Lendir akar terbuat dari polisakarida khusus tanaman atau rantai panjang molekul gula, biasanya terdapat pada akar gantung pada tanaman produksi seperti jagung, bisa pula terdapat pada akar tanaman air seperti kiambang atau teratai. Sekresi polisakarida dari eksudat akar ini membentuk zat agar-agar yang menempel pada tudung akar. Lendir akar diketahui berperan dalam membentuk hubungan dengan bentuk kehidupan yang tinggal di tanah. Kemungkinan lendir agar-agar tersebut terdiri dari jeli asam, gula, nira, alkohol ringan atau hidroksida yang kemungkinan pula lendir tersebut akan lepas rontok terkena zat sulfat misalnya ZA ammonium sulfat. Bagaimana lendir akar ini disekresi masih diperdebatkan, tetapi ada bukti yang berkembang bahwa lendir berasal dari sel yang pecah. Saat akar menembus tanah, banyak sel yang mengelilingi tudung akar terus-menerus terlepas dan diganti. Sel-sel yang pecah atau lisis ini melepaskan bagian komponennya, yang meliputi polisakarida yang membentuk lendir akar. Polisakarida ini berasal dari badan Golgi dan dinding sel tumbuhan, yang kaya akan polisakarida khusus tumbuhan. Tidak seperti sel hewan, sel tumbuhan memiliki dinding sel yang bertindak sebagai penghalang yang mengelilingi sel yang memberikan kekuatan, yang menopang tumbuhan seperti kerangka.
Lendir akar
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA)
Baca Selengkapnya di Wikipedia