Rabu, 04 November 2026
12:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Lambang negara

Lambang negara

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Lambang negara" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Lambang negara, diambil dari tradisi negara-negara Eropa, merupakan suatu desain yang digunakan oleh orang / sekelompok orang tertentu dan digunakan untuk bermacam-macam tujuan. Tidak seperti cap meterai atau emblem, lambang negara memiliki deskripsi tersendiri yang diwujudkan dalam motif (blason) tertentu.

Pada zaman dahulu di negara-negara seperti Skotlandia dan Inggris, seorang individu dapat memiliki lambangnya sendiri. Dalam tradisi mereka, lambang tersebut diturunkan dari seorang ayah kepada anak laki-lakinya, dan hanya digunakan oleh satu orang saja, biasanya anak laki-laki yang tertua. Anak-anak laki-laki yang lain biasanya akan menggunakan lambang yang berbeda sedikit (warnanya atau perisainya), setelah disetujui bersama. Karena derajat kepentingan sebuah lambang, maka beberapa negara hingga hari ini menerapkan hukum yang ketat untuk mengatur hal ini, termasuk perbedaan satu dengan yang lainnya; hal ini dipelajari orang-orang tertentu yang disebut herald dan studi tentang lambang disebut heraldri.

Saat ini, lambang-lambang ini berkembang penggunaanya dan digunakan oleh seluruh negara-negara di dunia sebagai simbol negara mereka, dan oleh karena itu disebut "lambang negara". Negara-negara Eropa yang pertama-tama memulai penggunaan lambang negara menyebarkan penggunaannya ke seluruh dunia, baik lewat kolonialisme, perdagangan, kolonisasi, maupun hubungan yang lain dengan negara-negara non-Eropa lainnya. Banyak di antara negara-negara tersebut, termasuk Indonesia, yang elemen lambang negaranya berbeda dengan tradisi Eropa.

Beberapa negara juga memiliki lambang-lambang yang sejarahnya berbeda dengan Eropa, misalnya Jepang yang sejak abad ketujuh memiliki lencana keluarga yang disebut kamon (kadang-kadang disingkat "mon") yang masih digunakan hingga saat ini.

Di negara Indonesia dan negara-negara Nordik setiap provinsi, daerah, kota, dan daerah pekotaan masing-masing memiliki lambang yang berbeda (dan disebut "lambang provinsi", "lambang kota" dan seterusnya). Lambang ini digunakan dalam dokumen resmi pemerintahan dan papan-papan tanda.

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan