Minggu, 01 November 2026
09:04 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Lockheed Martin Space Systems

Lockheed Martin Space Systems

Bagikan:
250px-Phoenix_Mars_Lander_in_testing_PIA01885.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wahana antariksa NASA berikutnya yang akan menuju Mars, Phoenix Mars Lander, telah melalui proses perakitan dan pengujian di Lockheed Martin Space Systems, Denver, pada bulan September 2006, dan akan diluncurkan pada bulan Agustus 2007 dari Florida. Dalam foto ini, para spesialis wahana antariksa bekerja di wahana pendarat setelah susunan surya melingkar seperti kipas dibuka untuk pengujian. Susunan tersebut akan berada dalam konfigurasi ini saat wahana antariksa aktif di permukaan Mars. Phoenix akan mendarat di tanah es di dekat lapisan es permanen kutub utara Mars dan menjelajahi sejarah air di tanah tersebut dan batuan terkait, sambil memantau iklim kutub. Wahana ini akan menggali ke permukaan, menguji sampel yang diambil untuk senyawa yang mengandung karbon dan menjadi eksplorasi pertama NASA terhadap habitat potensial di Mars.

Lockheed Martin Space Systems adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kendaraan antariksa asal Amerika Serikat.[1] Perusahaan ini merupakan anak perusahaan atau cabang bisnis utama dari Lockheed Martin Corporation.[1] Produk yang dikerjakan oleh Lockheed Martin Space Systems adalah satelit untuk telekomunikasi komersial, keamanan negara, militer, dan pemerintah sipil.[1] Sejak peluncuran satelit pertama mereka, Satcom-1 pada tahun 1975, perusahaan ini telah mengorbitkan lebih dari 100 satelit komersial.[1]

Proyek

Beberapa proyek angkasa luar yang pernah mereka kerjakan di antaranya adalah satelit telekomunikasi Jabiru-1 (nama asli satelit A2100) yang dikelola oleh perusahaan satelit asal negara timur tengah, MEASAT.[2] Proyek mereka yang lainnya adalah satelit IKONOS, yaitu satelit yang memiliki tugas memotret kenampakkan bumi atau pengindraan jarak jauh dari luar angkasa. IKONOS diluncurkan tahun 1999 tanggal 24 September.[2] Selain itu, mereka juga memiliki WorldView-4 sebuah satelit yang fungsinya sama seperti IKONOS, hanya saja dengan teknologi yang terbaru di mana mereka dapat mengambil gambar kenampakkan bumi dengan resolusi tinggi.[2]

Telkom adalah perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang menggunakan satelit milik Lockheed Space Systems.[3] Satelit yang digunakan PT Telkom bernama Telkom-1 tersebut akan beroperasi menggantikan slot orbit satelit lama mereka Palapa B2R yang habis masa tugasnya.[3] Satelit yang bernama asli A2100 itu diluncurkan di Kourou, Prancis dengan roket luncur berasal di Ariane, sebuah perusahaan kendaraan antariksa asal Eropa.[3]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 (Inggris) RTT News. "Lockheed Martin To Slash 1,200 Jobs At Space Systems Unit".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. 1 2 3 (Inggris) Lockheed Martin Corporation. "Lockheed Martin: Commercial Space". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-20. Diakses tanggal 2015-01-20.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  3. 1 2 3 (Inggris) Space Daily. "Lockheed Ships Telkom-1 to Kourour".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan