Senin, 21 September 2026
23:49 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Amandel

Amandel

Artikel ini berisi tentang organ di dalam mulut. Untuk tumbuhan dengan nama sama dari subkeluarga Prunoidae, lihat Badam.
250px-Throat_with_Tonsils_0011J.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tonsil di dalam rongga mulut.

Amandel (bahasa Belanda:keelamandel, amandel) atau tonsil (bahasa Inggris:tonsil) adalah salah satu organ limfatik yang berada pada setiap sisi belakang tenggorokan. Organ ini juga merupakan salah satu bagian pembentuk sistem kekebalan dan dapat memproduksi antibodi untuk melawan berbagai macam kuman atau yang menyerang kesehatan mulut.[1]

Amandel berukuran kecil dan berada pada pangkal tenggorokan sebelah kiri dan kanan ujung belakang rongga mulut. Keduanya terdiri atas jaringan yang mirip dengan kelenjar getah bening yang ditutupi oleh lapisan kulit dalam berwarna merah muda.[2] Dalam tubuh manusia amandel mempunyai lubang yang berguna dalam penyimpanan sel untuk mencegah infeksi masuk ke dalam tubuh. Selain itu, amandel juga mengandung sel B yang merupakan sel darah putih yang bisa berguna untuk melawan infeksi tubuh. Di dalam amandel juga terdapat sel T yang merupakan sel darah putih untuk menghancurkan sel yang sudah terinfeksi virus dan membangun kekebalan pada organisme penyebab infeksi.[3]

Amandel yang dimiliki oleh anak-anak berukuran lebih besar dibandingkan pada orang dewasa. Hal itu terjadi karena seiring dengan bertambahnya umur ukuran amandel akan semakin mengecil.

Organ ini disebut amandel karena mirip dengan buah seperti kacang, yang juga disebut badam atau almon.

Radang

Artikel utama: Radang amandel

Radang amandel atau tonsilitis bisa diakibatkan oleh bakteri kelompok A-streptokokus beta hemolitik.[4] Selain oleh bakteri, radang ini juga bisa diakibatkan oleh udara yang terpapar virus dan percikan air liur dari orang yang memiliki gejala penyakit tertentu seperti flu atau batuk.[5]

Radang amandel ada dua jenis, yakni radang akut dan radang kronis. Radang amandel akut memiliiki gejala seperti demam di atas 39 derajat celcius, nyeri tenggorokan yang mengakibatkan susah menelan selama 24-48 jam dan muntah.[4][5] Radang amandel kronis ditandai gejala sering batuk pilek, suara serak dan kurang jelas, saat tidur mulut selalu terbuka, menurunnya semangat dalam melakukan aktivitas, lebih sering tidur dari biasanya, lemas dan muntah.[6] Apabila terjadi gejala radang amandel bisa melakukan hal berikut.

  • Periksa kondisi amandel anak sejak dini untuk mengetahui apakah ada pembengkakan atau tidak.
  • Hindari meminum es, makanan asam dan pedas karena dapat memperparah radang amandel.
  • Menjaga daya tahan tubuh dengan asupan makanan dengan gizi seimbang, seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Apabila menderita amandel kronis, konsultasikan dengan dokter THT.[6]

Pengobatan

Ramuan

Amandel dapat disembuhkan dengan menggunakan campuran beberapa jenis air perasan dan air rebusan. Air perasan yang dicampur ialah 2 sendok makan mengkudu yang matang, sesendok makan jeruk nipis, sesendok teh kunyit dan 8 sendok makan air rebusan benalu dari teh. Bahan-bahan ini kemudian dimasukkan ke dalam sebuah botol dan dicampur dengan cara dikocok. Lama pengocokannya sekitar 30 menit. Minuman ini diminum tiga kali sehari dengan dosis tertentu. Dosis sebanyak sesendok teh hanya diberikan kepada anak berusia 1-3 tahun. Dosis sebanyak sesendok makan diberikan kepada anak berusia 4-5 tahun. Dosis sebanyak dua sendok makan diberikan kepada anak berusia 6-8 tahun. Dosis sebanyak tiga sendok makan diberikan kepada anak berusia 9-12 tahun. Sementara orang dewasa diberi dosis sebanyak empat sendok makan.[7]

Referensi

  1. Redaksi gleneagles. "Tonsillitis | Telinga, Hidung & Tenggorokan (Otorhinolaringologi)| Gleneagles Hospital, Singapura". www.gleneagles.com.sg. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-16. Diakses tanggal 2020-11-24.
  2. Swari, Risky Candra (2018-11-21). "Tonsil, Organ Kecil yang Berperan Penting untuk Melawan Infeksi". Hello Sehat. Diakses tanggal 2020-11-25.
  3. Wening, Tyas (22 Juni 2020). "Ukuran Amandel Memang Kecil, tapi Punya Banyak Peran Bagi Tubuh! Ketahui Cara Kerjanya - Semua Halaman - Bobo". bobo.grid.id. Diakses tanggal 2020-11-24.
  4. 1 2 Hartanti, Vien (2010). Jadi Dokter Di Rumah Sendiri Dengan Terapi Herbal Dan Pijat. Yogyakarta: Pustaka Anggrek. hlm. 35. ISBN 978-602-8328-48-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 Betseba Elisabeth, Simanjorang (2019-06-01). Tonsilitis (Radang Amandel) dimuat pada Majalah Menjemaat Edisi Juni 2019. Medan: Komisi Komunikasi Sosial - Keuskupan Agung Medan. hlm. 47. ISSN 14116803.{{cite book}}: Periksa nilai |issn=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 Suranto, Adji (2010). Jangan Panik Bunda. Jakarta: PT Niaga Swadaya. hlm. 58. ISBN 978-602-8661-20-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. Hariana, A., dkk. (2015). Kitab Resep Herbal. Jakarta: Penebat Swadaya. hlm. 7. ISBN 978-979-002-661-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan