Selasa, 20 Oktober 2026
16:26 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Laboratorium Mycoplasma

Bagikan:

Laboratorium Mycoplasma atau dikenal juga dengan Synthia adalah proyek ilmiah yang bertujuan menciptakan strain bakteri sintetis melalui rekayasa genom.[1] Proyek ini dilatarbelakangi oleh upaya untuk mengidentifikasi gen minimal yang diperlukan untuk kehidupan dari Mycoplasma genitalium dan membangunnya secara sintetis. spesies bakteri yang pada saat itu memiliki jumlah gen paling sedikit dibandingkan semua organisme yang telah dianalisis, dan kemudian merekonstruksi gen-gen tersebut secara sintetis untuk menciptakan organisme baru.[2][3]

Proyek ini dilaksanakan di J. Craig Venter Institute oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh pemenang Nobel Hamilton Smith, termasuk peneliti DNA Craig Venter dan mikrobiolog Clyde A. Hutchison III. Tujuan proyek ini adalah mengidentifikasi gen-gen yang esensial bagi kehidupan dan membangun organisme sintetis berdasarkan himpunan gen minimal.[4] tim ilmuwan menggunakan kombinasi metode eksperimental dan rekayasa komputer untuk merancang genom yang dapat berfungsi secara biologis.[5]

Proyek Awal

Proyek ini awalnya dikenal sebagai Minimal Genome Project. Fokus penelitian awal adalah bakteri Mycoplasma genitalium, parasit intraseluler obligat dengan genom yang terdiri dari 482 gen, tersusun dari 582.970 pasangan basa pada satu kromosom melingkar. Pada saat proyek dimulai, M. genitalium memiliki genom terkecil dari semua organisme alami yang dapat dibudidayakan secara bebas.[6]

Untuk menentukan gen minimal yang diperlukan bagi kehidupan bakteri , masing-masing gen dihapus secara individual melalui mutagenesis transposon, dan kelangsungan hidup mutan yang dihasilkan diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 382 gen merupakan himpunan minimal yang secara teoretis mendukung kehidupan bakteri Mycoplasma genitalium. Pada tahun 2008, seluruh genom M. genitalium berhasil disintesis di laboratorium, dengan penambahan watermark untuk menandai gen sebagai sintetis. Karena M. genitalium tumbuh sangat lambat, penelitian kemudian beralih ke Mycoplasma mycoides untuk mempercepat eksperimen dalam menentukan gen yang benar-benar diperlukan untuk pertumbuhan.[7]

Sintesis Genom

Pada tahun 2010, genom lengkap M. mycoides subsp. capri GM12 berhasil disintesis berdasarkan rekaman komputer dan ditransplantasikan ke dalam sel Mycoplasma capricolum yang DNA-nya telah dihapus. Organisme sintetis yang dihasilkan mampu tumbuh dan diberi nama JCVI-syn1.0, atau Synthia. Proyek ini diperkirakan memakan biaya sekitar 40 juta USD.[7][8]

Referensi

  1. ↑ Kwok, Roberta (2010-11-01). "Genomics: DNA's master craftsmen". Nature (dalam bahasa Inggris). 468 (7320): 22–25. doi:10.1038/468022a. ISSN 1476-4687.
  2. ↑ Callaway, Ewen (2016-03-01). "'Minimal' cell raises stakes in race to harness synthetic life". Nature (dalam bahasa Inggris). 531 (7596): 557–558. doi:10.1038/531557a. ISSN 1476-4687.
  3. ↑ "Venter Institute Scientists Create First Synthetic Bacterial Genome". J. Craig Venter Institute (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-01.
  4. ↑ Glass, John I.; Assad-Garcia, Nacyra; Alperovich, Nina; Yooseph, Shibu; Lewis, Matthew R.; Maruf, Mahir; Hutchison, Clyde A.; Smith, Hamilton O.; Venter, J. Craig (2006-01-10). "Essential genes of a minimal bacterium". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 103 (2): 425–430. doi:10.1073/pnas.0510013103. ISSN 0027-8424. PMC 1324956. PMID 16407165.
  5. ↑ Pillinger, Michael (2010-05-27). "Faculty Opinions recommendation of Creation of a bacterial cell controlled by a chemically synthesized genome". Faculty Opinions – Post-Publication Peer Review of the Biomedical Literature. Diakses tanggal 2025-11-01.
  6. ↑ "Synthetic biology | DNA Engineering, Genetic Modification & Biotechnology | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). 2025-10-22. Diakses tanggal 2025-11-01.
  7. 1 2 Pennisi, Elizabeth (2010-05-21). "Synthetic Genome Brings New Life to Bacterium". Science. 328 (5981): 958–959. doi:10.1126/science.328.5981.958.
  8. ↑ Gibson, Daniel G.; Glass, John I.; Lartigue, Carole; Noskov, Vladimir N.; Chuang, Ray-Yuan; Algire, Mikkel A.; Benders, Gwynedd A.; Montague, Michael G.; Ma, Li (2010-07-02). "Creation of a bacterial cell controlled by a chemically synthesized genome". Science (New York, N.Y.). 329 (5987): 52–56. doi:10.1126/science.1190719. ISSN 1095-9203. PMID 20488990.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan