Minggu, 01 November 2026
06:54 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Virus rabies

Virus rabies

Spesies virus

Bagikan:
Rabies virus
250px-Rabies_Virus_%2851706598561%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mikrograf elektron transmisi yang diwarnai menunjukkan virus rabies (berwarna merah) menginfeksi sel kultur
Klasifikasi virus Sunting klasifikasi ini
(tanpa takson): Virus
Dunia: Riboviria
Kerajaan: Orthornavirae
Filum: Negarnaviricota
Kelas: Monjiviricetes
Ordo: Mononegavirales
Famili: Rhabdoviridae
Genus: Lyssavirus
Spesies:
Lyssavirus rabies
Anggota virus
Sinonim[1]
  • Rabies lyssavirus

Virus rabies (nama ilmiah: Lyssavirus rabies) adalah spesies virus yang menyebabkan penyakit rabies pada manusia dan hewan. Nama ilmiah spesies ini adalah rabies lyssavirus. Virus rabies berbentuk silinder dan merupakan spesies tipe genus Lyssavirus di dalam famili Rhabdoviridae. Virus ini memiliki selubung dan genom RNA beruntai tunggal dengan sifat sense-negatif.

Seperti Rhabdoviridae lainnya, virus rabies dapat menulari berbagai macam spesies. Di alam, virus ini telah menginfeksi banyak spesies mamalia, sementara di laboratorium virus ini juga dapat menulari burung dan kultur sel dari mamalia, burung, reptil, dan serangga.[2]

Evolusi

Semua virus rabies yang ada kemungkinan telah berevolusi dalam 1.500 tahun terakhir.[3] Terdapat tujuh genotipe virus rabies. Di Eurasia, kasus rabies dipicu oleh tiga dari tujuh genotipe tersebut, yaitu genotipe 1 (rabies klasik) dan yang lebih jarang muncul adalah genotipe 5 and 6 (lyssavirus kelelawar Eropa tipe-1 dan -2).[4] Genotipe 1 berkembang di Eropa pada abad ke-17 dan kemudian menyebar ke Asia, Afrika, dan Amerika akibat penjelajahan dan penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Eropa.

Rabies yang dipicu oleh kelelawar di Amerika Utara tampaknya sudah ada semenjak tahun 1281 M (interval ketepercayaan 95%: 906–1577 M).[5]

Catatan kaki

  1. ↑ Walker, Peter (15 Juni 2015). "mplementation of taxon-wide non-Latinized binomial species names in the family Rhabdoviridae" (PDF). International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 Februari 2019. Rabies virus Rabies lyssavirus rabies virus (RABV)[M13215]{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Carter, John; Saunders, Venetia (2007). Virology: Principles and Applications. Wiley. hlm. 175. ISBN 978-0-470-02386-0.
  3. ↑ Nadin-Davis, S. A.; Real, L. A. (2011). "Molecular phylogenetics of the lyssaviruses--insights from a coalescent approach". Adv Virus Res. Advances in Virus Research. 79: 203–238. doi:10.1016/B978-0-12-387040-7.00011-1. ISBN 9780123870407. PMID 21601049.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  4. ↑ McElhinney, L. M.; Marston, D. A.; Stankov, S; Tu, C.; Black, C.; Johnson, N.; Jiang, Y.; Tordo, N.; Müller, T.; Fooks, A. R. (2008). "Molecular epidemiology of lyssaviruses in Eurasia". Dev Biol (Basel). 131: 125–131. PMID 18634471.
  5. ↑ Kuzmina, N. A.; Kuzmin, I. V.; Ellison, J. A.; Taylor, S. T.; Bergman, D. L.; Dew, B.; Rupprecht, C. E. (2013). "A reassessment of the evolutionary timescale of bat rabies viruses based upon glycoprotein gene sequences". Virus Genes. 47 (2): 305–310. doi:10.1007/s11262-013-0952-9. PMID 238396.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Rabies.


Ikon rintisan

Artikel bertopik virus ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan