Rabu, 28 Oktober 2026
03:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Leib Langfus

Bagikan:

Leib Langfus, atau Leyb Langfus (meninggal 1944), adalah salah seorang korban Auschwitz-Birkenau. Ia adalah seorang rabi dan Dayan (hakim rabbinikal) di Maków Mazowiecki, yang dideportasi ke Auschwitz-Birkenau pada tahun 1942, tempat ia dipaksa bekerja sebagai Sonderkommando. Seusai perang, sebuah buku harian yang ia tulis ditemukan terkubur di lahan Birkenau–yang kemudian diterbitkan bersama sejumlah buku harian lainnya dengan judul Gulungan Auschwitz.[1] Antara tahun 1945 dan 1980, sebanyak delapan tumpukan dokumen ditemukan terkubur di lahan Krematoria II dan III di Auschwitz-Birkenau. Catatan yang ditulis oleh Langfus dianggap sebagai salah satu dokumen sejarah terpenting yang membahas mengenai Sonderkommando di Auschwitz, dan menceritakan Holocaust secara umum.[2]

Referensi

  1. ↑ Bernard Ber Mark, 1985: The scrolls of Auschwitz
  2. ↑ Yad Vashem's Encyclopedia of Ghettos During the Holocaust, P.451
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan