Sabtu, 24 Oktober 2026
04:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Laju lelap

Laju lelap

Bagikan:
250px-Tatra_Rysy_5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Danau tinggi Czarny Staw pod Rysami (ketinggian 1,583 m) masih beku sementara Morskie Oko bawah telah hampir mencair (ketinggian 1,395 m). Foto diambill dari sisi Polandia Pegunungan Tatra, Mei 2019.

Laju lelap atau laju surut[1] (bahasa Inggris: lapse rate) adalah laju di mana sebuah variabel atmosfer, biasanya suhu dalam atmosfer Bumi, menurun dengan ketinggian.[2][3] Pada udara kering, laju lelap adiabatik (dalam kata lain, menurunnya suhu sejumlah udara yang naik di atmosfer tanpa bertukar energi dengan udara di sekitarnya) adalah 9.8 °C/km. Laju lelap adiabatik jenuh (saturated adiabatic lapse rate, SALR), atau laju lelap adiabatik lembap (moist adiabatic lapse rate, MALR), adalah penurunan suhu sejumlah udara yang penuh dengan air yang naik di atmosfer. Hal ini bervariasi dengan suhu dan tekanan sejumlah udara tersebut, dan umumnya berkisar pada 3.6 hingga 9.2 °C/km, seperti yang didapat oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). laju lelap sekitar adalah penurunan pada suhu udara dengan ketinggian dalam suatu waktu dan tempat tertentu. Hal ini dapat sangat bervariasi tergantung kondisi sekitar.

Referensi

  1. ↑ "Pasti (Padanan Istilah) - lapse rate".
  2. ↑ Jacobson, Mark Zachary (2005). Fundamentals of Atmospheric Modeling (Edisi 2nd). Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-83970-9.
  3. ↑ Ahrens, C. Donald (2006). Meteorology Today (Edisi 8th). Brooks/Cole Publishing. ISBN 978-0-495-01162-0.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan