Selasa, 20 Oktober 2026
04:17 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Letusan efusif

Letusan efusif

Bagikan:
330px-Aa_channel_flow_from_Mauna_Loa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah aliran lava ʻaʻā dari Mauna Loa selama letusan 1984-nya.

Letusan efusif adalah letusan yang berupa lelehan lava melalui retakan-retakan yang terdapat pada tubuh gunung api. Letusan dicirikan oleh magma yang di dalamnya bersifat basa, yang dapat membentuk aliran lava atau pembentukan kubah lava.[1][2] Efusif biasanya terjadi jika magma yang terkandung dalam gunung api sifatnya encer serta kandungan gasnya relatif sedikit.[3] Bentuk gunung berapi yang akan dihasilkan berbentuk kerucut melingkar dan perisai.[4]

Ringkasan

Letusan efusif terjadi ketika magma basal berair panas (1200 °C) yang memiliki kekentalan dan kandungan gas yang relatif rendah mencapai permukaan. Gas terlarut keluar dengan mudah saat magma keluar, membentuk lava yang mengalir (aliran lava) menuruni bukit dengan cukup mudah.[5] Sementara letusan eksplosif umumnya melibatkan magma yang lebih kental dan memiliki kandungan gas yang lebih tinggi,[6] serta berasal dari fragmentasi magma.[7]

Letusan ini (relatif) letusan lembut dan efusif (lembut). Letusan efusif umumnya kurang berbahaya, meskipun letusan aliran lava mafik besar dapat merusak properti dan mungkin memiliki efek buruk pada kulitas udara regional.[2] Gunung berapi efusif tidak menghasilkan abu sehingga gunung berapi hanya terbuat dari lava. Letusan-letusan ini terjadi di batas lempeng divergen dan di tengah lempeng.[8] Jika magma naik sangat lambat di dalam saluran atau tenggorokan gunung berapi, semua gas bisa keluar. Ketika magma kental (atau lengket), ia tidak dapat mengalir mencapai permukaan, sehingga membentuk kubah lava.[1]

Transisi antara vulkanisme efusif dan eksplosif dapat terjadi selama fase letusan tunggal, misalnya, selama episode pertumbuhan dan keruntuhan kubah, dan letusan Vulcanian. Transisi dalam gaya letusan di gunung berapi yang sama juga dapat terjadi selama beberpa letusan, misalnya, aliran lava dan letusan Plinian dipisahkan oleh interval istirahat.[9]

Referensi

  1. 1 2 "Eruption styles". British Geological Survey (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2022-03-20.
  2. 1 2 Nurhadi (7 Desember, 2021). "Kenali Jenis-Jenis Letusan Gunung Berapi". tekno.tempo.co.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ Geografi: Membuka Cakrawala Dunia. PT Grafindo Media Pratama. ISBN 978-979-9255-85-3.
  4. ↑ "Erupsi Eksplosif dan Efusif". IlmuGeografi.com. 2016-07-18. Diakses tanggal 2022-03-20.
  5. ↑ "Geological Society - Effusive & Explosive Eruptions". www.geolsoc.org.uk. Diakses tanggal 2022-03-20.
  6. ↑ "volcano | Definition, Types, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-03-20.
  7. ↑ "Volcanology photoglossary: effusive (effusive (volcanic) eruption)". www.volcanodiscovery.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-03-20.
  8. ↑ "VOLCANOES" (PDF). www.geolsoc.org.uk.
  9. ↑ Cassidy, Mike; Manga, Michael; Cashman, Kathy; Bachmann, Olivier (2018-07-19). "Controls on explosive-effusive volcanic eruption styles". Nature Communications. 9 (1). doi:10.1038/s41467-018-05293-3. ISSN 2041-1723.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan