Rabu, 21 Oktober 2026
09:18 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Lima Hari di Milan

Lima Hari di Milan

pemberontakan dan peristiwa besar dalam Tahun Revolusi 1848

Bagikan:
Lima Hari di Milan
Bagian dari Perang Kemerdekaan Italia Pertama
330px-Episodio_delle_cinque_giornate_%28Baldassare_Verazzi%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Lima Hari di Milan karya Baldassare Verazzi (1819-1886)
Tanggal18–22 Maret 1848
Lokasi
Hasil Kemenangan orang Milan[1]
Pihak yang terlibat
40px-AAnfossiBan.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Pemberontak Milan[1] 40px-Flag_of_the_Habsburg_Monarchy.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kekaisaran Austria[2]
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Carlo Cattaneo
Gabrio Casati[3][4][5]
Marsekal Radetzky
Graf Ferencz Gyulai[6][7]
Kekuatan
1.700 barikade 12.000-13.000
Korban jiwa dan kerugian
409-424 tewas 181 tewas

Lima Hari di Milan adalah suatu peristiwa yang terjadi semasa Revolusi tahun 1848 dan merupakan awal mula Perang Kemerdekaan Italia Pertama. Pada 18 Maret, pemberontakan meletus di kota Milan dan dalam waktu lima hari rakyat Milan berhasil mengusir pasukan Austria yang dipimpin oleh Marsekal Radetzky.

Pertempuran

Pada tahun 1848, pemberontakan anti-Austria dimulai pada awal bulan Januari.[8] Pada hari Tahun Baru di Milan, pemberontak memboikot perjudian dan produk tembakau dari Austria yang telah dimonopoli oleh Austria dan menghasilkan lebih dari 5 juta lire setahun.[9] Rainer Joseph dari Austria sebagai raja muda Lombardia-Venesia membalas dengan mengirim polisi yang bercerutu untuk menimbulkan kemarahan.[8]

Kampanye boikot ini pada akhirnya memicu pertempuran berdarah di jalan pada bulan Januari. Tentara Austria dalam kelompok 3 orang dihina dan dilempari batu oleh massa yang marah.[2] Tentara Austria kemudian berkumpul dan membentuk kelompok yang terdiri dari 12 orang, dan melancarkan serangan dengan menggunakan pedang dan bayonet, sehingga menewaskan 5 orang dan melukai 59 orang lainnya.[2]

Josef Radetzky memutuskan untuk membatasi pergerakan pasukan Austria di barak mereka selama lima hari. Kerusuhan kemudian berakhir, tetapi dua bulan kemudian kabar pemberontakan di Wina dan jatuhnya Klemens von Metternich telah tersebar ke kota Milan, sehingga para pemberontak dari Milan memanfaatkan kesempatan ini pada 18 Maret.

Sejarah

Hampir bersamaan dengan pemberontakan rakyat pada tahun 1848 di Kerajaan Lombardia-Venesia, pada 18 Maret 1848 kota Milan juga memberontak. Peristiwa ini merupakan bukti pertama bagaimana inisiatif rakyat (yang dipandu oleh pergerakan Risorgimento) dapat memengaruhi Raja Carlo Alberto dari Sardinia.

Garnisun Austria di Milan memiliki persenjataan yang lengkap dan dipimpin oleh seorang jenderal yang berpengalaman, Josef Radetzky von Radetz. Ia masih bertenaga dan tegar meskipun sudah berusia lebih dari 80 tahun. Radetzky tidak berniat untuk tunduk kepada para pemberontak.

Namun, pemberontakan dilancarkan di jalanan dengan didirikannya barikade. Para pemberontak menembak pasukan Austria dari jendela dan atap, dan mereka juga mengajak penduduk desa untuk memberontak. Para pemberontak juga didukung oleh uskup agung dan paling tidak 100 pendeta. Patung Paus Pius IX bahkan juga diangkat di barikade.[10] Para pemberontak lalu membentuk pemerintahan sementara yang dipimpin oleh Podestà Gabrio Casati dan dewan perang yang dipimpin oleh Carlo Cattaneo. Martinitt (rumah kanak-kanak anak yatim) berfungsi sebagai pengirim pesan ke seluruh bagian kota.

Radetzky menyadari sulitnya memadamkan pemberontakan di pusat kota, tetapi manakala ia takut diserang oleh tentara Piemonte dan petani dari pedesaan, ia memilih untuk mundur. Pada sore 22 Maret 1848, Austria mundur ke "Quadrilatero" (zona perbentengan yang terdiri dari empat kota, yaitu Verona, Legnago, Mantua dan Peschiera del Garda), sembari membawa beberapa tawanan yang ditangkap pada permulaan pemberontakan.

Untuk mengenang lima hari ini, surat kabar resmi pemerintahan sementara di Milan disebut Il 22 Marzo (22 Maret) yang mulai terbit pada tanggal 26 Maret di Palazzo Marino dengan arahan dari Carlo Tenca.[11] Monumen karya pemahat Giuseppe Grandi yang mengenang peristiwa pemberontakan ini juga didirikan di kawasan yang kini disebut Porta Vittoria.

Referensi

  1. 1 2 Grenville, John Ashley Soames (2000). Europe reshaped, 1848-1878. Oxford.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  2. 1 2 3 Berkeley, George F.-H. (1940). Italy in the Making January 1st 1848 to November 16th 1848. Cambridge.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  3. ↑ Stillman, William James (1898). The union of Italy, 1815-1895. Cambridge.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  4. ↑ Maurice, Charles Edmund (1887). The revolutionary movement of 1848-9 in Italy, Austria Hungary, and Germany. New York.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  5. ↑ American Bibliographical Center (1991). Historical abstracts: Volume 42, Issues 3-4. Santa Barbara.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  6. ↑ Svoboda, Johann (1870). Die Zöglinge der Wiener-Neustädter Militär-Akademie. Wien.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  7. ↑ de Marguerittes, Julie (1859). Italy and the War of 1859. Philadelphia.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  8. 1 2 Gooch, John (1986). The unification of Italy. London.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  9. ↑ Chapman, Tim (2008). The risorgimento: Italy 1815-71. Penrith.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  10. ↑ M. Clark, The Italian Risorgimento, Routledge 2013 hlm. 53
  11. ↑ (Italia) Storiadimilano.it
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan