Senin, 19 Oktober 2026
05:45 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Nibilam guannal

Nibilam guannal

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Mei 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Nibilam guannal
250px-Ground_Cuscus_cotswoldwildlifepark.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kuskus tanah di Taman Satwa Cotswold
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Infrakelas: Marsupialia
Ordo: Diprotodontia
Famili: Phalangeridae
Genus: Phalanger
Spesies:
P. gymnotis
Nama binomial
Phalanger gymnotis
(Peters & Doria, 1875)
250px-Ground_Cuscus_area.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies

Nibilam guannal[2] (Phalanger gymnotis) atau kuskus tanah[3] adalah hewan berkantung dari ordo Diprotodontia dan termasuk dalam famili Phalangeridae, yaitu sebuah famili beragam yang terdiri dari spesies kuskus lainnya dan kilyo ekor-sikat (Trichosurus spp.) dan posum ekor-sisik (Wyulda squamicaudata).

Berikut ringkasan seputar kuskus tanah:[4][5][6]

  1. Distribusi: Kuskus tanah ditemukan di utara Australia, termasuk daerah Queensland, Teritorial Utara, dan Australia Barat. Mereka juga menghuni pulau-pulau terdekat dan Sebagian Papua Nugini.
  2. Habitat: Kuskus tanah terkenal karena menghabiskan sejumlah waktu yang signifikan di tanah. Kebiasaan ini tidak biasa diantara para kuskus, karena sebagian besar dari mereka bersifat arboreal (tinggal di pohon). Namun, kuskus tanah masih mampu memanjat pohon dan memiliki adaptasi untuk gaya hidup arboreal.
  3. Karakteristik Fisik: Kuskus tanah memiliki tubuh yang berisi dengan mantel bulu yang relatif pendek dan padat. Warna bulu dapat bervariasi, tetapi sering berwarna abu-abu atau coklat. Ekor mereka prehensile, membantu dalam pergerakan di antara pohon.
  4. Perilaku: Meskipun kuskus tanah menghabiskan waktu di daratan, mereka juga ahli dalam memanjat pohon dan dapat bergerak di antara pohon menggunakan ekor Prehensile. Mereka bersifat nokturnal, lebih aktif selama malam.
  5. Pola Makan: Diet kuskus tanah terdiri dari daun, buah, bunga, dan kadang-kadang serangga. Sebagai herbivora, mereka memiliki lambung khusus untuk membantu pencernaan bahan tumbuhan.
  6. Reproduksi: Seperti marsupial lain, kuskus tanah betina memiliki kantong di mana ia membawa dan merawat anaknya yang belum berkembang. Durasi waktu yang dihabiskan di dalam kantong bervariasi antar individu.
  7. Status Konservasi: Status konservasi kuskus tanah umumnya dianggap sebagai yang paling minim kekhawatiran. Namun, seperti banyak spesies satwa liar, mereka menghadapi ancaman seperti hilangnya habitat akibat deforestasi dan aktivitas manusia.

Penting untuk dicatat bahwa istilah "kuskus tanah" mungkin digunakan secara informal untuk merujuk pada spesies kuskus lain yang juga menghabiskan waktu di daratan atau memiliki kebiasaan hidup di daratan. Jika ada perkembangan atau penemuan baru terkait kuskus tanah sejak pembaruan terakhir saya pada Januari 2022, disarankan untuk memeriksa otoritas satwa liar setempat, organisasi konservasi, atau publikasi ilmiah terbaru untuk informasi terkini.

Referensi

  1. ↑ Leary, T.; Singadan, R.; Menzies, J.; Helgen, K.; Wright, D.; Allison, A.; Salas, L.; Dickman, C. (2016). "Phalanger gymnotis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T16856A21951309. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T16856A21951309.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ "Checklist of the mammals of Indonesia : scientific name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation | WorldCat.org". search.worldcat.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-12-09.
  3. ↑ Bimantara, Aldi (14 Januari 2024). Allo, Libertus Manik (ed.). "Mengenal Kuskus Tanah di Hutan Cagar Alam Fakfak, Paling Diminati Turis Manca Negara". Tribunpapuabarat. Diakses tanggal 2026-03-08.
  4. ↑ Macke, Colleen. "Phalanger gymnotis (ground cuscus)". Animal Diversity Web (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-30.
  5. ↑ "ITIS - Report: Phalanger gymnotis". www.itis.gov. Diakses tanggal 2025-05-30.
  6. ↑ "Phalanger gymnotis". iNaturalist. Diakses tanggal 2025-05-30.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan