| Jenis produk | rokok kretek tangan |
|---|---|
| Pemilik | KT&G |
| Produsen | Tri Sakti Purwosari Makmur |
| Negara | Indonesia |
| Diluncurkan | 1974;52 tahun lalu (1974) |
| Pasar | Indonesia |
| Jargon | Untuk Nagari Kebanggaan Nagari Bintangnya Kretek |
Lintang Enam atau Lintang enam Kretek (Lintang 6) adalah salah satu merek rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) lokal di Indonesia yang diproduksi dan dikelola oleh PT Tri Sakti Purwosari Makmur (TSPM), yang saat ini berada di bawah naungan perusahaan global KT&G. Merek ini berada dalam satu portofolio produksi yang sama dengan beberapa merek kretek populer lainnya seperti Juara, W1N, dan Pensil Mas.
Merek ini memiliki akar sejarah yang kuat dalam industri Sigaret Kretek Tangan (SKT) tradisional dan dikenal luas oleh masyarakat. Wilayah pemasaran berada di Sumatera Barat.
Sejarah
Merek Tradisional
Sebelum diakuisisi oleh korporasi besar, Lintang Enam bermula sebagai industri rokok kretek lokal berskala menengah (rumahan/pabrikan daerah). Merek ini berfokus pada produk Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang mengandalkan keahlian para buruh linting lokal. Ciri khas Lintang Enam terletak pada racikan saus kretek tradisionalnya yang menghasilkan aroma cengkeh yang kuat serta rasa yang cenderung manis dan gurih, sangat cocok dengan selera perokok kretek klasik di Indonesia.
Akuisisi oleh KT&G
Titik balik modernisasi merek Lintang Enam terjadi ketika perusahaan raksasa asal Korea Selatan, Korea Tobacco & Ginseng (KT&G), berekspansi secara agresif ke pasar Indonesia.
- Pada tahun 2011, KT&G membeli saham mayoritas dari pabrikan rokok lokal Indonesia, PT Trisakti Purwosari Makmur yang berbasis di Pasuruan, Jawa Timur.
- Melalui langkah akuisisi ini, KT&G tidak hanya mengambil alih fasilitas produksi, tetapi juga hak kelola atas beberapa merek kretek lokal yang sudah memiliki basis konsumen loyal, termasuk merek Lintang Enam dan Juara.
Posisi di Pasar Saat Ini
Di bawah naungan KT&G Indonesia, Lintang Enam dipertahankan sebagai lini produk kretek yang menjaga warisan cita rasa lokal (SKT). Sementara KT&G dikenal global dengan produk rokok putih (seperti Esse), di Indonesia mereka menerapkan strategi hibrida dengan tetap memproduksi kretek guna bersaing di pasar tembakau terbesar di Asia Tenggara ini.
Produk
Produk Saat Ini:
| Kemasan | Tar | Nikotin | Isi |
|---|---|---|---|
| Lintang Enam Kretek Super | 43 MG | 3 MG | 12's |
Produk Pendahulu:
| Kemasan | Tar | Nikotin | Isi |
|---|---|---|---|
| Lintang Enam Kretek 6 Senti | 24.29 MG | 1.77 MG | 12's |
| Lintang Enam Kretek Kopi | ?? MG | ?.? MG | 12's |
| Lintang Enam Kretek Hijau | 38 MG | 2.3 MG | 12's |