Rabu, 28 Oktober 2026
00:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Maimansingha Gitika

Bagikan:

Maimansingha gitika atau Môemonshingha gitika adalah kumpulan lagu balada tradisional dari daerah Mymensingh dan di sekitar Bangladesh. Chandra Kumar De dan Dinesh Chandra Sen adalah pengumpul dan penyuntingnya. Maimansingha Gitika diterbitkan dari Universitas Kalkuta, bersama dengan publikasi serupa yang diberi nama purbabanga-gitika.

Tema utama dari lagu-lagu ini adalah cinta dan roman. Cinta sebelum dan setelah pernikahan, beserta konflik-konfliknya, menjadi ciri yang dominan. Dari balada yang dikumpulkan oleh Chandra Kumar De, Mahuya, Maluya, Chandravati, Dasyu Kenaram, Kamala, Rupavati, Kanka O Lila, Dewan Madina, dan Dhopar Pat dimasukkan dalam Maimansingha Gitika, sementara sisanya dimasukkan dalam Purbabanga-Gitika. Diduga bahwa Kenaram, Mahuya, Kanka O Leela, dan Chandravati dibuat antara akhir abad ke-16 dan awal abad ke-18. Pembuat 'Maluya' tidak diketahui tetapi beberapa orang percaya bahwa pembuatnya adalah Chandravati. Seiring waktu, balada tersebut mengalami perubahan. Meningkatnya penggunaan kata-kata Arab dan Persia menunjukkan periode penyusunannya. Mansur bayati, seorang penyair muslim, dipercaya sebagai pembuat 'Dewan Madina' sekitar abad ke-18.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan