Rabu, 28 Oktober 2026
15:09 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Korpus luteum

Korpus luteum

kumpulan sel yang terbentuk sementara di ovarium setelah masa ovulasi

Bagikan:
330px-Gray1163.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Korpus Luteum

Korpus luteum adalah struktur jaringan kuning dalam ovarium yang terbentuk setelah folikel yang matang melepaskan sel telurnya. Meskipun sementara, korpus luteum memegang peran vital dalam kesuburan selama fase luteal. Setelah ovulasi, korpus luteum menghasilkan hormon-hormon yang mendukung kemungkinan kehamilan. Namun, jika ovum tidak dibuahi, korpus luteum akan berhenti menghasilkan hormon dan berubah menjadi bekas luka di ovarium, dikenal sebagai corpus albicans. Perannya meliputi menjaga kondisi lingkungan rahim yang mendukung kehamilan dengan mengatur sejumlah hormon yang terlibat dalam siklus menstruasi. Utamanya, korpus luteum menghasilkan progesteron, dan juga mengeluarkan hormon lain seperti inhibin A dan estradiol. Jika tidak ada pembuahan yang terjadi, korpus luteum akan mengecil dan hilang seiring waktu, tetapi akan berkembang kembali setiap kali seorang wanita berovulasi. Jadi, peran korpus luteum tergantung pada apakah pembuahan terjadi atau tidak.[1][2][3]

Struktur dan Fungsi

Korpus luteum, struktur sementara dalam ovarium, terdiri dari sel parenkim dan nonparenkim yang berkomunikasi melalui saluran. Peran ini penting untuk koordinasi sel karena keragaman jenis sel yang ada. Fungsinya tergantung pada tipe sel yang berbeda, seperti sel teka folikel dan sel granulosa folikel yang membentuknya dari korpus hemorhagicum. Regulasi korpus luteum melibatkan interaksi kompleks antara mediator perangsang dan penghambat, di mana prolaktin diidentifikasi sebagai hormon luteotrofik kunci.

Nasib korpus luteum ditentukan oleh keberadaan pembuahan. Jika terjadi, sekresi HCG oleh sel sinsitiotrofoblas blastokista pada hari kesembilan akan mempertahankan korpus luteum sebagai sumber progesteron yang penting untuk menjaga endometrium. Ini dikenal sebagai korpus luteum graviditatis. Namun, jika tidak ada pembuahan, korpus luteum akan mengalami degenerasi menjadi corpus albicans, menyebabkan penurunan progesteron dan menstruasi karena tidak ada perlindungan terhadap endometrium. [1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Oliver, Rebecca; Pillarisetty, Leela Sharath (2024). Anatomy, Abdomen and Pelvis, Ovary Corpus Luteum. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. PMID 30969526.
  2. ↑ "Corpus luteum: Function, formation, and cysts". www.medicalnewstoday.com (dalam bahasa Inggris). 2017-12-26. Diakses tanggal 2024-04-14.
  3. ↑ Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan