Selasa, 03 November 2026
04:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Marcantonio Zimara

Marcantonio Zimara

dokter

Bagikan:
lossy-page1-250px-Zimara_-_Questio_de_primo_cognito_-_4776273_F.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Questio de primo cognito

Marcantonio Zimara (sk. 1460–1532) adalah seorang filsuf Italia

Life

Ia lahir di Galatina (sekarang Lecce) dan belajar filsafat sejak 1497 di Universitas Padova. Ia diajarkan oleh Agostino Nifo dan Pietro Pomponazzi. Lalu ia mengajarkan ilmu logika sambil belajar kedokteran di Padova (1501–1505), dan pada 1509 menjadi profesor filsafat alam. Selama 1509–1518 Zimara tinggal di Galatina, lalu ia mengajar Salerno (1518–1522), Napoli (1522–1523), lalu kembali ke Padova (1525–1528).

Zimara menyunting dan menerbitkan karya-karya filsuf abad pertengahan, termasuk Albertus Magnus. Ia juga menerbitkan dan menulis komentar terhadap karya-karya Aristoteles dan Ibnu Rusyd. Karyanya Tabula dilucidationum in dictis Aristotelis et Averrois (1537), menjadi sumber penting di Eropa untuk mencari mengenai karya-karya Aristoteles dan Ibnu Rusyd.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan