Sabtu, 24 Oktober 2026
09:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Logam nonfero

logam atau paduan yang tidak mengandung banyak besi

Bagikan:

Logam nonfero adalah logam paduan yang tidak mengandung unsur besi dan karbon. Jenis logam nonfero meliputi logam berat, logam ringan, logam mulia, logam refraktori, dan logam radio aktif.[1]

Logam nonfero, sebagai aturan, lebih mahal daripada logam ferus,[2][3][4] tetapi digunakan karena sifat-sifat yang diinginkan seperti bobot ringan (misalnya, aluminium),[5] konduktivitas lebih tinggi (misalnya, tembaga), sifat tak magnetik atau ketahanan terhadap korosi (misalnya, seng). Beberapa logam nonfero juga digunakan dalam industri metalurgi.[6] Misalnya, bauksit digunakan sebagai fluks untuk tanur tinggi, sedangkan yang lain, seperti wolframit, pirolusit, dan kromit, digunakan dalam pembuatan paduan logam ferus.

Logam nonfero yang penting meliputi aluminium, tembaga, timbal, timah, titanium, dan seng, serta paduan seperti kuningan.[7][8][9] Logam mulia seperti emas, perak, dan platina, serta logam eksotis atau langka seperti merkuri, wolfram, berilium, bismut, serium, kadmium, niobium, indium, galium, germanium, litium, selenium, tantalum, telurium, vanadium, dan zirkonium, juga termasuk logam nonfero. Biasanya mereka diperoleh dari mineral seperti sulfida, karbonat, dan silikat. Logam nonfero umumnya dimurnikan dengan elektrolisis.

Daur ulang limbah dan pengendalian pencemaran lingkungan

Pusat penampungan rongsokan menangani pengolahan logam nonfero dan logam ferus. Yang paling umum adalah logam ferus yang mengandung besi, misalnya baja, dan harga mencerminkan hal itu. Logam lain, seperti kuningan dan tembaga, harganya jauh lebih tinggi, sehingga layak untuk didaur ulang.[10] Karena penggunaannya yang luas, limbah logam nonfero biasanya didaur ulang. Bahan sekunder dalam rongsokan sangat penting bagi industri metalurgi, karena produksi logam baru sering kali membutuhkan penggunaannya. Beberapa fasilitas daur ulang melebur dan memproses ulang logam nonfero; terak dikumpulkan dan disimpan di lokasi, dan uap logam disaring serta dikumpulkan. Rongsokan logam nonfero diperoleh dari limbah industri, emisi partikel padat, dan sisa perangkat teknologi yang usang (misalnya, kabel tembaga).[11]

Referensi

  1. ↑ Purwanto, R. E., Murdani, A., dan Nurchajat (2016). Teknologi Bahan 1: Teori (PDF). Malang: Polinema Press. hlm. 5. ISBN 978-602-19379-5-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ "Ferrous vs non ferrous metal recycling". www.gme-recycling.com. Diakses tanggal 2026-02-27.
  3. ↑ "Ferrous vs. Non-Ferrous Metals: What's the Difference". quakercitycastings.com. Diakses tanggal 2026-02-27.
  4. ↑ "What's the Difference Between Ferrous and Non-Ferrous Scrap Prices?". premier-metals.com.au. Diakses tanggal 2026-02-27.
  5. ↑ "What Is a Non-Ferrous Metal? Definition, Properties, and Casting Applications". www.nodularcastiron.com. Diakses tanggal 2026-02-27.
  6. ↑ "Non-Ferrous Metals-Titanium, Copper, Aluminium, Nickel Alloy". www.steelpipesfactory.com. Diakses tanggal 2026-02-27.
  7. ↑ "How to Identify and Use Non-Ferrous Metals?". prototek.com. Diakses tanggal 2026-02-27.
  8. ↑ "Non-Ferrous Metals". www.bir.org. Diakses tanggal 2026-02-27.
  9. ↑ "Types of Metal: Exploring the Different Types of Metal?". www.okonrecycling.com. Diakses tanggal 2026-02-27.
  10. ↑ "Scrap Metal Prices (2025 Guide)". www.car.co.uk. Diakses tanggal 2026-02-27.
  11. ↑ "Nonferrous Metal - an overview". www.sciencedirect.com. Diakses tanggal 2026-02-27.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan