Senin, 28 September 2026
15:37 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan

Lareh Bodi Caniago

adat tradisional khas etnis Minangkabau

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Lareh Bodi Caniago" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Lareh Bodi Caniago adalah salah satu sistem adat Minangkabau yang bertumpu kepada musyawarah dan mufakat. Sistem adat ini dikembangkan oleh Datuk Perpatih Nan Sebatang, dan berlaku di hampir seluruh wilayah budaya Minangkabau, terutama di Luhak Lima Puluh Kota, Kabupaten Kerinci, Negeri Sembilan, dan sebagian Malaka. Bodi Caniago berasal dari Bahasa Sanskerta: bodhi, catni, dan arga, yang berarti puncak permikiran yang gemilang. Wilayah awal penyebaran sistem adat ini adalah wilayah Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar. Pucuak Bulek (Junjungan Adat) kelarasan ini adalah Datuak Bandaro Kuniang yang di dalam Ranji Limbago Adat Alam Minangkabau bergelar Gajah Gadang Patah Gadiang,berkedudukan di Kubu Rajo, Limo Kaum.

.... putuih rundiang di sakato, rancak rundiang dipakati, dilahia alah samo nyato, dibatin samo dilihati, talatak suatu di tampeknyo, di dalam cupak jo gantang, di lingkuang barih jo balabeh, nan dimakan mungkin jo patuik, dalam kandungan adat jo pusako, adat Datuak Parpatiah Nan Sabatang...

— Adagium Adat Bodi Caniago.

Malaysia

Di Malaysia, sistem adat ini dikenal dengan Adat Perpatih. Seperti dalam penentuan Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan, di mana tidak berlaku sistem waris turun-temurun dari bapak ke anak, tetapi melalui pemilihan berdasarkan Undang Luak yang empat, yaitu "Undang Rembau", "Undang Sungai Ujong", "Undang Johol", dan "Undang Jelebu". Empat undang ini akan bermusyawarah untuk melantik salah seorang keturunan dari raja Pagaruyung untuk menjadi Yang Dipertuan Besar. Undang Luak juga dilantik oleh datuk-datuk lembago di luak (daerah) masing-masing. Dato Lembago ini pula adalah pemimpin-pemimpin yang dilantik secara muafakat oleh pemimpin-pemimpin keluarga yang digelar "Buapak". Dari sini terlihat, bahwa secara keseluruhan pemimpin dipilih oleh rakyat biasa.

Ciri-ciri Utama Lareh Bodi Caniago

  • Dalam pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah mufakat. Kato surang dibuleti, kato basamo kato mufakat. Lah dapek rundiang nan saiyo, lah dapek kato nan sabuah. Pipiah nan indak basuduik, bulek nan indak basandiang. Takuruang makanan kunci, tapauik makanan lantak. Saukua mako manjadi, sasuai mangko takana. Putuih gayuang dek balabeh, putuih kato dek mufakat. (kata seorang dibulati, kata bersama kata mufakat. Sudah dapat berunding yang seiya, sudah dapat kata yang sebuah. Pipih tidak bersudut, bulat tidak bersanding. Terkurung makanan kunci, terpaut makanan lantak. Seukur maka terjadi, sesuai maka dipasangkan. Putus gayung karena belebas, putus kata karena mufakat).
  • Kedudukan semua penghulu memiliki derajat yang sama. Duduak sahamparan, tagak sapamatang (duduk sehamparan, tegak sepematang)
  • Corak Rumah Gadang yang berlantai datar.
  • Gelar pusaka (penghulu) bisa digantikan, meskipun penyandang gelar masih hidup.

Suku-suku dalam Lareh Bodi Caniago

Lihat pula

Referensi

  • Sangguno Diradjo, Dahler Abdul Madjid, Radjo Mangkuto (Datuk); Mustika Adat Alam Minangkabau; Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah, 1979
  • Nellie S. L. Tan-Wong, Vipin Patel, Adat perpatih: a Matrilineal System in Negeri Sembilan, Malaysia and Other Matrilineal Kinship Systems Throughout the World, Wintrac (WWB/Malaysia) Sdn. Bhd, 1992

Pranala luar


120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan