Rabu, 04 November 2026
03:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Kudeta Mei (Serbia)

Kudeta Mei (Serbia)

Bagikan:
Kudeta Mei
250px-Le_Petit_Parisien_-_May_Overthrow.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Illustrasi kudeta Mei 1903 dalam surat kabar Prancis Le Petit Parisien
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kudeta_Mei_%28Serbia%29&revid=23325627&groups=_43fbebdd0651412c9728733109e273d5b23f7edf&parser=parsoid
Nama asli Мајски преврат, Majski prevrat
Tanggal10–11 Juni [K.J.: 28–29 Mei] 1903
LokasiBeograd, Kerajaan Serbia
Nama lainPenggulingan Mei
JenisKudeta
MotifPergantian rezim
SasaranIstana Kerajaan, Beograd
PenyelenggaraDragutin Dimitrijević Apis dan pejabat militer lainnya
HasilKudeta berhasil
DimakamkanGereja Santo Markus, Beograd (raja dan ratu)

Kudeta Mei (bahasa Serbia:Мајски преврат, Majski prevrat) adalah kudeta di mana Raja Serbia Aleksandar Obrenović dan istrinya, Ratu Draga dibunuh di dalam Istana Kerajaan di Beograd pada malam 10–11 Juni [K.J.: 28–29 Mei] 1903. Tindakan ini mengakibatkan punahnya dinasti Obrenović yang telah berkuasa di Kerajaan Serbia sejak pertengahan abad ke-19. Skenario pembunuhan pasutri itu dibuat oleh sekelompok perwira Angkatan Darat yang dipimpin oleh Kapten Dragutin Dimitrijević yang anti-Austria. Setelah Kudeta Mei, tahta Kerajaan Serbia diberikan kepada Petar I dari dinasti Karađorđević yang merupakan saingan dinasti Obrenovic.

Selain pasangan raja dan ratu, para konspirator juga membunuh Perdana Menteri Dimitrije Cincar-Marković, Menteri Angkatan Darat Milovan Pavlović dan Ajudan Jenderal Lazar Petrović. Kudeta tersebut memiliki pengaruh signifikan pada hubungan Serbia dengan kekuatan Eropa lainnya; Dinasti Obrenović bersekutu dengan Austria-Hungaria sedangkan dinasti Karađorđević membina hubungan dekat dengan Rusia[1] dan Prancis. Kedua dinasti tersebut menerima dukungan dan bantuan finansial yang kuat dari masing-masing sekutunya.[2]

Referensi

  1. ↑ C. L. Sulzberger, The Fall of Eagles, p.202
  2. ↑ Sulzberger, p.202
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan