Jumat, 16 Oktober 2026
16:15 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Liberum veto

Liberum veto

Bagikan:
250px-Polish_Sejm_under_the_reign_of_Sigismund_III_Vasa_%285793484%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertemuan Sejm di Kastil Kerajaan, Warsawa, pada tahun 1622.

Liberum veto (dalam bahasa Latin berarti "veto bebas") adalah hak veto yang dapat digunakan oleh anggota Sejm (Parlemen) Persemakmuran Polandia-Lituania. Keberadaan hak veto ini disebabkan oleh sistem pemungutan suara yang mewajibkan agar keputusan diambil secara bulat, sehingga setiap anggota dapat mengakhiri pertemuan atau membatalkan upaya pelolosan undang-undang dengan berteriak Sisto activitatem! (bahasa Latin: "saya menghentikan kegiatan ini!") atau Nie pozwalam! (bahasa Polandia: "Saya tidak memperbolehkannya!"). Peraturan ini berlaku dari pertengahan abad ke-17 hingga akhir abad ke-18 dan didasarkan pada anggapan bahwa semua bangsawan Polandia memiliki kedudukan yang setara. Liberum veto merupakan bagian penting dalam sistem politik Persemakmuran yang memperkuat unsur demokratik dan membatasi wewenang raja, sementara di Eropa pada saat itu negara-negara Eropa cenderung memiliki eksekutif yang berkuasa mutlak (monarki absolut).

Banyak sejarawan yang menganggap liberum veto sebagai salah satu penyebab utama kemunduran Persemakmuran, terutama pada abad ke-18 ketika negara-negara asing menyuap anggota Sejm untuk menghentikan proses pengambilan keputusan, dan pada akhirnya wilayah Persemakmuran dibagi-bagi oleh negara asing dan dijajah selama 200 tahun. Piotr Stefan Wandycz menulis bahwa "liberum veto telah menjadi lambang anarkisme Polandia kuno". Secara keseluruhan, pada periode dari tahun 1573 hingga 1763, telah diadakan 150 pertemuan sejm, dan sepertiga di antaranya tidak meloloskan satu undang-undang pun akibat penggunaan liberum veto. Ungkapan parlemen Polandia dalam berbagai bahasa Eropa berasal dari peristiwa ini.

Bacaan lanjut

  • Davies, Norman. God's Playground: The origins to 1795 (2005).
  • Grzegorz Ekiert, “Veto, Liberum,” in Seymour Martin Lipset, ed. ‘’The Encyclopedia of Democracy’’ (1998) 4:1340-41
  • Heinberg, John Gilbert. "History of the majority principle." The American Political Science Review (1926) 20#1 pp: 52-68. in JSTOR
  • Lukowski, Jerzy. "Political Ideas among the Polish Nobility in the Eighteenth Century (to 1788)." The Slavonic and East European Review (2004): 1-26. in JSTOR
  • Roháč, Dalibor. "The unanimity rule and religious fractionalisation in the Polish-Lithuanian Republic." Constitutional Political Economy (2008) 19#2 pp: 111-128.
  • Roháč, Dalibor. "‘It Is by Unrule That Poland Stands’: Institutions and Political Thought in the Polish-Lithuanian Republic." The Independent Institute 13.2 (2008): 209-224. online
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan