Selasa, 03 November 2026
18:39 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kusa mochi

Kusa mochi

Makanan Khas di Jepang

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (November 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Infotaula de menjarKusa mochi
250px-Yomogi_mochi.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asal
Negara asalJepang Suntingan nilai di Wikidata
Rincian
Jeniswagashi dan Mochi Suntingan nilai di Wikidata
Bahan utamaMochi dan Helichrysum luteoalbum Suntingan nilai di Wikidata

Kusa mochi (草餅), yang juga dikenal sebagai yomogi mochi (蓬餅) adalah kue tradisional dari Jepang. Kusamochi dibuat dengan mencampurkan daun baru Cina (yomogi) ke adonan mochi yang terdiri dari campuran tepung beras atau tepung ketan dengan air dan gula. Kusa mochi biasanya memiliki warna hijau yang berasal dari campuran daun.[butuh rujukan]

Sejarah

Kusa mochi tercatat sudah dikonsumsi di acara istana sejak periode Heian. Di periode Edo, kusa mochi mulai digunakan sebagai sesaji untuk acara Hinamatsuri (Festival Anak Perempuan). Warna hijau pupus kusa mochi dianggap sebagai lambang kesegaran, dan karena daun baru Cina memiliki daya tahan tinggi, maka kusa mochi dianggap sebagai sesaji yang melambangkan kesehatan dan panjang umur.[1]

Penyajian

Umumnya kusa mochi disajikan dengan isian anko (pasta kacang merah manis tumbuk) atau dengan menaburkan bubuk kedelai panggang di atasnya.[2]

Referensi

  1. ↑ "Kusamochi | Glossary | Kikkoman Corporation". www.kikkoman.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-05-23.
  2. ↑ "Kusa mochi | Traditional Dessert From Japan | TasteAtlas". www.tasteatlas.com. Diakses tanggal 2024-05-23.


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan