Selasa, 29 September 2026
23:11 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Paus Leo III

Paus Leo III

Paus Gereja Katolik dari tahun 795 hingga 816

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 795 to 816Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 795 to 816

Leo III
Uskup Roma
250px-Pope_Leo_III_portrait_%E2%80%93_Triclinium_Leoninum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
GerejaCatholic Church
Awal masa kepausan
27 Desember 795
Akhir masa kepausan
12 Juni 816
PendahuluAdrianus I
PenerusStefanus IV
Informasi pribadi
Lahir750
Roma, Eksarkat Ravenna, Kekaisaran Romawi Timur
Meninggal12 Juni 816 (umur 65–66 tahun)
Roma, Negara Kepausan
Orang tuaAtzuppius atau Asupius
Elizabeth
Jabatan sebelumnya
Kardinal-Imam Santa Susanna
Orang kudus
Hari peringatan12 Juni
Venerasi
Paus lainnya yang bernama Leo

Paus Leo III (Latin: Leo III; meninggal 12 Juni 816) adalah uskup Roma dan penguasa Negara Kepausan dari tanggal 26 Desember 795 hingga kematiannya pada tanggal 12 Juni 816.

Dilindungi oleh Charlemagne dari para pendukung pendahulunya, Adrianus I, Leo kemudian memperkuat posisi Charlemagne dengan menobatkannya sebagai Kaisar Carolingian. Penobatan itu tidak disetujui oleh sebagian besar orang di Konstantinopel, meskipun Bizantium, yang sibuk dengan pertahanan mereka sendiri, tidak dalam posisi untuk memberikan perlawanan yang berarti.

Kehidupan Awal

Paus Leo III lahir pada tahun 750 di Roma, dari keluarga yang tidak terlalu terkenal di kalangan aristokrat Roma. Sebelum menjadi Paus, dia menjabat sebagai Kardinal-Diakon dari Santa Susanna dan kemudian dipilih oleh para klerus Roma untuk menggantikan Paus Adrianus I setelah kematiannya. Pemilihannya diwarnai oleh beberapa kontroversi, terutama karena Leo dianggap lebih dekat dengan rakyat daripada dengan aristokrasi Roma, yang sudah lama menguasai politik kepausan.

Naiknya Takhta Kepausan

Pada tanggal 26 Desember 795, Paus Leo III diangkat menjadi Paus setelah kematian Paus Adrianus I. Segera setelah diangkat, dia mengirim surat kepada Karolus Agung, Raja Franka, untuk memberitahukan tentang pemilihannya dan meminta bantuan militer serta dukungan politik. Hubungan yang terjalin antara Paus Leo III dan Karolus Agung akan membentuk fondasi yang kuat bagi penyatuan kekuatan gereja dan kerajaan di bawah satu otoritas spiritual dan politik.

Pada tahun 799, Paus Leo III dihadapkan dengan serangan dari musuh-musuh politik di Roma. Dia dituduh melakukan perbuatan asusila dan tidak layak memimpin Gereja. Lawan-lawannya berusaha mencopotnya dari jabatan Paus, bahkan mencoba mencabut matanya dan memotong lidahnya. Namun, Leo berhasil melarikan diri ke wilayah Karolus Agung di Paderborn, Jerman. Di sana, dia meminta perlindungan dan mendapatkan dukungan penuh dari Karolus Agung, yang kemudian mengirim pasukan untuk mengembalikan Leo ke Roma dan memulihkan kedudukannya sebagai Paus.

Penobatan Karolus Agung

Pada tanggal 25 Desember 800, saat Karolus Agung berada di Roma untuk merayakan Natal, Paus Leo III melaksanakan upacara yang sangat bersejarah. Selama misa di Basilika Santo Petrus, Leo menobatkan Karolus Agung sebagai "Imperator Romanorum" (Kaisar Romawi). Tindakan ini secara simbolis dianggap sebagai kebangkitan Kekaisaran Romawi Barat yang telah runtuh beberapa abad sebelumnya.

Penobatan ini memiliki dampak besar terhadap hubungan antara Gereja dan Negara di Eropa. Paus Leo III menetapkan bahwa hanya Paus yang memiliki wewenang untuk menobatkan seorang Kaisar, sebuah tradisi yang kemudian menjadi landasan bagi otoritas kepausan dalam urusan politik. Dengan menobatkan Karolus Agung, Leo III juga memperkuat hubungan Gereja dengan penguasa Franka, menciptakan dasar bagi Kekaisaran Romawi Suci yang akan bertahan selama berabad-abad.

Kebijakan Gerejawi

Paus Leo III berusaha memperkuat otoritas kepausan dan mereformasi kehidupan gerejawi di Eropa Barat. Dia bekerja sama dengan Karolus Agung dalam mengembangkan pendidikan, memperkuat disiplin di antara klerus, serta memastikan penyebaran ajaran Kristen di seluruh kekaisaran. Leo juga mengadakan beberapa sinode gereja untuk menegakkan ajaran ortodoks dan menentang berbagai gerakan sesat yang muncul di berbagai wilayah.

Salah satu kebijakan utamanya adalah memperbaiki hubungan antara Gereja Roma dan Gereja Timur. Meskipun ada ketegangan antara kedua gereja, Paus Leo III berusaha menjaga hubungan yang harmonis dengan Patriark Konstantinopel. Namun, perpecahan yang lebih dalam antara Timur dan Barat akan berkembang pada abad-abad berikutnya.

Akhir Kehidupan dan Warisan

Paus Leo III meninggal pada 12 Juni 816 dan dimakamkan di Basilika Santo Petrus, Roma. Masa kepemimpinannya dianggap sebagai salah satu yang paling berpengaruh dalam sejarah Gereja Katolik Roma, terutama karena perannya dalam mengangkat Karolus Agung sebagai Kaisar Romawi dan mendirikan dasar-dasar Kekaisaran Romawi Suci.

Warisan Leo III terus dirasakan di seluruh Eropa. Dia bukan hanya seorang pemimpin spiritual yang taat, tetapi juga seorang politikus yang cerdas, yang menggabungkan kekuatan spiritual dan duniawi untuk menjaga kestabilan Gereja dan meluaskan pengaruhnya di Eropa Barat. Perpaduan antara kekuasaan gereja dan negara yang dimulai pada masa kepausannya akan memengaruhi politik Eropa selama berabad-abad.

Leo III dikenang sebagai Paus yang gigih, meskipun menghadapi tantangan berat dari musuh-musuhnya di Roma dan ancaman terhadap otoritas kepausan. Keputusannya untuk menobatkan Karolus Agung sebagai Kaisar mengubah arah sejarah, memperkuat peran Gereja dalam politik Eropa, dan mengukuhkan hubungan erat antara kekaisaran dan kepausan.

Sumber-Sumber Alkitabiah

Seperti para pemimpin rohani yang diurapi dalam zaman Israel kuno, Paus Leo III mengalami berbagai ujian dan tantangan. Sebagaimana Daud yang dikejar oleh Saul (1 Samuel 19), demikian pula Leo dikejar oleh musuh-musuhnya, tetapi ia dilindungi oleh tangan Allah melalui Karolus Agung, yang bertindak sebagai alat pembebasan dan peneguhan. Kisah penobatan Karolus Agung mengingatkan kita pada penobatan raja-raja Israel yang dipilih Allah, yang bertindak sebagai pemimpin rohani dan politik umat-Nya (1 Raja–Raja 1:39).

Paus Leo III dipimpin oleh hikmat Ilahi, sama seperti Salomo yang memerintah dengan keadilan dan kebenaran (1 Raja-Raja 3:12-13). Atas keteguhan hatinya dalam melayani Tuhan, Gereja, dan umat Kristen, Paus Leo III dikenang sebagai gembala yang setia, seperti Kristus yang adalah Gembala Agung (Yohanes 10:11).

Didahului oleh:
Adrianus I
Paus
795 – 816
Diteruskan oleh:
Stefanus IV
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak


Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan