Selasa, 27 Oktober 2026
12:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Kendala populasi

Kendala populasi

Bagikan:
250px-Population_bottleneck-id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Leher botol populasi

Kendala populasi adalah suatu kejadian evolusi adanya persentase jumlah individu dalam suatu populasi ataupun spesies yang mati ataupun tidak dapat berkembang biak.[1]

Hambatan populasi meningkatkan hanyutan genetik, karena laju hanyutan berbanding terbalik dengan ukuran populasi. Leher botol populasi juga meningkatkan perkawinan sekerabat oleh karena menurunnya jumlah pasangan yang memungkinkan.

Kasus lainnya yang sedikit berbeda dari hambatan populasi juga dapat terjadi apabila sekelompok kecil individu secara reproduktif terpisah dari populasi utama. Hal ini disebut sebagai efek pendiri.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Population Bottleneck | Macmillan Genetics". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-06-09. Diakses tanggal 2009-12-12.
  • Gilpin, M.E., & Soulé, M.E. (1986). Minimum viable populations: The processes of species extinctions. In M. Soulé (Ed.). Conservation biology: The science of scarcity and diversity, pp. 13–34. Sunderland Mass: Sinauer Associates.
  • Luenser, K., J. Fickel1, A. Lehnen, S. Speck and A. Ludwig. 2005. Low level of genetic variability in European bisons (Bison bonasus) from the Bialowieza National Park in Poland. European Journal of Wildlife Research 51 (2): 84-87.
  • Soulé, M. (Ed.). (1987). Viable populations for conservation. Cambridge: Cambridge Univ. Press.


Ikon rintisan

Artikel bertopik genetika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan