marsaoly: Berakar dari gelar panglima laut (kapita) utusan Kesultanan Ternate yang ditugaskan mengamankan perairan Kepulauan Sula dari serangan bajak laut dan mengoordinasikan penyerahan upeti rempah. Keturunannya melebur menjadi salah satu marga bangsawan Sula terpandang.
  • Rumpun Duwila, Buamona, dan Sapsuha: Tiga marga dengan populasi warga adat terbesar yang tersebar di hampir seluruh desa di Sulabesi dan pesisir Pulau Mangoli, banyak melahirkan tokoh adat, pendidik, dan pejabat pemerintahan.
  • Rumpun Umawaitina dan Capalulu: Representasi klan berakar kuat dari daratan Pulau Mangoli. Umawaitina berakar dari Desa Waitina (Mangoli Timur), sementara Capalulu berkaitan erat dengan Desa Capalulu dan perairan legendaris Selat Capalulu.

Tabel ensiklopedis 151 fam Sula dan Mangoli

Berikut adalah tabel komprehensif 151 fam tradisional Kepulauan Sula (Sulabesi dan Mangoli) yang disusun secara alfabetis dan dapat diurutkan berdasarkan nomor urut, abjad, kategori, serta wilayah persebaran:[catatan 3]

Inventarisasi 151 Fam Tradisional Kepulauan Sula
No Nama Fam Abjad Kategori Tipologi Analisis Morfem Persebaran Wilayah Keterangan Budaya & Dialek
1 Apal A Marga Tradisional Reguler Apal Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
2 Aufat A Marga Tradisional Reguler Aufat Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
3 Aunaka A Marga Tradisional Reguler Aunaka Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
4 Aupon A Kluster Morfem Lokal (-pon) Au + pon Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) Berakar dari toponimi pemukiman Auponhia di Pulau Mangoli
5 Bacan B Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Bacan Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Kesultanan Bacan, Maluku Utara
6 Baihi B Marga Tradisional Reguler Baihi Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
7 Banapon B Kluster Morfem Lokal (-pon) Bana + pon Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon).
8 Basahona B Marga Tradisional Reguler Basahona Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
9 Bilmona B Kluster Morfem Lokal (-mona) Bil + mona Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga dengan sufiks morfem khas lokal (-mona).
10 Bone B Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Bone Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Kerajaan Bone / Bugis, Sulawesi Selatan
11 Buabes B Marga Tradisional Reguler Buabes Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
12 Buamona B Kluster Morfem Lokal (-mona) Bua + mona Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga dengan sufiks morfem khas lokal (-mona).
13 Buamonabot B Marga Tradisional Reguler Buamonabot Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
14 Buton B Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Buton Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Kesultanan Buton, Sulawesi Tenggara
15 Capalulu C Kluster Gelar & Jabatan Adat Capalulu Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) Berakar dari toponimi Desa Capalulu & Selat Capalulu di Mangoli Tengah
16 Dokolamo D Marga Tradisional Reguler Dokolamo Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
17 Drakel D Marga Tradisional Reguler Drakel Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
18 Duwila D Marga Tradisional Reguler Duwila Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
19 Embisa E Marga Tradisional Reguler Embisa Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
20 Esar E Marga Tradisional Reguler Esar Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
21 Faayai F Marga Tradisional Reguler Faayai Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
22 Fahudu F Marga Tradisional Reguler Fahudu Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
23 Fataruba F Marga Tradisional Reguler Fataruba Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
24 Fatcepon F Kluster Morfem Lokal (-pon) Fatce + pon Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon).
25 Fatgehipon F Kluster Morfem Lokal (-pon) Fatgehi + pon Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon).
26 Fatmona F Kluster Morfem Lokal (-mona) Fat + mona Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga dengan sufiks morfem khas lokal (-mona).
27 Faudu F Marga Tradisional Reguler Faudu Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
28 Fayaupon F Kluster Morfem Lokal (-pon) Fayau + pon Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon).
29 Fokaaya F Marga Tradisional Reguler Fokaaya Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
30 Fokatea F Marga Tradisional Reguler Fokatea Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
31 Fukweu F Marga Tradisional Reguler Fukweu Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
32 Gai G Marga Tradisional Reguler Gai Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
33 Gailea G Marga Tradisional Reguler Gailea Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
34 Galela G Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Galela Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Suku Galela, Halmahera Utara
35 Gelamona G Kluster Morfem Lokal (-mona) Gela + mona Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga dengan sufiks morfem khas lokal (-mona).
36 Gorontalo G Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Gorontalo Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Semenanjung Gorontalo, Sulawesi Utara
37 Haimia H Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Haimia Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Keturunan Arab / Timur Tengah berasimilasi
38 Haitami H Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Haitami Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Keturunan Arab / Timur Tengah berasimilasi
39 Ipa I Marga Tradisional Reguler Ipa Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) Tersebar di Pulau Mangoli dan Sulabesi
40 Jainahu J Marga Tradisional Reguler Jainahu Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
41 Jawa J Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Jawa Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Jawa / pelaut & pedagang pesisir
42 Joisangadji J Kluster Gelar & Jabatan Adat Joisangadji Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Varian gelar keturunan Sangadji (Yoisangadji)
43 Kailul K Marga Tradisional Reguler Kailul Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
44 Kanaupon K Kluster Morfem Lokal (-pon) Kanau + pon Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon).
45 Kaslub K Marga Tradisional Reguler Kaslub Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
46 Kaufua K Marga Tradisional Reguler Kaufua Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
47 Kaunar K Marga Tradisional Reguler Kaunar Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
48 Kedafota K Marga Tradisional Reguler Kedafota Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
49 Kemhay K Marga Tradisional Reguler Kemhay Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
50 Kharie K Marga Tradisional Reguler Kharie Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
51 Koja K Marga Tradisional Reguler Koja Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
52 Koroy K Marga Tradisional Reguler Koroy Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
53 Kufau K Marga Tradisional Reguler Kufau Sulabesi & Mangoli Umasoa Kufau / Kafau (Urutan 7 Umasoa Gatasia Desa Mangoli)
54 Leib L Marga Tradisional Reguler Leib Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
55 Lek L Marga Tradisional Reguler Lek Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
56 Leko L Marga Tradisional Reguler Leko Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
57 Liamanu L Marga Tradisional Reguler Liamanu Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
58 Liambana L Marga Tradisional Reguler Liambana Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
59 Lidagatel L Marga Tradisional Reguler Lidagatel Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
60 Lidamona L Kluster Morfem Lokal (-mona) Lida + mona Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga dengan sufiks morfem khas lokal (-mona).
61 Limagap L Marga Tradisional Reguler Limagap Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
62 Lossen L Marga Tradisional Reguler Lossen Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) Tercatat dalam sensus adat pedalaman Mangoli dan Sulabesi
63 Lumbessy L Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Lumbessy Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Asimilasi marga Maluku Tengah
64 Mafa M Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Mafa Sulabesi & Mangoli Umasoa Mafa (Urutan 9 Umasoa Gatasia Desa Mangoli)
65 Makasar M Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Makasar Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Makassar / Gowa-Tallo, Sulawesi Selatan
66 Makatita M Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Makatita Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Asimilasi marga Maluku Tengah / Ambon
67 Makian M Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Makian Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Pulau Makian, Maluku Utara
68 Maloko M Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Maloko Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Maluku / Lingkup Ternate
69 Manaf M Kluster Gelar & Jabatan Adat Manaf Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Gelar / nama kehormatan Islam tradisional
70 Manyira M Marga Tradisional Reguler Manyira Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
71 Marasabessy M Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Marasabessy Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Asimilasi marga Kepulauan Lease / Maluku Tengah
72 Marsaoly M Kluster Gelar & Jabatan Adat Marsaoly Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Gelar kehormatan panglima / kapita masa Kesultanan Ternate
73 Masuku M Marga Tradisional Reguler Masuku Sulabesi & Mangoli Umasoa Masuku (Urutan 2 Umasoa Gatasia Desa Mangoli)
74 Mayau M Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Mayau Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Pulau Mayau, Kepulauan Batang Dua
75 Mus M Marga Tradisional Reguler Mus Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
76 Naipon N Kluster Morfem Lokal (-pon) Nai + pon Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon).
77 Norau N Marga Tradisional Reguler Norau Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) Tersebar di perkampungan Pulau Mangoli
78 Olong O Marga Tradisional Reguler Olong Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
79 Panigfat P Marga Tradisional Reguler Panigfat Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
80 Papalia P Marga Tradisional Reguler Papalia Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
81 Pauwah P Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Pauwah Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Keturunan Arab Hadramaut yang berasimilasi di Sanana
82 Pohe P Marga Tradisional Reguler Pohe Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
83 Pora P Marga Tradisional Reguler Pora Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) Tersebar di perkampungan Pulau Mangoli dan Sulabesi
84 Riry R Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Riry Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Asimilasi marga Maluku Tengah
85 Rumuar R Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Rumuar Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Asimilasi marga Maluku Tenggara / Seram Timur
86 Ruray R Marga Tradisional Reguler Ruray Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
87 Sahlan S Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Sahlan Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Asimilasi pengaruh Islam pesisir
88 Salakahan S Marga Tradisional Reguler Salakahan Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
89 Salawane S Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Salawane Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Asimilasi marga Maluku Tengah / Seram
90 Samuda S Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Samuda Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Keturunan Arab Hadramaut / pesisir berasimilasi
91 Sanaba S Marga Tradisional Reguler Sanaba Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
92 Sanela S Marga Tradisional Reguler Sanela Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
93 Sangadji S Kluster Gelar & Jabatan Adat Sangadji Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Gelar kepala daerah swatantra di bawah Kesultanan Ternate
94 Sania S Marga Tradisional Reguler Sania Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
95 Saniapon S Kluster Morfem Lokal (-pon) Sania + pon Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon).
96 Sapsuha S Marga Tradisional Reguler Sapsuha Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
97 Selmul S Marga Tradisional Reguler Selmul Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
98 Selpia S Marga Tradisional Reguler Selpia Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
99 Sibela S Marga Tradisional Reguler Sibela Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
100 Siko S Marga Tradisional Reguler Siko Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
101 Silayar S Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Silayar Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan
102 Silia S Marga Tradisional Reguler Silia Sulabesi & Mangoli Umasoa Sillia (Urutan 3 Umasoa Gatasia Desa Mangoli)
103 Soamangon S Marga Tradisional Reguler Soamangon Sulabesi & Mangoli Umasoa Soamangon / Suamangon (Urutan 8 Umasoa Gatasia Desa Mangoli)
104 Soamole S Marga Tradisional Reguler Soamole Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
105 Subena S Marga Tradisional Reguler Subena Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
106 Tabaika T Marga Tradisional Reguler Tabaika Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
107 Tabona T Marga Tradisional Reguler Tabona Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
108 Tan T Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Tan Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Keturunan Tionghoa yang berasimilasi dalam adat Sula
109 Taohi T Marga Tradisional Reguler Taohi Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
110 Tauda T Marga Tradisional Reguler Tauda Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
111 Teapon T Kluster Morfem Lokal (-pon) Tea + pon Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga dengan sufiks khas wilayah Kepulauan Sula (-pon).
112 Thes T Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Thes Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Keturunan Tionghoa yang berasimilasi dalam masyarakat Sanana
113 Tidore T Kluster Toponimik & Asimilasi Maritim Tidore Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Kesultanan Tidore, Maluku Utara
114 Titdoi T Marga Tradisional Reguler Titdoi Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
115 Tuara T Marga Tradisional Reguler Tuara Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
116 Tuguis T Marga Tradisional Reguler Tuguis Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) Populasi signifikan di perkampungan Pulau Mangoli
117 Tukaboya T Marga Tradisional Reguler Tukaboya Sulabesi & Mangoli Umasoa Tukuboya (Urutan 6 Umasoa Gatasia Desa Mangoli)
118 Umaaya U Kluster Uma Matarumah Uma + aya Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
119 Umabaihi U Kluster Uma Matarumah Uma + baihi Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
120 Umacina U Kluster Uma Matarumah Uma + cina Sulabesi & Mangoli Umasoa Umacina (Urutan 5 Umasoa Gatasia Desa Mangoli)
121 Umafagur U Kluster Uma Matarumah Uma + fagur Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
122 Umagap U Kluster Uma Matarumah Uma + gap Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
123 Umagapi U Kluster Uma Matarumah Uma + gapi Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
124 Umagapit U Kluster Uma Matarumah Uma + gapit Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
125 Umage U Kluster Uma Matarumah Uma + ge Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
126 Umahuk U Kluster Uma Matarumah Uma + huk Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
127 Umakaapa U Kluster Uma Matarumah Uma + kaapa Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
128 Umakamea U Kluster Uma Matarumah Uma + kamea Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
129 Umalekhay U Kluster Uma Matarumah Uma + lekhay Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
130 Umalekhoa U Kluster Uma Matarumah Uma + lekhoa Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
131 Umamit U Kluster Uma Matarumah Uma + mit Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
132 Umanahu U Kluster Uma Matarumah Uma + nahu Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
133 Umanailo U Kluster Uma Matarumah Uma + nailo Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
134 Umarama U Kluster Uma Matarumah Uma + rama Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
135 Umasangadji U Kluster Uma Matarumah Uma + sangadji Sulabesi & Mangoli Umasoa Umasangaji (Urutan 1 Umasoa Gatasia Desa Mangoli)
136 Umasoa U Kluster Uma Matarumah Uma + soa Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
137 Umasugi U Kluster Uma Matarumah Uma + sugi Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
138 Umaternate U Kluster Uma Matarumah Uma + ternate Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
139 Umatui U Kluster Uma Matarumah Uma + tui Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Berasal dari konsep matarumah tradisional Sula dengan prefiks Uma- (rumah klan/patrilineal).
140 Umawaitina U Kluster Uma Matarumah Uma + waitina Sulabesi & Mangoli (Akar Kuat Mangoli) Berakar dari toponimi Desa Waitina di Kecamatan Mangoli Timur
141 Upara U Marga Tradisional Reguler Upara Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
142 Usia U Marga Tradisional Reguler Usia Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
143 Waibot W Marga Tradisional Reguler Waibot Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
144 Waiola W Marga Tradisional Reguler Waiola Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
145 Waisale W Marga Tradisional Reguler Waisale Sulabesi & Mangoli Umasoa Waisale (Urutan 4 Umasoa Gatasia Desa Mangoli)
146 Wambes W Marga Tradisional Reguler Wambes Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
147 Wanboko W Marga Tradisional Reguler Wanboko Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
148 Weu W Marga Tradisional Reguler Weu Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
149 Yakseb Y Marga Tradisional Reguler Yakseb Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
150 Yoioga Y Marga Tradisional Reguler Yoioga Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Marga tradisional masyarakat kepulauan Sula / Maluku.
151 Yoisangadji Y Kluster Gelar & Jabatan Adat Yoisangadji Sulabesi (Sebagian tersebar di Mangoli) Gelar bangsawan / keturunan Sangadji di Kepulauan Sula

Catatan penjelas

  1. ↑ Meskipun secara konseptual fam-fam Sula berakar dari salah satu soa tertentu, dinamika migrasi antardesa, perkawinan silang, serta pembentukan matarumah baru menyebabkan beberapa marga besar kini memiliki persebaran keluarga di kedua pulau utama (Sulabesi dan Mangoli).
  2. ↑ Fam seperti Thes (varian ejaan Belanda dari marga The) dan Tan merepresentasikan pembauran historis komunitas pedagang Tionghoa yang telah beranak-pinak dan melebur dalam pranata sosial Sanana sejak era VOC.
  3. ↑ Daftar ini dihimpun dari inventarisasi literatur budaya, dokumen kependudukan resmi Kabupaten Kepulauan Sula, serta naskah ensiklopedia terbitan sebelumnya. Kemungkinan adanya variasi fonetik lokal (seperti peluluhan konsonan atau pertukaran vokal) diakui sebagai bagian dari dinamika dialek lisan setempat.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 "21 Tahun Perjalanan Sula Dad Hia Ted Sua: Refleksi Sejarah dan Kekerabatan Empat Soa". www.koranmalut.co.id. Koran Malut. 31-05-2024. Diakses tanggal 10-07-2024.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  2. 1 2 3 4 "Tradisi Bamapu Adat dan Umasoa Gatasia di Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah". tandaseru.com. Tanda Seru Maluku Utara. 2023. Diakses tanggal 22-10-2024.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  3. 1 2 3 4 Said, Rasna (2022). "Fungsi Sistem Marga pada Kekerabatan Masyarakat Sula di Kota Ternate Kelurahan Salahuddin" (PDF). Fakultas Ilmu Budaya Antropologi. Ternate, Indonesia: Universitas Khairun. Diakses tanggal 10-07-2024.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  4. 1 2 van Hulstijn, P. (1918). Memorie over de Soela-eilanden. Mededeelingen van het Encyclopaedisch Bureau, Aflevering XV (dalam bahasa Belanda). Weltevreden: Boekhandel Visser & Co.
  5. ↑ van Fraassen, Christiaan Frans (1987). Ternate, de Molukken en de Indonesische Archipel: Van soa-organisasi en vierdeling: een studie van traditionele samenleving en cultuur in Indonesië (dalam bahasa Belanda). Leiden: Rijksuniversiteit Leiden.
  6. ↑ "Tradisi Bamapu Adat Sembilan Umasoa dalam Perayaan Khatam Al-Qur'an di Desa Mangoli". Halmahera Raya. 2023. Diakses tanggal 22-10-2024.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  7. ↑ Andaya, Leonard Y. (1993). The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period. Honolulu: University of Hawaii Press. ISBN 978-0-8248-1490-8.

Bacaan lanjutan

  • van Hulstijn, P. (1918), Memorie over de Soela-eilanden (dalam bahasa Belanda), Weltevreden: Boekhandel Visser & Co.
  • Andaya, Leonard Y. (1993), The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period (dalam bahasa Inggris), Honolulu: University of Hawaii Press
  • van Fraassen, Ch. F. (1987), Ternate, de Molukken en de Indonesische Archipel (dalam bahasa Belanda), Leiden: Rijksuniversiteit Leiden
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan