Sabtu, 10 Oktober 2026
22:30 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Marah Roesli

Marah Roesli

sastrawan dan seniman asal Indonesia

Bagikan:
Marah Roesli
250px-Marah_Roesli.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Marah Roesli, tahun 1954
Lahir(1889-08-07)7 Agustus 1889
Meninggal17 Januari 1968(1968-01-17) (umur 78)
PendidikanNederlands Indische Veartsen School
PekerjaanDokter hewan, Sastrawan
AnakRoeshan Roesli
Kerabat
Karier kepenulisan
BahasaIndonesia
GenreRoman
Karya terkenalSiti Nurbaya
Gerakan sastra
Realisme

Marah Roesli atau sering kali dieja Marah Rusli atau Mh. Rusli (7 Agustus 1889 – 17 Januari 1968) adalah sastrawan Indonesia angkatan Balai Pustaka.[1] Keterkenalannya karena karyanya Siti Nurbaya (roman) yang diterbitkan pada 1922 sangat banyak dibicarakan orang, bahkan sampai kini. Siti Nurbaya telah melegenda, wanita yang terpaksa kawin karena keadaan ekonomi orang tuanya, dengan lelaki yang tidak diinginkannya

Riwayat

Marah Rusli, sang sastrawan itu, bernama lengkap Marah Rusli bin Abu Bakar. Ia dilahirkan di Padang pada 7 Agustus 1889. Ayahnya, Abu Bakar, adalah seorang bangsawan Pagaruyung dengan gelar Sutan Pangeran, sedangkan ibunya berdarah Jawa, keturunan Sentot Alibasyah, seorang panglima perang Pangeran Diponegoro yang ditugaskan oleh Belanda ke Minangkabau untuk menghadapi perang Padri, tetapi kemudian ia membelot dengan membantu perjuangan rakyat Minangkabau melawan kolonialis Belanda.

Ayahnya bekerja sebagai demang di Bukittinggi.[2] Marah Rusli mengawini gadis Sunda kelahiran Buitenzorg (kini Bogor) pada 1911. Mereka dikaruniai tiga orang anak, dua orang laki-laki dan seorang perempuan. Perkawinan Marah Rusli dengan gadis Sunda bukanlah perkawinan yang diinginkan oleh orang tua Marah Rusli, tetapi Marah Rusli kokoh pada sikapnya, dan ia tetap mempertahankan perkawinannya.

Meski lebih terkenal sebagai sastrawan, Marah Rusli sebenarnya adalah dokter hewan. Berbeda dengan Taufiq Ismail dan Asrul Sani yang memang benar-benar meninggalkan profesinya sebagai dokter hewan karena memilih menjadi penyair, Marah Rusli tetap menekuni profesinya sebagai dokter hewan hingga pensiun pada 1952 dengan jabatan terakhir Dokter Hewan Kepala. Kesukaan Marah Rusli terhadap kesusastraan sudah tumbuh sejak ia masih kecil. Ia sangat senang mendengarkan cerita-cerita dari tukang kaba, tukang dongeng di Sumatera Barat yang berkeliling kampung menjual ceritanya, dan membaca buku-buku sastra. Marah Rusli meninggal dunia pada 17 Januari 1968 di Bandung dan dimakamkan di Bogor, Jawa Barat.

Kiprah

Dalam sejarah sastra Indonesia, Marah Rusli tercatat sebagai pengarang roman yang pertama dan diberi gelar oleh H.B. Jassin sebagai Bapak Roman Modern Indonesia. Sebelum muncul bentuk roman di Indonesia, bentuk prosa yang biasanya digunakan adalah hikayat.

Marah Rusli berpendidikan tinggi dan buku-buku bacaannya banyak yang berasal dari Barat yang menggambarkan kemajuan zaman. Ia kemudian melihat bahwa adat yang melingkupinya tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman. Hal itu melahirkan pemberontakan dalam hatinya yang dituangkannya ke dalam karyanya, Siti Nurbaya. Ia ingin melepaskan masyarakatnya dari belenggu adat yang tidak memberi kesempatan bagi yang muda untuk menyatakan pendapat atau keinginannya.

Dalam Siti Nurbaya, telah diletakkan landasan pemikiran yang mengarah pada emansipasi wanita. Cerita itu membuat wanita mulai memikirkan akan hak-haknya, apakah ia hanya menyerah karena tuntutan adat (dan tekanan orang tua) ataukah ia harus mempertahankan yang diinginkannya. Ceritanya menggugah dan meninggalkan kesan yang mendalam kepada pembacanya. Kesan itulah yang terus melekat hingga sampai kini. Setelah lebih dari seabad novel itu dilahirkan, Siti Nurbaya tetap diingat dan dibicarakan.

Selain Siti Nurbaya, Marah Rusli juga menulis beberapa roman lainnya. Akan tetapi, Siti Nurbaya itulah yang terbaik. Roman itu mendapat hadiah tahunan dalam bidang sastra dari Pemerintah Republik Indonesia pada 1969 dan diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia.[3]

Bibliografi

Filmografi

Film

Tahun Judul Dikreditkan sebagai Keterangan
Penulis
1941 Siti Noerbaja Cerita

Catatan kaki

  1. ↑ "Marah Rusli". encyclopedia.jakarta-tourism.go.id. Diakses tanggal 2020-02-12.
  2. ↑ ""DEMANG BOEKIT TINGGI" - Penelusuran Google". www.google.com. Diakses tanggal 2022-10-23.
  3. ↑ Roesli, Marah. dlm: Погадаев, В. Малайский мир (Бруней, Индонезия, Малайзия, Сингапур). Лингвострановедческий словарь. М.:"Восточная книга", 2012, с. 553-554 [Pogadaev, V.A. Malay World (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapore). Lingua-Cultural Dictionary. Moscow: "Vostochnaya Kniga", 2012, p. 553-554]

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan