Minggu, 27 September 2026
02:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Mahitala

40px-Text_document_with_red_question_mark.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sumber referensi dari artikel ini belum dipastikan dan mungkin isinya tidak benar. Mohon periksa, kembangkan artikel ini, dan tambahkan sumber yang benar pada bagian yang diperlukan. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Mahitala adalah organisasi mahasiswa pencinta alam dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung. Organisasi ini berdiri pada tanggal 8 April 1974 dan anggota-anggotanya meliputi seluruh lapisan mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR). Pada tanggal 7 Juli 2011, waktu Alaska (atau 8 Juli waktu Indonesia), Sofyan Fesa, Xaverius Frans, Janatan Ginting, dan Broery Sihombing, empat mahasiswa yang tergabung dalam Mahitala berhasil menjadi tim pendaki pertama dari Indonesia yang menyelesaikan tujuh puncak dunia. Berturut-turut, sejak tahun 2009 tim ini mendaki Puncak Jaya (4.848 mdpl, Februari 2009), Kilimanjaro (5.895 mdpl, Agustus 2010), Elbrus (5.642 mdpl, Agustus 2010), Vinson Massif (4.889 mdpl, Desember 2010), Aconcagua (6.962 mdpl, Januari 2011), Everest (8.848 mdpl, Mei 2011), dan terakhir Puncak Denali (6,195 mdpl), Alaska, Amerika Utara, Kamis (7/7/2011). Indonesia menjadi negara ke-53 yang berhasil menuntaskan seven summits atau tujuh puncak tertinggi di tujuh benua dan bersama 275 pendaki dari seluruh dunia.

Lihat pula

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik organisasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan