Rabu, 23 September 2026
08:59 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Ludwig Quidde

Ludwig Quidde

politikus asal Kekaisaran Jerman

250px-DBP_-_Nobelpreistr%C3%A4ger%2C_Ludwig_Quidde_-_50_Pfennig_-_1975.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Quidde di prangko keluaran Jerman

Ludwig Quidde (Bremen, 23 Maret 1858 - Jenewa, 4 Maret 1941) ialah seorang sejarawan, politikus dan juru damai asal Jerman.

Selama masa mudanya, ia belajar di Universitas Göttingen dan Strasbourg. Kemudian ia mendirikan dan memimpin Deutsche Zeitschrift für Geschichtswissenschaft (1888-1894) dan menjadi sekretaris Lembaga Sejarah Prusia di Roma (1890-1892).

Pada tahun 1896, ia dituntut atas kritikannya terhadap Kaisar Wilhelm II dan imperialisme dalam selebarannya Caligula: Studi Kegilaan Kekaisaran sehingga ia ditahan selama 3 bulan. Mengawali karier politiknya sebagai anggota parlemen Bayern pada tahun 1907. Kemudian ia menduduki jabatan anggota parlemen Demokrat di Majelis Nasional (1919-1920), pimpinan Deutsches Friedenskartell (1914-1929), wakil pimpinan Bureau international permanent de la paix dan menjadi ko-pendiri Liga Persatuan Nasional Jerman.

Pada tahun 1927, ia dianugerahi Nobel Perdamaian bersama dengan pedagog Ferdinand Buisson dari Prancis.

Melarikan diri dari kekuasaan Nazi, ia mengungsi ke Geneve, Svizra.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan