Selasa, 27 Oktober 2026
09:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Lobelia hypoleuca

Lobelia hypoleuca

Bagikan:
Lobelia hypoleuca
250px-Lobelia_hypoleuca_%28kuhi%27aikamo%27owahie%29_in_bloom_%285121813377%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Campanulaceae
Genus: Lobelia
Spesies:
L. hypoleuca
Nama binomial
Lobelia hypoleuca
Hillebr.
Sinonim[1][2]
  • Lobelia hypoleuca var. heterocarpa E.Wimm.
  • Lobelia hypoleuca f. macrophyta Rock
  • Lobelia hypoleuca var. rockii H.St.John & Hosaka
  • Neowimmeria heterocarpa (E.Wimm.) I.Deg. & O.Deg.
  • Neowimmeria hypoleuca (Hillebr.) O. Deg. & I. Deg.
  • Neowimmeria hypoleuca var. macrophyta (Rock) I.Deg. & O.Deg.
  • Neowimmeria rockii (H.St.John & Hosaka) I.Deg. & O.Deg.

Lobelia hypoleuca, dengan nama umum kuhiʻaikamoʻowahie, 'ōpelu, liua, atau mo'owahie, adalah salah satu dari beberapa spesies dalam genus Lobelia yang endemik di Hawaii, meskipun dibudidayakan di tempat lain. Spesies ini ditemukan di alam di pulau Kauaʻi, Oʻahu, Molokaʻi, Lānaʻi, Maui, dan Hawaiʻi.[3][4]

Lobelia hypoleuca adalah semak yang dapat mencapai tinggi 3,3 m (11 kaki). Batangnya berkayu, keputihan, dengan tekstur kasar. Daunnya berbentuk lanset sempit dengan gerigi di sepanjang tepi, panjangnya mencapai 60 cm (2 kaki), hijau dan mengilap di bagian atas, namun tampak putih di bagian bawah karena tertutup rapat oleh rambut halus seperti wol (karenanya epitet "hypoleuca" yang berarti "putih di bawah"). Tanaman ini menghasilkan 3-7 tangkai bunga yang tinggi, masing-masing dengan panjang hingga 40 cm (16 inci). Bunganya berwarna biru.[4][5][6]

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik Campanulaceae ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan