Sabtu, 26 September 2026
13:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026
Dinoderus minutus

Dinoderus minutus

kumbang hama perusak kayu dan bambu

Dinoderus minutus
120px-Dinoderus_minutus_%28lateral_view%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
D. minutus
Nama binomial
Dinoderus minutus
(Fabricius, 1775)
Sinonim
Artikel takson sembarang
120px-Dinoderus_minutus_cain1371.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak punggung

Dinoderus minutus adalah sejenis kumbang penggerek kayu.[2] Di wilayah tropis, kumbang ini adalah salah satu hama bambu yang utama, yang menggerek buluh bambu untuk memakan pati yang terkandung di dalamnya.[3] Ia dikenal sebagai kumbang bubuk atau, singkatnya, bubuk[4] (nama umum) karena kotoran sisa-sisa gerekannya berupa bubuk atau serbuk kayu.

Serangan dilakukan baik oleh kumbang dewasa, maupun -beberapa hari kemudian- oleh uret, larvanya, yang menggerek bagian dalam buluh bambu dan meninggalkan lapisan kulit buluh yang keras.[5] Serangan kumbang bubuk tercatat muncul semenjak buluh ditumbangkan, dan semakin menjadi-jadi ketika kelembapan buluh turun menjadi 15% (kering udara). Telur-telur yang diletakkan induk betina menetas dalam waktu 4-6 hari, sementara masa hidup kumbang dalam bambu sekitar 98 hari.[6]

Kumbang ini juga menjadi hama kayu atau produk kayu, rotan, serta bahan makanan kering yang mengandung pati; bahkan juga pada anggrek.[7]

Rujukan

  1. ↑ Fabricius, J.C. 1775. Systema Entomologiae, sistens insectorum classes, ordines, genera, species...: 54. Flensbvrgi et Lipsiae :In Officina Libraria Kortii [1775]
  2. ↑ "Dinoderus minutus (Fabricius)". Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation. 11 November 2004. Diakses tanggal 24 Juli 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Uso do Bambu na Construção Civil (Use of Bamboo in the Construction Sector), by Vitor Hugo Silva Marçal" (PDF) (dalam bahasa Portuguese). University of Brasília. Desember 2008. Diakses tanggal 3 April 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ KBBI daring: bubuk (1)
  5. ↑ Stebbings, E.P. 1904. "Preservation of bamboos from the attacks of bamboobeetle or 'shot-borers'." Agricultural bulletin of the Straits and Federated Malay States. (New series). vol. 3(1): 15-17. [January 1904]
  6. ↑ Norhisham, A.R., A. Faizah & A. Zaidon. 2015. "Effects of moisture content on the bamboo borer Dinodermus minutus". Journal of Tropical Forest Science 27(3): 334–341. [2015]
  7. ↑ Ahmed, K.N. & C.M. Zulfiqr. 2006. "Observation of powder-post beetle, Dinoderus minutus (Fab.) (Coleoptera: Bostrichidae) infesting dry bamboo and wooden materials in Bangladesh". J. bio-sci. 14: 131-132, [2006]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan