Minggu, 18 Oktober 2026
21:02 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Laksa benteng

Laksa benteng

Bagikan:
Laksa benteng
250px-Laksa_benteng_Tionghoa_Peranakan_Tangerang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seporsi Laksa benteng
SajianUtama
Tempat asalIndonesia
Dibuat olehMasyarakat Tionghoa Peranakan di Tangerang, Banten
Suhu penyajianPanas
Bahan utamaMie beras, santan, kunyit
Bahan yang umum digunakanbawang, garam, cabai, minyak kelapa

Laksa benteng adalah hidangan tradisional masyarakat Tionghoa Peranakan di Pecinan kawasan Pasar Lama, Tangerang, Banten.[1][2] Laksa benteng biasa dijual di gerobak oleh para pedagang di kawasan Pecinan Pasar Lama. Laksa benteng mirip dengan laksa Tangerang, tetapi bedanya laksa benteng mempunyai rasa kuah yang lebih kuat.

Laksa benteng tersusun atas kuah rempah dan mie yang terbuat dari tepung beras.[1] Kuah laksa benteng berwarna kuning kemerahan yang terbuat dari santan, kunyit dan berbagai bumbu lain.[1][2] Di kuah ini diberi serpihan kelapa parut. Tambahan lain untuk hidangan ini adalah taburan kucai, tahu, kacang hijau, kentang, telur atau daging ayam.[1]

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 3 4 Laksa Benteng di Pasar Lama Tangerang, Kuah Medok Bikin Semangat Makan, Kompas. Akses: 21 November 2023.
  2. 1 2 Mencicipi Seporsi Laksa Benteng di Pasar Lama Tangerang, National Geographic Indonesia. Akses: 21 November 2023.
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan