Kamis, 01 Oktober 2026
05:23 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Marcus Aemilius Lepidus

Marcus Aemilius Lepidus

Bagikan:

Marcus Aemilius Lepidus (Latin: M·AEMILIVS·M·F·Q·N·LEPIDVS),[1] (lahir sekitar 89 atau 88 SM, mati akhir 13 atau awal 12 SM) adalah bangsawan Romawi yang membentuk triumvirat bersama Oktavianus dan Markus Antonius, penguasa terakhir, pontivex maximus dari Republik Romawi. Lepidus adalah sekutu dekat Julius Caesar.

Walaupun terbukti jenderal yang cakap dan pendukung yang berguna, secara politis ia dipandang lemah dibanding anggota triumvirat lainnya. Ia hanya muncul sedikit dalam cerita pada era tersebut, terutama terlihat dalam drama Shakespeare.

250px-Roman-Empire-43BC.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Roman-Empire-39BC-sm.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Top: the division of Roman territory on the foundation of the Triumvirate (43 BC).
Bottom: the division of territory after the Battle of Philippi.
  Antony
  Lepidus
  Octavian
  Triumvirs collectively
  Sextus Pompey
  Brutus & Cassius
  Rome's client kingdoms
  Ptolemaic Egypt

Keluarga

Ia anak dari Marcus Aemilius Lepidus; Ibunya anak dari Lucius Appuleius Saturninus. Kakaknya Lucius Aemilius Lepidus Paullus. Ayagnya pemimpin dari faksi populares setelah kematian Sulla, dan memimpin pemberotakan yang tidak berhasil melawan optimates.

Lepidus menikahi Junia Secunda, saudari dari Marcus Junius Brutus dan Junia Tertia, istri Cassius Longinus. Lepidus dan Junia Secunda paling tidak memiliki seorang anak Marcus Aemilius Lepidus the Younger.

Kejatuhan

Pada tahun 36 SM, selama pemberontakan Sisilia, membangun 14 legiun untuk membantu mengalahkan Sextus Pompey. Namun hal ini malah meberi alasan Oktavianus untuk menyingkirkannya dari kekuasaan. Setelah kekalahan Sextus Pompey, Lepidus menempatkan legiunnya di Sisilia, dan pertentangan muncul, mengenai siapa yang berhak atas Sisilia, dia atau Oktavianus. Lepidus lebih awal sampai di sana dan menguasai beberapa kota. Namun ia merasa Oktavianus malah memperlakukannya sebagai bawahan, ketimbang rekan setara.[1] Ia berpendapat bahwa Sisilia harusnya masuk dalam wilayah kekuasaannya. Setelah negosiasi, ia memberi alternatif, Oktavianus berkuasa di Sisilia dan Afrika, dan ia mendapatkan kembali Spanyol dan Galia, yang sebenarnya sudah menjadi miliknya berdasarkan perjanjian Lex Titia.[1] Oktavianus menuduh Lepidus berupaya membangun kekuatan dan berusaha memberontak. Lebih memalukan, legiun Lepidus di Sisilia menyeberang ke Oktavianus dan Lepidus terpaksa tunduk kepadanya.

Pada 22 September 36 SM, kekuasan Lepidus dirampas kecuali sebagai Pontivex Maximus. Oktavianus mengasingkannya ke San Felice Circeo. Setelah kekalahan Antonius, anaknya terlibat konspirasi dalam upaya membunuh Oktavinus tetapi ketahuan oleh Gaius Maexenas. Lepidus Muda dieksekusi, tetapi Triumvirat masih dipertahankan. Istrinya Junia bagaimanapun terkena imbas. Lepidus memohon kepada musuhnya untuk memberi jaminan.[2]

Di akhir hidupnya, kekuasaan Lepidus sudah sangat dibatasi. Ia diperbolehkan kembali ke Roma untuk keperluan senat. Oktavianus mengecilkan perannya dengan menaruh urutan votingnya sebagai yang paling akhir. Pada tahun 13-12 SM, ia meninggal dalam tenang. Oktavianus akhirnya mengangkat dirinya sebagai Pontivex Maximus satu-satunya.

Referensi

  1. 1 2 Weigel, Lepidus: The Tarnished Triumvir, pp. 88–9
  2. ↑ Weigel, Lepidus: The Tarnished Triumvir, p.97.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan