Senin, 26 Oktober 2026
22:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Lindung silang

Lindung silang

Bagikan:
500px-Sword_parts-en.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian-bagian pada pedang bilah panjang Eropa

Pada sebuah pedang, sebuah lindung silang atau palang silang [1] adalah sebatang logam yang dipasang dengan sudut siku-siku terhadap bilah, ditempatkan di antara bilah dan gagangnya. Lindung silang dikembangkan untuk pedang Eropa sekitar abad ke-10 untuk melindungi tangan pengguna. Bentuk awal lindung silang dijumpai pada varian dari pedang Spatha yang digunakan oleh bangsa Hun, yang disebut pedang Pontic. Lindung silang tidak hanya digunakan untuk menangkis serangan musuh, tetapi juga untuk mendapatkan cengkeraman yang lebih baik pada pedang. Bentuk lindung silang awal berupa batang logam lurus, terkadang meruncing ke arah ujung luarnya. Meskipun pembuatan jenis yang sederhana ini tidak pernah dihentikan, bentuk yang lebih rumit dikembangkan selama Abad Pertengahan.

Belati abad pertengahan pada abad ke-14 dan ke-15 juga mengadopsi varian dengan lindung silang, yang dibuat menyerupai pedang. Belati berlindung silang tetap populer pada abad ke-16, setelah jenis pedang yang menyerupainya tidak digunakan lagi.[2]

Referensi

  1. ↑ Quillon adalah "salah satu dari dua lengan yang membentuk pelindung silang" (OED). Istilah ini muncul dalam bahasa Prancis Pertengahan pada akhir abad ke-16, dan diadopsi dalam bahasa Inggris hanya pada abad ke-19. Kata dalam bahasa Prancis adalah turunan dari kata quille "pin bowling", yang merupakan pinjaman dari kata kegel dalam bahasa Jerman.
  2. ↑ Frederick Wilkinson, Edged weapons, 1970, hal. 71


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan