Sabtu, 24 Oktober 2026
02:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Kuil Keluarga Wu

Kuil Keluarga Wu

bangunan kuil di Tiongkok

Bagikan:
250px-Wu_liang_shrine_relief_depicting_xihe%2C_yi%2C_and_fusang_tree.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Detail ukiran relief batu kuil keluarga Wu. Gambar tersebut menggambarkan pohon Fusang, Xihe yang pergi untuk membawa Kuda Naganya ke Pasukan Kuda Matahari, dan Pemanah Yi yang sedang mencari Gagak Matahari.

Kuil Keluarga Wu (Hanzi:武氏祠; Pinyin:wǔ shì cí), yang lebih dikenal sebagai Kuil Wu Liang, adalah kuil keluarga klan Wu dari zaman dinasti Han Timur. Kuil tersebut berisi sebagian besar ukiran relief.[1]

Tiga tembok kuil Wu Liang masih berdiri sejak akhir abad ke-11, yang merupakan alasan bahwa situs keluarga tersebut sering disebut dengan nama tersebut.[2] Kuil untuk Wu Liang (78-151 M) dibangun pada 151 M di apa yang sekarang berada di barat daya provinsi Shandong.[1]

Referensi

  1. 1 2 Wu 1989, xvi-xix.
  2. ↑ "Rubbing of stone relief from the offering shrines of Wuliangci of the Han dynasty. Traditional grouping Wu Liang Group 3". Art Gallery of New South Wales. Diakses tanggal 31 Mei 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Kesusastraan

Hung, Wu (1989). The Wu Liang Shrine: The Ideology of Early Chinese Pictorial Art. Stanford: Stanford University Press. ISBN 9780804715294.

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Wu family shrines.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan