Rabu, 28 Oktober 2026
20:10 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Louis-Charles Damais

Bagikan:
Louis-Charles Damais
Lahir1911 (1911)
Paris, Prancis
Meninggal1966 (umur 54–55)
Pekerjaanilmuwan, sejarawan dan arkeolog

Louis-Charles Damais (Paris, 1911-Jakarta, 1966), adalah seorang ilmuwan dan sejarawan yang memiliki spesialisi mengenai Indonesia dan berasal dari Prancis.

Pada tahun 1937, ia pergi ke Jawa untuk mempelajari monumen-monumen di sana serta sejarah Jawa. Berdasarkan penelitian Louis Charles Damais di makam Islam di Trowulan, Gus Dur mendapatkan bahwa dia adalah keturunan dari Tan Kim Han diidentifikasikan sebagai Syekh Abdul Qodir Al Shini.

Masa-masa perang dilaluinya di sana. Sehabis perang,École française d'Extrême-Orient (EFEO) menariknya ke Hanoi, tetapi pada tahun 1952 ia berhasil membujuk EFEO untuk mengirimnya ke Djakarta sebagai wakil institusi tersebut.

Meninggal pada tahun 1966 dikuburkan di pemakaman Blok P yang lalu tergusur oleh kantor Wali kota Jakarta Selatan sehingga dipindahkan ke Pemakaman Jeruk Purut.

Sumber

Daftar pustaka

Lihat pula

Pranala luar


Flag of PrancisBiography icon

Artikel bertopik biografi Prancis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan