Kamis, 22 Oktober 2026
00:41 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Luak Agam

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Luak Agam" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Luak Agam merupakan salah satu kawasan konfederasi dari beberapa nagari dalam budaya Alam Minangkabau. Bersama dengan Luak Tanah Datar dan Luak Limo Puluah dikenal dengan nama Luak Nan Tigo.[1]

Kawasan Luak Agam ini pada masa pemerintahan Hindia Belanda dijadikan Onderafdeeling Oud Agam

Wilayah

Menurut Tambo, awal mula didirikannya Luak Agam ialah perpindahan penduduk dari nagari Pariangan yang berlangsung selama empat periode. Periode pertama, melahirkan empat buah nagari, yakni Biaro, Balai Gurah, Lambah dan Panampuang. Kemudian di periode kedua, melahirkan empat buah nagari, yakni Lasi, Canduang, Kurai dan Banuhampu. Periode ketiga, melahirkan 4 buah nagari, yakni Sianok, Koto Gadang, Guguak dan Tabek Sarojo. Dan di periode keempat, melahirkan 4 buah nagari, yakni Sariak, Sungai Pua, Batagak dan Batu Palano.

Kemudian lahir pula nagari-nagari lainnya seperti Kapau, Gadut, Koto Tangah, Salo, Koto Baru, Kamang, Magek, Tujuah Lurah Koto Rantang (Tilatang Kamang), Tabek Panjang, Koto Tinggi, Simarasok, Padang Tarok, Matua Palembayan, X Koto Maninjau, Malalak.

Rantau

Rantau Tiku Pariaman/Piaman Laweh, Rantau Pasaman (Pasaman Barat)

Ujuang Darek Kapalo Rantaunya

  • Garagahan Lubuak Basuang
  • Sitalang dan Tigo Koto Batu Kambiang
  • Bonjo dan Lubuak Sikapiang
  • Padang Alai dan Tandikek

Rujukan

  1. ↑ Idrus Hakimy Dt Rajo Penghulu, (1994), Rangkaian mustika adat basandi syarak di Minangkabau, Remaja Rosdakarya, ISBN 979-514-362-X.


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan