Sabtu, 31 Oktober 2026
05:57 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Lencam dusun

Lencam dusun

spesies ikan

Bagikan:
Lencam dusun
250px-Lethrinus_lentjan_JNC1834.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Acanthuriformes
Famili: Lethrinidae
Genus: Lethrinus
Spesies:
L. lentjan
Nama binomial
Lethrinus lentjan
(Lacépède, 1802) [2]
Sinonim[3]
  • Bodianus lentjan Lacépède, 1802
  • Lethrinus argenteus Valenciennes, 1830
  • Lethrinus croceopterus Valenciennes, 1830
  • Lethrinus cinereus Valenciennes, 1830
  • Lethrinus mahsenoides Valenciennes, 1830
  • Lethrinus opercularis Valenciennes, 1830
  • Lethrinus flavescens Valenciennes, 1830
  • Lethrinus geniguttatus Valenciennes, 1830
  • Lethrinus virescens Valenciennes, 1830
  • Pentapodus nubilus Cantor, 1849
  • Lethrinus cocosensis Bleeker, 1854
  • Lethrinus glyphodon Günther, 1859
  • Lethrinus punctulatus Macleay, 1878
  • Lethrinus fusciceps Macleay, 1878

Lencam dusun atau Kasamba (Lethrinus lentjan) merupakan sejenis ikan lencam yang memiliki warna merah darah yang khas di sekitar tepian penutup insang.[2][4] Ikan ini tersebar luas di kawasan Indo-Pasifik Barat, dan hidupnya terkait dengan terumbu karang. Lencam dusun ditangkap sebagai Ikan pancing dan dagang.

Ciri-ciri fisik

Lencam dusun adalah ikan berukuran besar, yang tumbuh dengan panjang 50 cm.[5][6][7] Namun spesimen di daerah mintakat pasu mungkin memiliki panjang 15 cm.[6] Tubuhnya berwarna hijau zaitun, dengan warna semakin pucat ke arah perut.[8][9]

Habitat

Ikan ini hidup terutama di daerah pesisir.[8] Kebanyakan ditemukan di terumbu karang dan juga mendiami daerah dengan permukaan berpasir dan dasar laut berumput, di rawa bakau, atau di laguna yang dalam. Ikan mudanya lebih sering menghuni daerah dangkal, sering kali ditemukan dalam kumpulan longgar dengan ikan yang lebih dewasa. Ikan dewasanya biasanya menyendiri dan dapat ditemukan hingga kedalaman 84 meter.[7][8][9]

Mangsa

Lencam dusun adalah ikan karnivor dan kebanyakan memakan krustasea dan moluska seperti siput.[5] Ikan ini juga memakan echinodermata, polychaeta, bivalvia, cacing, dan berbagai ikan.[6][7]

Kegunaan

Ikan ini ditangkap untuk keperluan niaga dan rekreasional (ikan pancing) untuk konsumsi manusia.[5][6][8]

Rujukan

  1. ↑ Carpenter, K.E.; Lawrence, A.; Myers, R. (2016). "Lethrinus lentjan". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T16720036A16722340. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T16720036A16722340.en. Diakses tanggal 12 Desember 2023.
  2. 1 2 Nicolas Bailly (2007). "Lethrinus letjan". World Register of Marine Species.
  3. ↑ Froese, Rainer and Pauly, Daniel, eds. (2023). "Lethrinus lentjan" di situs FishBase. Versi Oktober 2023.
  4. ↑ Bray, Dianne. "Redspot Emperor, Lethrinus lentjan". Fishes of Australia. Diakses tanggal 30 September 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 "Lethrinus lentjan". Macau Biodiversity. 2013-12-23. Diakses tanggal 2014-05-26.
  6. 1 2 3 4 "Pink ear emperor (Lethrinus lentjan) on the Shores of Singapore". Wildsingapore.com. Diakses tanggal 2014-05-26.
  7. 1 2 3 "Lethrinus lentjan, Pink ear emperor : fisheries". Fishbase.org. 2012-07-03. Diakses tanggal 2014-05-26.
  8. 1 2 3 4 "Lethrinus". Fishesofaustralia.net.au. Diakses tanggal 2014-05-26.
  9. 1 2 "Lethrinus lentjan - Redspot Emperor". Discover Life. Diakses tanggal 2014-05-26.

Pranala luar

Foto mengenai Lencam dusun di Sealife Collection

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan