Senin, 28 September 2026
08:45 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Ledjar Subroto

Ledjar Subroto

250px-A_kancil_story_2014-05-25_02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pementasan wayang kancil

Ledjar Subroto (1938-2017) adalah dalang sekaligus pencipta wayang kancil di Yogyakarta. Dari kecil ia sudah tertarik dengan dunia perwayangan. ketertarikannya membawanya menjadi dalang, ia juga menjadi pembuat wayang, dan pembuat topeng kayu sekaligus pengajar.[1]

Pada tahun 1980 Ki Ledjar merasa gelisah jika suatu saat wayang dan seni tradisi tak lagi memancing minat generasi. kemudian ia membuat pendekatan yang lebih sederhana dengan membuat wayang yang berbasis cerita anak yang sudah lama mengendap dalam ingatan banyak generasi. Wayang Kancil diciptakannya pada tahun itu juga sebagai ungkapan keprihatihannnya terhadap merosotnya minat anak muda pada seni perwayangan. ia sengaja membidik kalangan anak anak sebagai sarana utama. Ki Ledjar mengangkat cerita dongeng kancil menjadi wayang kancil.

Cerita Kancil kemudian dijadikan salah satu proyek terpanjang di dalam karier seni Ki Ledjar selain pembuatan wayang revolusi dan wayang kompeni. tokoh utama wayangnya berbentuk binatang seperti gajah,buaya,ayam dan kancil. Wayang Kancil kemudian menjadi salah satu media pendidikan bagi anak-anak. Dengan tokoh dan cerita dari dunia hewan yang lebih menarik dan mudah untuk dipahami, Ki Ledjar menanamkan semangat keberanian serta berpikir kreatif. Misalnya saja kancil, meski bertubuh kecil pandai mencari siasat untuk mengalahkan binatang besar seperti gajah dan buaya.

Wayang Kancil pertama kali dipentaskan pada Mei 1980 di Gelanggang UGM dengan lakon kancil nyolong timun. Setelah itu Ki Ledjar selalu meminta waktu sekitar 30 menit untuk mementaskan wayang kancil.

Referensi

  1. ↑ M.Dahlan, Muhidin (2012). Almanak Seni Rupa Indonesia : Secara Istimewa Yogyakarta. Jakarta: Kementrian Republik Indonesia.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan