Selasa, 20 Oktober 2026
18:17 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Leila Khaled

Leila Khaled

tokoh perjuangan kemerdekaan Palestina

Bagikan:
Tokoh perjuangan kemerdekaan PalestinaTemplat:SHORTDESC:Tokoh perjuangan kemerdekaan Palestina
Infobox orangLeila Khaled
250px-Leila_Khaled_rised_punch.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Leila Khaled (2017) Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran9 April 1944 Suntingan nilai di Wikidata (82 tahun)
Haifa (Mandat Palestina) Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
Nama samaranXàdia Abu Gazala Suntingan nilai di Wikidata
AgamaTidak beragama Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanaktivis politik Suntingan nilai di Wikidata
Partai politikFront Rakyat untuk Pembebasan Palestina Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahFayez Rashid (–2023), pasangan meninggal dunia Suntingan nilai di Wikidata
AnakBader Fayez Rashid Helal,Bashar Fayez Rashid Helal (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
IMDB: nm2637917 Modifica els identificadors a Wikidata

Leila Khaled (lahir 9 April 1944) adalah perempuan pertama asal Palestina yang membajak dua pesawat sebagai protes terhadap penjajahan Israel terhadap negerinya. Dia merupakan anggota Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP).

Pada 1940-an, di usia 15 tahun, ia bergabung dengan Gerakan Nasionalis Arab yang dimotori George Habash. Meski sempat menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Amerika di Beirut (American University of Beirut), ia lebih tertarik pada politik. Leila masuk ke PFLP yang didirikan Habash setelah Perang Enam Hari pada tahun 1967. Ia mengungsi setelah Israel merebut kota kelahirannya dalam perang tahun 1948.

Aksi pertama dilakukan pada 29 Agustus 1969 dengan sasaran Boeing 737 milik maskapai Trans World Airlines bernomor penerbangan 840 dalam perjalanan Roma menuju Athena. Ia memaksa pilot mendarat di Bandar Udara Internasional Damaskus (Suriah) setelah terbang di atas Haifa. Setelah semua penumpang dan awak pesawat turun, Leila dan timnya meledakkan pesawat itu.

Leila sempat ditahan aparat keamanan Suriah. Setelah bebas, ia melakukan operasi plastik pertama untuk menyembunyikan identitas. Namun, ia kemudian melakukan misi keduanya yang berlangsung pada 6 September 1970. Bersama pria asal Nikaragua bernama Patrick Arguello, ia membajak pesawat bernomor 219 dengan rute Amsterdam ke New York milik maskapai Israel, El Al Nahas. Arguello tewas ditembak polisi Israel, sedangkan Leila diringkus dengan dua granat di tangan. Pesawat mendarat di Bandar Udara Heathrow, London. Ia dibebaskan pada 1 Oktober 1970 sebagai bagian dari pertukaran tahanan.

Ia kemudian menjadi anggota Dewan Nasional Palestina dan aktif di Forum Sosial Dunia. Setelah bercerai dengan Dokter Fayez Rasyid dan tinggal bersama kedua anaknya (Badir dan Basyar) di Amman (Yordania). Ia juga mengajar bahasa Inggris di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kuwait.

Atas keberaniannya itu, Lina Makboul (sutradara asal Swedia) membuat film dokumenter mengenai kisahnya. Film itu berjudul Leila Khaled the Hijacker (1005).

Sumber

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Leila Khaled.
  • Majalah Tempo, edisi 17 Desember 2006.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan