Selasa, 20 Oktober 2026
00:46 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Loie Fuller

Loie Fuller

pemeran perempuan asal Amerika Serikat

Bagikan:
250px-Loie_Fuller_portrait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Loïe Fuller pada tahun 1900

Loie Fuller (Fullersburg, 15 Januari 1862 - Paris, 1 Jan 1928, Paris) adalah seorang penari Amerika.[1] Ia memulai kariernya di Chicago pada usia empat tahun.[1] Karyanya tidak hanya dipengaruhi oleh seniman dalam tari modern, seperti Isadora Duncan dan Martha Graham, tetapi juga oleh para penyair, pelukis dan pematung.[2] Ia membawa bentuk tari revolusioner dan inovasi di dalam kostum serta pencahayaan ke Amerika, Karibia, London dan Paris.[2] Ia dijuluki oleh penyair dari gerakan simbolis Stephane Mallarme sebagai La Loie dan tariannya dijuluki Dizzyness.[2]

Pada tahun 1892 Loie Fuller pindah ke Paris dan tampil dengan Folies Bergeres.[3] Ia meneruskan kariernya di Eropa dan mengembangkan teori tentang gerakan dengan menggunakan bahan dan efek cahaya.[3] Lalu, ia kembali ke Amerika untuk menunjukkan gerakan tersebut.[3] Akan tetapi, karyanya tidak sepenuhnya dihargai oleh bangsanya.[3]

Inovasi Loie Fuller

Loie Fuller adalah penemu dan inovator pertunjukkan yang memegang hak paten terkait pencahayaan panggung.[3] Ia juga inovator dalam desain pencahayaan.[3] Selain itu ia memiliki sekolah dan perusahaan.[3] Di sana ia mengajarkan gerakan alami dan teknik improvisasi.[3]

Referensi

  1. 1 2 "Loie Fuller". Diakses tanggal 13 Juni 2014.
  2. 1 2 3 "Loie Fuller". Diakses tanggal 13 Juni 2014.[pranala nonaktif permanen]
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Loie Fuller (1862-1928)". Diakses tanggal 13 Juni 2014.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Loie Fuller.
Wikisource logo
Wikisource memiliki teks artikel New International Encyclopedia 1906 tentang Loie Fuller.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan