Senin, 26 Oktober 2026
23:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Landolfo II dari Benevento

Bagikan:

Landolfo II (meninggal tahun 961), disebut si Merah, merupakan seorang Pangeran Benevento dan Pangeran Capua (sebagai Landolfo IV) dari tahun 939 atau 940, ketika ayahandanya Landolfo I pertama kali melibatkannya di dalam pemerintahan, ibundanya adalah Gemma, putri Atanasio dari Napoli. Ia diduga telah terlibat sejak awal tahun 933, dan kakandanya, Atenolfo III, dijadikan sebagai rekan-pemimpin. Pamandanya Atenolfo II meninggal pada tahun 940 dan diduga Landolfo bekerja sebagai penggantinya.

Apapun kejadiannya, ketika Landolfo yang lebih tua meninggal pada tanggal 10 April 943, Landolfo menyingkirkan kakandanya Atenolfo ke Benevento dan pamandanya putra Atenolfo, Landolfo ke Capua. Cemas akan ancaman jiwa mereka, keduanya melarikan diri ke Guaimario II dari Salerno dan Landolfo si Merah menjadi pangeran tunggal. Tindakan pertamanya adalah melanjutkan kebijakan keluarga dengan melibatkan putra-putra yang lebih muda sebagai rekan-pemimpin di dalam pemerintahan. Ia menjadikan putra sulungnya Pandolfo I rekan-pemimpin. Selain itu, Landolfo berupaya untuk melanjutkan kebijakan hubungan keluarga dengan sesama bangsa Lombardia dan pengenduran dengan Bizantium. Ia menjarakkan dirinya sendiri dari Konstantinopel, dan berusaha menghindari perang terbuka, dan mengupayakan beberapa cara untuk menyatukan Lombardia Kadipaten Salerno dengan mempersatukan Capua-Benevento.

Pada tahun 946, ia bersekutu dengan Giovanni III dari Napoli untuk mengusir Gisulfo I dari Salerno, putra Guaimario. Ia disergap di jalan bebas La Cava oleh Mastalo I dari Amalfi dan penyerangan tersebut gagal. Ia memutuskan hubungannya dengan Napoli tak lama kemudian dan bersekutu dengan Gisulfo untuk mengepung kota Neapolitan Nola. Pada tahun 950, ia dipanggil untuk membantu Aligerno, kepala biara Monte Cassino. Keturunannya terbukti sebagai penganiaya terburuk di biara besar tersebut. Ia mengganti kegagalan Salerno dan Neapolitan dengan keberhasilan kampanye melawan Gastald di Aquino, Atenolfo Megalu, yang ia asingkan ke Docibile II dari Gaeta.

Pada tahun 955, Landolfo mengalami kegagalan besar dengan mendukung pemberontakan Puglia menentang kekuasaan Yunani. Ia dipaksa untuk mengakui supremasi Bizantium. Sisa dari masa pemerintahannya tidak terjadi banyak peristiwa, ia gagal di dalam dua ambisinya yang besar: menaklukkan Salerno dan menentang Bizantium. Ia melibatkan putra keduanya, Landolfo II dengannya pada tahun 959 dan meninggal pada tahun 961.

Sumber

  • Caravale, Mario (ed). Dizionario Biografico degli Italiani: LXIII Labroca – Laterza. Rome, 2004.


Didahului oleh:
Landolfo I dan Atenolfo I
Pangeran Benevento dan Capua
940–961
rekan-pemimpin dgn Landulf I dan Atenolfo III tahun 940–943
Diteruskan oleh:
Pandolfo I dan Landolfo III
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan