Jumat, 02 Oktober 2026
13:08 WIB
TERKINI
Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah

Lutetium (tahap)

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Untuk unsur kimia, lihat Lutesium.
Sistem/
Periode
Seri/
Kala
Tahap/
Usia
Penanggalan absolut (Ma)
Neogen Miosen Aquitanium lebih muda
Paleogen Oligosen Chattium 23.03–27.82
Rupelium 27.82–33.9
Eosen Priabonium 33.9–37.71
Bartonium 37.71–41.2
Lutetium 41.2–47.8
Ypresium 47.8–56.0
Paleosen Thanetium 56.0–59.2
Selandium 59.2–61.6
Danium 61.6–66.0
Kretaseus Awal/
Akhir
Maastrichtium lebih tua
Subdivisi Periode Paleogen
menurut ICS, pada Januari 2020.[1]

Lutetium adalah tahap kedua dari kala Eosen, yang dimulai pada 47.8 juta tahun lalu, hingga 41.2 juta tahun lalu. Sub-kala ini ditentukan dengan kronostratigrafi, dan sudah memiliki GSSP (Global Boundary Stratotype Sections and Points).[2] Nama tahap ini berasal dari Lutetia (nama Latin kuno untuk Paris), Prancis, di mana bebatuan pada zaman ini terekspos dengan baik.[3] Batas bawah tahap Lutetium bertepatan dengan dasar zona foraminifera (organisme uniseluler pengguna pseudopoda yang dilindungi oleh tes atau cangkang) Hantkenina nuttalli. Sub-kala Lutetium didahului tahap Ypresium dan diikuti tahap Bartonium.[4]

Referensi

  1. ↑ Cohen, K.M.; Finney, S.; Gibbard, P.L. (2020), International Chronostratigraphic Chart, International Commission on Stratigraphy.
  2. ↑ "Geologic TimeScale Foundation - Stratigraphic Information". timescalefoundation.org. Diakses tanggal 18 Agustus 2021.
  3. ↑ "Lutetian Stage - Britannica". britannica.com. Diakses tanggal 29 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Lutetian Stage - Britannica". britamnica.com. Diakses tanggal 29 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik geokronologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan